Tak Sanggup Penuhi Biaya Produksi, Majalah NME Tutup

Perkembangan teknologi memang mempengaruhi gaya hidup setiap orang. Jika dulu mencari majalah atau koran untuk mengetahui informasi, kini hanya dengan sebuah gadget semua itu bisa terealisasi.

Tak heran kalau media koran dan gadget semakin banyak yang gulung tikar. Salah satunya adalah majalah musik Inggris NME. Seperti diberitakan situs NME, majalah ini akan memiliki edisi terakhir pada hari Jumat (9/3).

Alasan dari majalah NME tutup juga cukup klasik. Majalah yang pertama kali muncul tahun 50an ini mengaku tak sanggup memenuhi biaya produksi. Mereka juga menjelaskan kalau ingin memperluas di dunia digital.

"Majalah mingguan NME berhenti terbit. Majalah minggu ini, yang keluar pada hari Jumat, menjadi edisi cetak terakhir," tulis pernyataan resmi NME.

Beberapa edisi majalah NME (Sumber: NME)
Beberapa edisi majalah NME (Sumber: NME)

Majalah New Musical Express itu memang menjadi salah satu media yang cukup terkenal di Inggris. Banyak musisi yang menjadi narasumber di majalah ini seperti The Strokes, Amy Winehouse, The Libertines, David Bowie dan Oasis.

Mulai 18 September 2015, majalah NME menjadi majalah gratis yang dibagikan ke setiap penumpang kereta dan mahasiswa di seluruh Inggris. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk tutup.

NME berencana mengembangkan situsnya yang berdiri sejak 1996. Mereka juga akan melebarkan sayap pada layanan tiket, stasiun radio dan lainnya. (*)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH