Tak Terima Dijadikan Tersangka, Yahya Waloni Gugat Polisi ke Pengadilan Yahya Waloni tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Merahputih.com - Tersangka kasus penistaan agama, Yahya Waloni mengajukan gugatan praperadilan soal kasusnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Yahya Waloni, Abdullah Alkatiri menyebut gugatan tersebut diajukan untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka terhadap kliennya. Alasan diajukan permohonan tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014.

Baca Juga:

Pelaku Lain di Balik Ceramah Yahya Waloni Kini Diburu Polisi

"Pada pokoknya menyatakan bahwa lembaga praperadilan berwewenang untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka sebagai pintu masuk upaya paksa lainnya seperti penangkapan, penahanan maupun penyitaan,” kata Abdullah kepada wartawan, Selasa (7/9).

Abdullah menilai penetapan tersangka hingga penahanan yang dilakukan oleh penyidik terhadap Yahya Waloni tidak sah.

Pasalnya, kliennya itu ditetapkan sebagai tersangka hingga ditahan tanpa adanya pemanggilan dan pemeriksaan terlebih dahulu sebagaimana diatur dalam KUHAP.

“Penangkapan yang tidak sesuai due process of law dapat dibenarkan pada kejahatan kejahatan yang luar biasa (Extra Ordinary Crime) seperti Teroris, Narkoba, Human Trafficking ataupun kejahatan yang tertangkap tangan,” ujarnya.

Menurut Abdullah, Yahya Waloni ditetapkan sebagai tersangka kemudian dilakukan penahanan hanya karena melakukan ceramah soal agama lain. "Itu kan ceramahnya di dalam masjid tempat khusus ibadah orang muslim,” imbuhnya.

Terlebih, Abdullah mengklaim jika video yang dituding berisi konten ujaran kebencian dan penodaan agama itu juga bukan diunggah atau disebar oleh Yahya Waloni. “Yang mana yang dikenakan oleh pasal-pasal (yang dilaporkan) tersebut adalah yang menyebarkan bukan yang membuat pernyataan,” kata dia.

Tangkapan layar video amatir saat Muhammad Yahya Waloni tiba di Gedung Bareskrim Polri Jakarta, Kamis (26/8/2021). ANTARA/HO-tangkapan layar video amatir
Tangkapan layar video amatir saat Muhammad Yahya Waloni tiba di Gedung Bareskrim Polri Jakarta, Kamis (26/8/2021). ANTARA/HO-tangkapan layar video amatir

Sebelumnya, Yahya Waloni ditangkap oleh penyidik Dit Tipidsiber Bareskim Polri di kediamannya yang berlokasi di Perumahan Permata Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 26, Agustus 2021 sore.

Dia ditangkap atas kasus ujaran kebencian dan penodaan agama yang dilayangkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme pada Selasa, 27 Apri 2021 lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono berdalih penetapan tersangka dan penangkapan terhadap Yahya Waloni baru dilakukan, yakni lantaran penyidik perlu cermat dalam menangani kasus ini.

“Polri harus profesional, bicara profesional harus dengan cermat melakukan ini semua. Ini dilakukan, yang penting adalah semua laporan itu ditanggapi,” kata dia di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/8) lalu.

Baca Juga:

Sembuh Setelah Dirawat, Yahya Waloni Langsung Dijemput Polisi

Dalam perkara ini, penyidik menjerat Yahya Waloni dengan pasal berlapis. Pasal yang dipersangkakan sama seperti YouTuber Muhammad Kace yang juga terjerat dalam kasus ujaran kebencian dan penodaan agama dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Keduanya dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wartawan Radio Nasional Jadi Korban Tabrak Lari di Fly Over Kuningan
Indonesia
Wartawan Radio Nasional Jadi Korban Tabrak Lari di Fly Over Kuningan

Warga menemukan pelat nomor kendaraan di sekitar lokasi diduga milik mobil penabrak

Hujan Ringan Diprakirakan Turun di Sejumlah Kota Besar pada Kamis
Indonesia
Hujan Ringan Diprakirakan Turun di Sejumlah Kota Besar pada Kamis

BMKG memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan pada Kamis (3/1).

34 Perusahaan Pelanggar PPKM Darurat Naik Penyidikan
Indonesia
34 Perusahaan Pelanggar PPKM Darurat Naik Penyidikan

"Satgas Gakkum melakukan penyelidikan dan terdapat 34 perusahaan yang disegel sudah naik lidik," ujar Yusri

BMKG: Sejumlah Wilayah Terjadi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang
Indonesia
BMKG: Sejumlah Wilayah Terjadi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang

BMKG mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, Senin (12/7).

Penjahat Kelas Kakap Mudah Lolos dengan Paspor Palsu, Kinerja Imigrasi Jadi Sorotan
Indonesia
Penjahat Kelas Kakap Mudah Lolos dengan Paspor Palsu, Kinerja Imigrasi Jadi Sorotan

Buruknya pengawasan bagi para penjahat kelas kakap hingga susahnya menegakkan hukum di Indonesia juga tak luput menjadi sorotan berbagai pihak.

Ucapkan Tahun Baru Imlek 2573, Menag Yaqut: Semoga Semua Persoalan Dapat Teratasi
Indonesia
Ucapkan Tahun Baru Imlek 2573, Menag Yaqut: Semoga Semua Persoalan Dapat Teratasi

“Semoga di sepanjang tahun Macan Air ini segala persoalan dapat teratasi, dan kita semua senantiasa hidup dalam harmoni, damai, dan sejahtera,” kata Menag Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/1).

Polri Terjunkan Densus 88 Amankan PON dari Serangan Kelompok Separatis
Indonesia
Polri Terjunkan Densus 88 Amankan PON dari Serangan Kelompok Separatis

"Minggu depan (pasukan ditambah) saat operasi Pam PON diselenggarakan 18 September mendatang. Seluruh unsur kepolisian akan terlibat," ujar Imam dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/9).

Reaksi Menteri Agama Soal Kasus Ferdinand Hutahaean
Indonesia
Reaksi Menteri Agama Soal Kasus Ferdinand Hutahaean

Kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean tengah menjadi sorotan publik.

Waspada, Kasus Aktif COVID-19 di Atas 146 Ribu
Indonesia
Waspada, Kasus Aktif COVID-19 di Atas 146 Ribu

Penambahan kasus harian COVID-19 di Indonesia berhasil ditekan dibawah angka 5 ribuan. Kini, terjadi penambahan 4.857 kasus baru, sehingga total kasus COVID-19 tercatat 5. 991.687 kasus.

Dua Lembaga Pendanaan JI Hasilkan Dana Belasan Miliar Per Tahun
Indonesia
Dua Lembaga Pendanaan JI Hasilkan Dana Belasan Miliar Per Tahun

Syam Organizer bisa menghasilkan dana untuk kelompok JI belasan miliar per tahun.