Tamasya Al Maidah Dinilai Tidak Mendidik Bagi Demokrasi  Ganjar Razuni Dosen Ilmu Politik Universitas Nasional (MP: Pon)

Gerakan Tamasya Al Maidah yang mengajak warga untuk menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat pemungutan suara Pilgub DKI putaran kedua dinilai berlebihan. Terlebih, hal itu juga diserukan untuk masyarakat di luar Jakarta.

Hal itu disampaikan Dosen Ilmu Politik Universitas Nasional, Ganjar Razuni, kepada reporter merahputih.com Ponco Sulaksono, saat ditemui di kampus Universitas Nasional, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

“Kalo sampai mengawasi TPS itu berlebihan. Satu, mereka itu bukan penduduk DKI, Dua mereka bukan yang mempunyai hak pilih. Kalo mau mengawasi TPS silahkan tapi subjeknya itu adalah tentu warga DKI,” ujar Ganjar di kampus Universitas Nasional.

Menurut Ganjar, bila ada mobilisasi massa dari luar Jakarta untuk mengawal tiap TPS dapat berpotensi untuk menimbulkan konflik. Dia menilai, tindakan tersebut tidak mendidik dalam pembangunan demokrasi.

“Masa kita suruh orang Bogor untuk awasi Pilkada di sini. Itu kan sangat potensial menimbulkan konflik apapun bentuknya. Jadi itu menurut saya tindakan yang tidak mendidik, tidak edukatif dalam membangun demokrasi,” tegasnya.

Kalau mau mengawasi, Ganjar menyarankan untuk membuat tim pemantau yang tugasnya mengawasi. Menurut dia, tim itu harus mendapat legalisasi dari penyelenggara pemilu yakni, Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar keberadaannya legal.

”Itu mengawasi di titik-titik TPS, itu boleh bahkan bagus. Tapi kalau kemudian memobilisasi orang dari luar, ini sama sekali tidak mendidik. Lalu kemudian seolah-olah pilgub ini identik dengan Al Maidah,” jelasnya.

Ganjar menegaskan, bahwa Pilgub DKI ini tidak identik dengan Al Maidah. Dia menambahkan, bahwa yang diawasi itu proses kontestasi demokrasi agar berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Pilkada ini tidak identik dengan Al Maidah. Seolah-olahkan yang kita jaga itu Al Maidah, kita gak jaga Al Maidah, di TPS itu kan kita menjaga proses kompetisi. Bahwasannya itu ada pihak-pihak yang mengkaitkan itu dengan Al Madiah, ya itu soal lain. Tapi yang kita awasi proses kompetisi ini berjalan dengan fair, jujur dan adil” tegasnya.

Baca juga berita terkait Al Maidah di: Banteng Muda Indonesia Tak Khawatir Soal Tamasya Al Maidah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gubernur Khofifah: Teladani Sikap Nabi Muhammad Pimpin Masyarakat Beragam
Indonesia
Gubernur Khofifah: Teladani Sikap Nabi Muhammad Pimpin Masyarakat Beragam

Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meneladani sikap Nabi Muhammad SAW saat memimpin umatnya di Madinah.

Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Pospol Tugu Tani tidak Terkait Jaringan Teroris
Indonesia
Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Pospol Tugu Tani tidak Terkait Jaringan Teroris

Polisi belum mampu mengungkap dalang pengerusakan pospol Tugu Tani. Penyebabnya, identitas pelaku tak kunjung didapat

Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes
Indonesia
Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes

Pastikan ketersediaan tempat tidur dan ICU di RS rujukan untuk kasus-kasus yang berat

 DPD PDIP Jateng Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah, Masyarakat Umum Boleh Daftar
Indonesia
DPD PDIP Jateng Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah, Masyarakat Umum Boleh Daftar

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto, mengungkapkan DPD PDIP Jawa Tengah membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah selama tujuh hari, yakni tanggal 6-12 Desember mendatang.

Kecam Rencana Yasonna, IPW Sebut Napi Koruptor Harusnya Diasingkan ke Nusakambangan
Indonesia
Kecam Rencana Yasonna, IPW Sebut Napi Koruptor Harusnya Diasingkan ke Nusakambangan

Rencana Menkumham Yasonna Laoly yang akan membebaskan napi koruptorakan mencederai rasa keadilan publik.

Ini Pihak-Pihak yang Diizinkan Keluar-Masuk Jabodetabek oleh Pergub Anies
Indonesia
Ini Pihak-Pihak yang Diizinkan Keluar-Masuk Jabodetabek oleh Pergub Anies

Anies Baswedan mengeluarkan aturan larangan warga DKI keluar wilayah. Hal itu diambil untuk menekan penyebaran COVID-19.

KPU Solo: DPS Pilwakot 419.287 Orang, Pemilih Pemula Tembus 9.300 Orang
Indonesia
KPU Solo: DPS Pilwakot 419.287 Orang, Pemilih Pemula Tembus 9.300 Orang

Jumlah DPS tersebut terdiri dari 203.465 orang laki-laki dan 215.822 orang perempuan.

Di Amerika Ajukan Pailit, Ini Posisi Pizza Hut Indonesia
Indonesia
Di Amerika Ajukan Pailit, Ini Posisi Pizza Hut Indonesia

Pizza Hut di seluruh Indonesia, saat ini masih tetap berada dalam keadaan finansial yang baik dengan menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan, serta tidak akan mengalami dampak apapun, baik secara operasional maupun finansial.

Demo di Depan Kedubes Prancis Berimbas ke Penutupan Jalan MH Thamrin
Indonesia
Katulampa Siaga III, BPBD DKI Siarkan Peringatan Dini
Indonesia
Katulampa Siaga III, BPBD DKI Siarkan Peringatan Dini

cuaca di Bendung Katulampa saat ini gerimis sehingga besar kemungkinan tinggi muka air akan bertambah naik dan menimbulkan ancaman banjir bagi warga bantaran sungai di Jakarta.