Tambah Ratusan Kasus Per Hari, Pemerintah Sebut Masyarakat Tak Disiplin Lakukan Pembatasan Sosial Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.(ANTARA/www.covid19.go.id)

MerahPutih.com - Pemerintah menegaskan telah menyusun strategi untuk memberantas virus corona (COVID-19). Strategi yang dilakukan mulai dari meningkatkan physical distancing hingga memperkuat tracing kasus.

"Dalam beberapa hari terakhir kita masih mendapatkan ketidakefektifan pelaksanaan ini akibat disiplin yang masih belum kita bangun bersama-sama di tengah masyarakat," ujar Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Corona Achmad Yurianto kepada wartawan, Rabu (8/4).

Baca Juga:

Anies Usahakan Ojol Masih Bisa Angkut Penumpang Selama PSBB

Yuri menyebut, pemerintah juga memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka meningkatkan efektivitas physical distancing. Tapi Yuri menegaskan bahwa pembatasan aktivitas ini bukan pada dasarnya bukan pelarangan.

"Strategi dasar ini kita perkuat dengan memakai masker untuk semua. Kita wajib menggunakan masker manakala berada di ruang publik, di luar rumah," ujarnya.

Pada 24 jam terakhir saja, ada penambahan 218 orang yang positif terpapar virus corona. Sedangkan dari Senin (6/4) ke Selasa (7/4), terdapat penambahan yang tak jauh berbeda, 247 orang.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan masa sosialisasi penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua hari yaitu 8 - 9 April 2020 sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara penuh pada Jumat, 10 April 2020. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan masa sosialisasi penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua hari yaitu 8 - 9 April 2020 sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara penuh pada Jumat, 10 April 2020. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Artinya, dalam dua hari terakhir, ada penambahan pasien positif berada di angka 200-an. Demikian juga penambahan dari Minggu (5/4) ke Senin (6/4), yang berada di angka 218 orang.

Fakta-fakta tersebut sebenarnya beririsan dengan kebijakan pemeirntah yang menerapkan physical distancing (jaga jarak fisik).

Yuri mengatakan, pihaknya menemukan adanya ketidakefektifan pelaksanaan physical distancing.

"Saat ini dirasa perlu oleh pemerintah untuk memperkuat physical distancing, karena dalam beberapa hari terakhir kita masih mendapatkan ketidakefektifan pelaksanaan akibat disipilin yang belum terbangun di tengah masyarakat," ucap Yuri.

Baca Juga:

Update COVID-19 DKI: 27.696 Rapid Test 829 Positif Corona

Yuri pun mengatakan bahwa hal ini yang menjadi dasar bagi pemerintah pusat memberi kebebasan bagi pemerintah daerah untuk mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar di masing-masing wilayah dengan keputusan ada di pusat.

"Ini untuk meningkatkan efektivitas physical distancing. Tujuan dari PSBB ini bukan melarang, tapi membatasi. Karena kita sama-sama pahami faktor pembawa penyakit ini adalah manusia," ucap Yuri.

"Kenapa kita membatasi? Karena kita meyakini banyak kasus positif tanpa gejala," tambah dia. (Knu)

Baca Juga:

Sri Sultan Tegaskan Yogyakarta Belum Akan Terapkan PSBB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MUI Yakin Pembagian BLT Putus Mata Rantai Penularan COVID-19
Indonesia
MUI Yakin Pembagian BLT Putus Mata Rantai Penularan COVID-19

Anwar jug mengusulkan Presiden supaya secepatnya menandatangani ketentuan tentang pemotongan zakat bagi ASN

PDIP Apresiasi Keberhasilan Pemerintah Evakuasi WNI dari Wuhan
Indonesia
PDIP Apresiasi Keberhasilan Pemerintah Evakuasi WNI dari Wuhan

PDIP yakin bahwa pemerintah bisa berkerja dengan baik

KPK Dalami Aliran Duit Rp 600 Juta untuk Wahyu Setiawan Lewat Pegawai Bank Mandiri
Indonesia
KPK Dalami Aliran Duit Rp 600 Juta untuk Wahyu Setiawan Lewat Pegawai Bank Mandiri

Ali Fikri mengatakan dalam pemeriksaa ini penyidik mendalami adanya transaksi keuangan mencapai Rp 600 juta yang ditujukan untuk mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Nyaris 100 Perkara Pilkada Diteruskan ke Polisi
Indonesia
Nyaris 100 Perkara Pilkada Diteruskan ke Polisi

Polri sudah menaikkan 99 perkara tersebut ke tahap penyidikan sebanyak 31 perkara.

 Bubarkan Tim Tanggap, Pemprov DKI Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Indonesia
Bubarkan Tim Tanggap, Pemprov DKI Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Catur menjelaskan Gugus Tugas memiliki fungsi yang relatif sama dengan Tim Tanggap COVID-19. Akan tetapi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ini diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah.

Gibran Minta Bawaslu Berikan Teguran Jika Terbukti Melanggar
Indonesia
Gibran Minta Bawaslu Berikan Teguran Jika Terbukti Melanggar

Petugas tersebut bisa memberikan teguran langsung jika terbukti ada pelanggaran protokol kesehatan.

Mendagri Wanti-wanti Anak Buahnya Terapkan Protokol Kesehatan di Kantor
Indonesia
Mendagri Wanti-wanti Anak Buahnya Terapkan Protokol Kesehatan di Kantor

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar seluruh jajarannya untuk hati-hati dalam bekerja.

OJK Bakal Perpanjang Program Penundaan Bayar Kredit Multifinace
Indonesia
OJK Bakal Perpanjang Program Penundaan Bayar Kredit Multifinace

Langkah restrukturisasi tersebut harus dilakukan demi menjaga agar tidak terjadi lonjakan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) secara masif.

Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi
Indonesia
Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi

PNS berinisial FTD ditilang karena menerobos jalur bus TransJakarta di Jalan Mayjen Sutoyo Jakarta Timur.

Singapura Temukan Klaster-Klaster Baru COVID-19
Dunia
Singapura Temukan Klaster-Klaster Baru COVID-19

Otoritas kesehatan Singapura mendeteksi klaster-klaster baru COVID-19 di asrama-asrama pekerja asing.