Tak Terima Dirazia Masker, Pedagang Pasar Metro Atom Ngamuk Kapolsek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar, berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, operasi yustisi terfokus di Pasar Metro Atom yang dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto.

Baca Juga

Anggaran Pemulihan Ekonomi Sudah Capai Rp254 Triliun

"Kegiatan ini terfokus pada penggunaan masker di aman kami bersama TNI memback up Satopol PP dalam operasi yustisi ini," kata Eliantoro di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).

Eliantoro melanjutkan, operasi yang melibatkan 80 personel gabungan ini menemukan sejumlah masyarakat tak menggunakan masker.

"Sebagian besar masyarakat tidak menggunakan masker, ada yg tidak membawa ada juga memakai masker tapi tidak benar makenya. Ada pedagang dan pengunjung yang tidak pakai masker," imbuh Eliantoro.

Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan.
Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan. Foto: MP/Kanu

Dari pantauan di lokasi, sejumlah warga menolak saat dirazia mengamuk karena merasa dijebak. Riko, salah satu pedagang di Metro Atom Plaza ini menolak dan melawan saat tertangkap basah sedang tidak mengenakkan masker di tokonya. Ia bahkan menganggap razia ini tidak adil.

"Sebenarnya kalau razianya secara menyeluruh dan enggak maling-malingan seperti ini, enggak masalah. Tapi lihat dulu, kita yang enggak memakai masker ini sedang berkerumun atau tidak. Saya kan sementara di toko dan sedang sendirian, dan enggak sedang berkerumun tapi dirazia," kata Riko.

Menurut Riko, pada saat sedang dilakukan razia, ia baru saja makan dan belum sempat memakai kembali maskernya. Saat sedang duduk dan belum sempat minum air, ia sudah diciduk oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), anggota Kepolisian, dan TNI.

Bahkan, Riko sempat mengamuk dan menolak dirazia. Ia memarahi aparat saat hendak dibawa untuk menjalani sanksi sanksi sosial atau sanksi membayar denda administrasi.

"Razia ini tidak adil. Saya minta, agar pemerintah mengoreksi peraturan ini," ungkapnya.

Eliantoro menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di jalanan, pertokoan, dan mall.

"Hari ini kita melakukan secara bersama-sama dalam skala besar dengan melibatkan unsur dari Polres, Polsek, Kodim, dan Koramil di Jakarta Pusat. Jadi berdasarkan aturan, bagi seluruh warga Indonesia secara khusus masyarakat Jakarta, bahwa pada saat keluar dari rumah wajib menggunakan masker," tambahnya.

Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf. Foto:MP/Kanu

Ada yang mendapat sanksi sosial menyapu jalanan hingga sanksi denda uang Rp250 ribu. Satuan Polisi Pamong Praja pun memberikan masker bagi mereka yang tak mengenakan penutup hidung dan mulut sama sekali.

Baca Juga

Ketua Komisi D Minta Anies Tak Pangkas Anggaran Banjir

Camat Sawah Besar, Prasetyo menjelaskan, pelanggaran protokol kesehatan di wilayahnya tergolong tinggi sejak awal PSBB.

"Di Sawah Besar rata-rata 40-50 orang per hari. Mungkin ada 200-an lah;" ungkap dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Temui Donald Trump, Luhut Singgung Hasil Pilpres AS
Indonesia
Temui Donald Trump, Luhut Singgung Hasil Pilpres AS

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menemui Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

KPK Periksa General Manager Waskita Beton Precast Terkait Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
KPK Periksa General Manager Waskita Beton Precast Terkait Korupsi Proyek Fiktif

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya

Sidang Red Notice, Irjen Napoleon Bakal Bacakan Pledoi
Indonesia
Sidang Red Notice, Irjen Napoleon Bakal Bacakan Pledoi

Jenderal bintang dua itu akan membacakan seluruh pembelaan atas tuntutan pidana penjara 3 tahun dalam perkara tersebut.

Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Didakwa Jadi Perantara Suap Djoko Tjandra
Indonesia
Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Didakwa Jadi Perantara Suap Djoko Tjandra

"Terdakwa Andi Irfan Jaya dengan sengaja memberi bantuan kepada Pinangki Sirna Malasari yang merupakan pegawai negeri," kata Jaksa Didi Kurniawan

Polda Metro Jaya Gandeng 18 Ormas Tanah Abang Awasi Protokol Kesehatan
Indonesia
Polda Metro Jaya Gandeng 18 Ormas Tanah Abang Awasi Protokol Kesehatan

Polda Metro Jaya menggandeng 18 organisasi masyarakat (ormas) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk mengawasi kedisplinan warga soal protokol kesehatan COVID-19.

MAKI Desak Kejagung Pecat Jaksa Pinangki
Indonesia
MAKI Desak Kejagung Pecat Jaksa Pinangki

Pinangki bersama Anita Kolopaking mengendarai pesawat Garuda GA 820 jurusan Jakarta Kuala Lumpur keberangkatan jam 08.20 WIB.

Kasus COVID-19 Jakarta Capai 14.915 Positif
Indonesia
Kasus COVID-19 Jakarta Capai 14.915 Positif

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini per 14 Juli 2020 kasus corona di ibu kota.

MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di 3 TPS Pilkada Mandailing Natal
Indonesia
MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di 3 TPS Pilkada Mandailing Natal

MK memerintahkan KPU Mandailing Natal merombak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tiga TPS.

Jenderal Kaki Tangan 'Joker' Ternyata Teman Angkatannya, Kabareskrim Janjikan Ini
Indonesia
Jenderal Kaki Tangan 'Joker' Ternyata Teman Angkatannya, Kabareskrim Janjikan Ini

Tiga jenderal polisi telah dicopot dari jabatannya karena membantu buronan Djoko 'Joker' Tjandra.

Kasus COVID-19 di Indonesia Per 10 Agustus Capai 127 Ribu
Indonesia
Kasus COVID-19 di Indonesia Per 10 Agustus Capai 127 Ribu

Penularan virus corona masih tinggi di masyarakat, padahal pandemi COVID-19 sudah berjalan lebih dari lima bulan.