Takut Gagal Bayar, Pinjaman Online Batasi Penyaluran Kredit Ilustrasi Uang. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Penyaluran fintech lending atau pinjaman online mengalami perlambatan selama pandemi Covid-19. Jika dibandingkan dari April-Mei tahun lalu yang masih tumbuh 10,87 persen, periode ini melambat jadi 7,75 persen.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk periode Mei 2020, total penyaluran sebesar Rp109,1 triliun atau hanya naik 3,12 persen dari posisi April 2020 sebesar Rp106 triliun, dibandingkan dengan penyaluran pada Mei 2019 sebesar Rp41,03 triliun atau naik 10,87 persen dari posisi April 2019 sebesar Rp37,01 triliun.

Selain itu, penyaluran pada April 2020 yang hanya naik sebesar Rp106 triliun atau 3,57 persen dari posisi Maret 2020 sebesar Rp102,53 triliun, dibandingkan dengan penyaluran April 2019 yang naik sebesar Rp37,01 triliun atau 11,48 persen dari Maret 2019 sebesar Rp33,20 triliun.

Baca Juga:

Pasien Positif COVID-19 di Secapa AD Tinggal 1.182 Orang

Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede mengatakan, pelambatan terjadi karena para penyelenggara fintech lending khususnya sektor pinjaman multiguna (konsumer) agak mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar.

Selama pandemi COVID-19 ini, penurunan terjadi pada sebagian besar platform penyelenggara fintech lending, namun ada beberapa sektor yang terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan khususnya di sektor produktif yakni pembiayaan di sektor kesehatan seperti UMKM farmasi dan alat pendukung kesehatan, distribusi pangan, produk agrikultur, makanan kemasan.

Layanan keuangan digital
Ilustrasi layanan keuangan digital. (Foto: Antara)

Sektor telekomunikasi dan online ecosystem saat ini, yang menjadi layanan juga semakin banyak digunakan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan berpotensi untuk berkembang terus seiring pergeseran perilaku konsumsi masyarakat.

"Di masa wabah Covid-19 ini, industri fintech P2P lending akan menjaga kinerja positif dengan selektif menyalurkan pembiayaan khususnya ke peminjam baru," kata Ketua Harian AFPI Kuseryansyah.

Baca Juga:

Corona Disebut Rekayasa Manusia, Doni Monardo: Ini Malaikat Pencabut Nyawa



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH