Takut Kecolongan, Gudang Penyimpanan Surat Suara di Malaysia Dijaga Ekstra Ketat KBRI Kuala Lumpur saat pemungutan suara (antaranews/Agus Setiawan)

Merahputih.com - Gudang tempat penyimpanan surat suara Pemilu 2019 di KBRI Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dijaga ketat oleh aparat keamanan. Pengaman ketat itu diberlakukan hingga perhitungan surat suara pada Rabu (17/4).

Penjagaan ketat mulai dilakukan sejak selesainya pencoblosan metode Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) Minggu malam (14/4) yang berlangsung di KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Ruang rapat Diponegoro dan Aula Hasanuddin digembok rapat. Selain itu, di depan aula juga dijaga oleh petugas keamanan kedutaan yang berjaga di depan pintu masuk.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Makruf mengatakan tidak mau kecolongan dan menjadi pihak yang disalahkan apabila terjadi sesuatu terkait surat suara tersebut sehingga data jumlah surat suara harus akurat saat disimpan dan keluar.

"Pihak Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur yang sebelum pencoblosan melakukan kegiatan pelipatan surat suara dan penyortiran surat suara di tempat tersebut juga tidak bisa masuk seenaknya di ruang tersebut," ujar Farid, sebagaimana dikutip Antara.

Ilustrasi surat suara
Ilustrasi Surat Suara untuk DPR di Pemilu 2019 (Foto: antaranews)

PPLN Kuala Lumpur dan Tim Asistensi PPLN yang melakukan tugas perbantuan tidak boleh melewati Aula Hasanuddin dan hanya bisa menuju sekretariat tempat melalui ruang pelayanan imigrasi dari sisi kanan pintu masuk.

Pengamanan surat suara di SIKL mengandalkan pengamanan petugas keamanan KBRI yang setiap hari berjaga-jaga di sekolah.

Saat pemungutan suara, TPS KBRI Kuala Lumpur tutup jam 18.00 tetapi masih mengakomodir pemilih limpahan dari Wisma Duta sebanyak 600 orang dari tiga TPS.

Gedung serba guna SIKL menjadi tempat penyimpanan surat suara pos dan hasil pencoblosan TPS SIKL. Saat penyimpanan surat suara di tempat tersebut, juga disaksikan oleh saksi dari partai politik dan Panwaslu. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH