Taliban Pastikan Masa Depan Afghanistan Cerah Jika Kelompoknya Berkuasa Kelompok Militan Taliban (foto: screenshot presstv)

MerahPutih.Com - Kelompok Taliban secara mengejukan melakukan gencatan senjata dengan pasukan pemerintah. Dua hari menjelang hari raya Idul Fitri, pemimpin Taliban mengeluarkan seruan akhir ramadan yang berisikan bahwa masa depan Afghanistan akan cerah jika kelompoknya berkuasa dan Amerika Serikat sudah angkat kaki dari negara tersebut.

Selain itu, Taliban menyatakan berhasil membebaskan sebagian besar wilayah di Afghanistan.

Taliban, secara tiba-tiba mengumumkan gencatan senjata tiga hari semasa Idul Fitri, kecuali bagi tentara asing, juga mengecam pemindahan kantor kedutaan Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem.

Pemindahan tersebut menunjukkan sekali lagi kebencian mutlak Amerika Serikat terhadap Islam.

Kelompok Taliban di Afghanistan
Kelompok militan Taliban di Afghanistan (Foto: presstv)

Pemimpin Taliban Sheikh Haibatullah Akhunzada mengatakan bahwa keselamatan warga Afghanistan bergantung pada kepergian "pasukan Amerika Serikat dan penjajah lain" dan kembali menyerukan perundingan dengan Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat memang menginginkan perdamaian di Afghanistan, maka mereka harus secara langsung maju ke meja perundingan," kata Akhunzada.

"Kami juga memastikan masa depan cerah negara ini, dengan perdamaian dan kesejahteraan," kata dia.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters pada Rabu (13/6), Taliban selama ini berperang melawan pasukan Amerika Serikat dan NATO, yang bergabung dalam misi Resolute Support. Mereka juga mengangkat senjata untuk menggulingkan pemerintah sekarang dan kembali berkuasa, setelah dulu sempat digulingkan NATO pada 2001.

"Penjajah Amerika tidak pernah menahan diri dari melakukan tindakan keji hanya untuk menguasai negara kami. Mereka mengebom desa, kota, masjid, madrasah, membunuh warga tidak berdosa, dan menyiksa ribuan orang dalam penjara," kata Akhunzada.

Salah seorang pemimpin Taliban
Salah seorang pemimpin Taliban yang diburu pasukan NATO (Foto: screenshot presstv)

Pasukan gabungan tidak membalas permintaan jawaban terhadap pernyataan Taliban ini.

Selama berkuasa lima tahun di Afghanistan, Taliban melarang bioskop, televisi, dan musik karena menganggap hiburan tersebut tidak sesuai dengan aturan agama. Mereka juga mewajibkan semua perempuan mengenakan penutup kepala.

Semua orang yang tidak mematuhi peraturan itu akan mendapatkan hukuman yang keras.

Namun, sejumlah pengamat mengatakan bahwa Taliban banyak melonggarkan aturan di wilayah kekuasaan mereka saat ini. Mereka membolehkan musik dan televisi, serta membiarkan siswi perempuan bersekolah sampai usia 11. Perempuan juga diizinkan memakai pakaian lebih bebas.

Akhunzada mengatakan bahwa selama ini Taliban telah memberi contoh perdamaian di wilayah kekuasaan mereka.(*)

Baca berita lainnya dalam artikel: H-1 Mesjid Istiqlal Akan Bagikan Zakat Fitrah



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH