Tambah Perjalanan Kereta Api, KAI Perketat Persyaratan Bagi Penumpang Penumpang duduk di dalam rangkaian gerbong KA Bima rute Stasiun Gambir-Malang PP di Stasiun Gambir, Jakarta ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta bakal menambah perjalanan kereta api (KA) pada bulan ini. Hal ini seiring makin padatnya jumlah penumpang baik ke ataupun dalam ibu kota.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, syarat yang harus dipenuhi antara lain, menunjukkan Surat Bebas COVID-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan).

Baca Juga

Penumpang Melonjak, KAI Daop 8 Operasionalkan 6 Kereta Api Jarak Jauh

Saat ini, kata Eva, calon penumpang sudah dapat melakukan rapid test di area stasiun yang disediakan PT KAI bekerja sama dengan Rajawali Nusindo.

"Selain itu, penumpang juga bisa menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid test," jelas Eva dalam keteranganya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/8).

Eva menambahkan syarat lainnya adalah, calon penumpang dalam kondisi sehat tidak menderita flu, pilek, batuk, demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Tak lupa, mesti menggunakan masker pribadi dan mengenakan pelindung wajah yang disediakan KAI. Penggunaan face shield dilakukan baik di stasiun dan selama perjalanan KA berlangsung.

"Untuk pelanggan dengan usia di bawah 3 tahun agar menyediakan sendiri face shield pribadi,” kata Eva.

Serayu
KA Serayu

Tidak hanya itu, penumpang juga harus mengikuti ketentuan penjagaan jarak fisik selama di stasiun dan di dalam rangkaian KA. Sementara, calon pengguna juga diimbau untuk menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

"Imbauan juga dilakukan agar calon pengguna selalu rutin membersihkan tangan dengan air dan sabun atau cairan antiseptik," tutur Eva.

Beroperasi di masa adaptasi kebiasaan baru (new normal), perjalanan kereta akan tetap mematuhi prosedur pencegahan COVID-19, salah satunya dengan pembatasan okupansi penumpang sebanyak 70% dari kondisi normal.

"Selain itu, calon penumpang juga harus memenuhi persyaratan lainnya sebelum melakukan perjalanan,” katanya.

Penambahaman, jumlah rangkaian sebanyak lima KA akan mulai beroperasi dengan keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen menuju Kota Bandung, Malang, Kutoarjo dan Solo.

"Tambahan 5 KA tersebut termasuk pengoperasian kembali KA Argo Parahyangan tujuan Bandung yang sebelumnya kerap diminati pengguna KA," jelas Eva yang pernah bekerja sebagai wartawati ini.

Sedangkan, untuk delapan kereta api yang sebelumnya sudah beroperasi di Juni dan Juli 2020 tetap beroperasi dengan jadwal yang telah ditentukan, yaitu empat kereta api keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen meliputi KA Bengawan, Serayu, Tegal Ekspress yang berangkat setiap hari dan Kertajaya yang hanya beroperasi setiap weekend.

”Kemudian empat KA keberangkatan dari Stasiun Gambir yakni, KA Turangga, Bima, Sembrani, dan Argo Bromo Anggrek yang berangkat setiap weekend. Sehingga pada Agustus 2020 ini, secara keseluruhan terdapat 13 KA yang beroperasi di Daop 1 Jakarta,” katanya.

Baca Juga

Ratusan Pekerja Migran dari Luar Negeri Masih Jalani Karantina di RSD Wisma Atlet

Eva melanjutkan, untuk saat ini pemesanan tiket kereta hanya dapat dilakukan melalui sistem online dan baru dapat dipesan paling cepat 7 hari sebelum tanggal keberangkatan.

Pemesanan online dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, website kai.id dan channel eksternal yang telah bekerja sama. Sedangkan, loket stasiun hanya melayani tiket go show yang dilayani 3 jam sebelum keberangkatan. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH