Taktik Seorang Fotografer Top Bertahan Selama 'Lockdown' Tito Rikardo, fotografer top wedding bertahan di pandemi COVID-19. (Foto: indonesianwpg)

PANDEMI COVID-19 memaksa pemerintah untuk mengeluarkan himbauan pada masyarakat untuk tetap melakukan kegiatan di #DiRumahAja. Tujuannya tidak lain adalah memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Namun dampaknya luar biasa di hampir semua sektor kehidupan. Salah satunya adalah di sektor industri kreatif seperti fotografi. Jika kondisi ini berlarut-larut, sudah bisa dipastikan kita akan makin terpuruk, bahkan sampai mati total.

Baca juga:

Digital Learning Untuk Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar Efektif

View this post on Instagram

Tidak terkecuali bagi Tito Rikardo, wedding photographer top, sekaligus founder THEUPPERMOST yang sudah malang melintang puluhan tahun. Tito menegaskan, jika ia juga mengalami dampak yang sangat signifikan. “Industri wedding photography paling terkena efeknya dibandingkan dengan fotografi yang genre-nya berbeda. Wedding photography umumnya akan melibatkan kerumunan orang di sebuah acara pernikahan dan hal ini jelas dilarang karena pandemi,” ia mengatakan kepada merahputih.com.

Sejak merebaknya COVID-19 akhir Maret lalu, praktis tidak ada job foto yang bisa direalisasikan. Banyak agenda pekerjaan yang sebelumnya sudah mencapai kata sepakat dengan para klien, harus diurungkan. “Ada klien yang membatalkan dan minta uangnya kembali, ada pula yang menunda pelaksanaan,” tutur pria yang sudah go-international ini.

Untuk bisa MEINANG dalam keadaan yang serba sulit ini, tidak melulu soal finansial. Dibutuhkan kecerdikan dan kemauan ekstra menjalankannya. Selain uang, ada beberapa hal-hal yang sangat sederhana dan lebih esenisal yang perlu dipikirkan, khususnya bagi seorang fotografer profesional.

Menurut Tito, agar bisa survive, ia selama #DiRumahAja terus mengasah skill dan feel-nya tetap terjaga dengan baik. “Tetap memotret adalah kegiatan keseharian saya selama stuck di rumah. Saya bisa mengabadikan kegiatan orangtua saya yang akhirnya bisa menjaga kemampuan memotret saya,” ungkap Tito.

Selama #DiRumahAja dia memiliki banyak waktu luang. Dia punya kesempatan untuk meraba-raba dan mencoba sesuatu yang baru. Dengan demikian dia akan siap untuk berada di luar dari comfort zone suatu saat nanti. Apalagi, ia memprediksi bahwa industri wedding photography akan mengalami banyak perubahan pasca berakhirnya pandemi COVID-19.

Baca juga:

Tips Strategi Agar Tetap Bertahan Melewati COVID-19 Buat Pelaku Bisnis

View this post on Instagram

A post shared by #nikontothebone ? (@titorikardo) on

“Waktu untuk berinteraksi bersama keluarga lebih banyak. Saya bisa membantu istri memasak dan membantu anak membuatkan PR. Dan kesempatan berharga ini sulit didapat sebelum pandemi,” terang peraih segudang penghargaan internasional ini.

Tidak ketinggalan untuk urusan eksistensi, dia menyempatkan diri secara rutin menjalin komunikasi dengan beragam praktisi dan profesional dari berbagai macam latar belakang. Selain untuk tujuan bersilaturahim, agar eksistensinya sebagai fotografer profesional tetap terjaga.

“Saya suka ngadain acara ngobrol bareng bersama mereka secara live di Instagram, membahas hal-hal yang sederhana, bertukar pikiran, sampai ke urusan teknis,” ujarnya. Salah satunya adalah yang baru saja ia lakukan adalah ngobrol bersama merahputih.com di IG Live, Jumat kemarin (01/05).

Segala aksi nyata itu menandakan sisi kemanusian setiap orang tak pernah redup bahkan menguat berlipat ganda meski berhadap-hadapan dengan situasi serba sulit. Harapan terus menyala dan kehidupan terus melaju sebab manusia pada dasarnya memiliki kemapuan bertahan hidup (survival mode) dan beradaptasi dengan segala perubahan.

Agar urusan dapur tetap ngebul, ia pun berencana memberikan kelas-kelas online berbayar dalam waktu dekat. Sebelumnya, ia sudah sering memberikan banyak kelas-kelas maupun pelatihan-pelatihan fotografi yang sangat menarik, dan itu pun tanpa dipungut biaya.

Nasib berbanding terbalik dialami Rittar Rajagukguk. Juga seorang fotografer terkenal ber-genre Newborn Photography, dan tidak lain adalah istri dari Tito.

“Selama pandemi ini, saya sudah menyelesaikan belasan job, dan beberapa sudah deal,” ia menjelaskan. Baginya, urusan pandemi ini tidak terlalu mempengaruhi genre-nya. Perbedaan faktor situasi tempat dan cara berinteraksi inilah yang menjadi pembedanya. Antara Rittar dan calon klien terlebih dulu memastikan bahwa mereka aman dari gangguan kesehatan. (lgi)

Baca juga:

Cara Beberapa Negara Terpencil Minim Pelancong Menghadapi COVID-19

Kredit : leonard


Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH