Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Gerombolan Anak Motor di Jakarta Pusat Dibubarkan Polisi Polisi bubarkan gerombolan anak motor di Jakarta Pusat. Foto: MP/Istimewa

MerahPutih.com - Segerombolan orang nekat berkerumun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Mereka nekat mengabaikan protokol kesehatan padahal ancaman COVID-19 tengah tinggi.

Kaposlek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan menemukan masih ada beberapa warga yang kebanyakan anak-anak klub motor nekat berkerumun.

"Kami bubarkan saja karena bisa memicu penularan COVID-19," jelas Eliantoro kepada MerahPutih.com di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (28/9)

Baca Juga

Jenazah Protap COVID-19 Terus Bertambah, TPU Pondok Ranggon Diperluas

Eliantoro melanjutkan, beberapa titik keramaian warga antara lain Pejambon, Stasiun Gambir, Samanhudi Pasar Baru, Kartini, Karang Anyar hingga Pangeran Jayakarta Mangga Dua. Bahkan, ada di antara mereka yang tak menggunakan masker.

"Kebanyakan mereka hanya nongkrong saja. Kami imbau kerumunan agar pulang ke daerah masing-masing," jelas Eliantoro.

Kaposlek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf
Kaposlek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf. Foto: Humas Polsek Sawah Besar

Seperti diketahui, TNI/Polri membentuk Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan di lingkungan masyarakat. Kelompok ini merupakan gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP dan komunitas masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto menjelaskan, tim khusus ini untuk mengendalikan masyarakat agar tertib protokol kesehatan.

"Jumlah personel TNI/Polri dan Satpol PP ada 750an. Terintegrasi Polsek dan Polres," ungkap Heru.

Heru menambahkan, tim ini bakal diterjunkan di tempat keramaian dan restoran maupun tempat makan yang kedapatan masih dipadati pengunjung.

"Banyak sekali, di Kemayoran ada, pasar kaget dan pasar Malam. Delapan kecamatan ini prioritas kita," imbuh Heru.

Ia menuturkan, ojek online bersama pengurus rumah ibadah dilibatkan karena mereka memiliki komunitas yang banyak. Apalagi, kebanyakan pengemudi ojol kerap tidak tertib protokol kesehatan.

"Mereka mensosialisasikan di komunitasnya. Ojol sendiri juga punya kelompok untuk mengingatkan di tempat mereka berkumpul. Seperti di Sawah Besar, Cideng dan Menteng punya leadernya satu per satu. Itu binaan Polres," ungkap Heru.

Baca Juga

Anak Buah Meninggal Karena COVID-19, Begini Kondisi Terkini Menteri Edhy

Termasuk di rumah ibadah jika sebelum adzan pengelola masjid mengingatkan warganya tertib protokol kesehatan.

"Kalau ketertiban sudah mulai rapih. Kami awalnya penindakan cukup banyak di setiap titik ada 50, tapi kemarin seperti di Sawah Besar ada 27 dan 28 orang. Artinya warga kita sudah sedikit disiplin namun mesti diawasi," terang Heru. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH