Tak Pakai Masker, Pengunjung Malioboro bakal Diusir Satpol PP Pengunjung menikmati kawasan Malioboro dan titik nol dengan bersepeda. Foto: MP/Teresa Ika

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan kawasan Malioboro adalah kawasan wajib penggunaan masker dan jaga jarak. Satpol PP Kota Yogyakarta akan memberi sanksi tegas bagi pengunjung Malioboro yang membandel.

“Jika ada warga yang tidak pakai masker, akan langsung diminta pergi dari Malioboro,” tegas kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Rabu (10/6).

Baca Juga

Tokoh Muda Papua: Kasus George Floyd Bukan Rasisme

Sanksi diberikan sebagai upaya mencegah potensi munculnya klaster baru COVID-19. Jika masih terus membandel, satpol PP tak segan menerapkan sanksi sosial lainnya misalnya push up atau memungut sampah.

Pengunjung menikmati kawasan Malioboro dan titik nol dengan bersepeda
Pengunjung menikmati kawasan Malioboro dan titik nol dengan bersepeda. Foto: MP/Teresa Ika

Pihaknya menerjunkan sekitar 130 hingga 150 personel dibantu satu regu Satuan Perlindungan Masyarakat di sejumlah lokasi keramaian. Titik tersebut di antaranya Tugu, Malioboro, hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta dan kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta.

“Kami melakukan pengawasan bersama personel dari Satpol PP DIY, TNI, Polri dan petugas keamanan Maliobooro atau Jogoboro dan Pam Budaya,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Agus, petugas melakukan sapa warga untuk mengingatkan masyarakat agar tetap mengenakan masker dan tidak berkerumuan dan jika beraktivitas di luar rumah maka sebaiknya tidak membawa anak kecil atau balita.

“Pada akhir pekan lalu, kawasan Malioboro cukup ramai dikunjungi wisatawan, bahkan ramai pesepeda. Namun, banyak yang berkerumun dan tidak pakai masker. Dan yang sangat disayangkan, mereka banyak membawa anak kecil. Ini sangat berbahaya," katanya.

Pengunjung menikmati kawasan Malioboro dan titik nol dengan bersepeda
Pengunjung menikmati kawasan Malioboro dan titik nol dengan bersepeda. Foto: MP/Teresa Ika

Ia mengingatkan bahwa pada saat ini potensi penularan virus corona masih terjadi sehingga seluruh masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga

Wagub DKI Minta Semua Pihak Tegur Warga Pelanggar Protokol Kesehatan

“Bagi masyarakat yang sudah ingin berwisata, mohon ditahan dulu. Lebih bersabar. Jangan merasa kondisi sudah landai terus euforia dengan datang beramai-ramai ke kawasan wisata,” katanya. (*)

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Amankan Pilkada, Indeks Kerawanan Jadi Acuan Polisi
Indonesia
Amankan Pilkada, Indeks Kerawanan Jadi Acuan Polisi

Dan dimensi potensi gangguan kamtibmas ada empat variabel, yakni sejarah konflik, kondisi geografis, media, dan karakteristik masyarakat.

Pemerintah Tepat Harga BBM Tak Diturunkan, Ekonom UI: Daripada Munculkan Gejolak
Indonesia
Pemerintah Tepat Harga BBM Tak Diturunkan, Ekonom UI: Daripada Munculkan Gejolak

Harga BBM sebaiknya memang dalam posisi wait and see saja

Kata Prabowo Soal Drone Milik Asing Ditemukan di Laut Sulawesi
Indonesia
Kata Prabowo Soal Drone Milik Asing Ditemukan di Laut Sulawesi

Kementerian Pertahanan meminta publik untuk tidak berpolemik terkait temuan drone bawah laut di Laut Selayar.

Polisi Dalami Pengakuan Kekasih Yodi Prabowo
Indonesia
Polisi Dalami Pengakuan Kekasih Yodi Prabowo

"Kita dalami semuanya. Tapi, belum bisa dipastikan, kita melakukan penyelidikan semuanya," jelas Yusri

Calon Pengganti Idham Azis Enggak Punya 6 Kriteria Ini? Jangan Harap Jadi Kapolri
Indonesia
Calon Pengganti Idham Azis Enggak Punya 6 Kriteria Ini? Jangan Harap Jadi Kapolri

Polri harus terus melakukan pengawasan ke dalam yang cukup intens

KPK Dalami Harta Kekayaan Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Dalami Harta Kekayaan Nurdin Abdullah

KPK memeriksa Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto.

Ganjar: Perekonomian Jateng Turun 5,9 Persen
Indonesia
Ganjar: Perekonomian Jateng Turun 5,9 Persen

"Ekonomi di Jateng selama pandemi turun 5,9 persen. Tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak berguna yang dapat merusak toleransi," kata dia.

Diproses Hukum, Hadi Pranoto Terus Beralasan Tak Sehat
Indonesia
Diproses Hukum, Hadi Pranoto Terus Beralasan Tak Sehat

Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait tudingan penyebaran berita bohong di konten YouTube milik Anji

Pemprov DKI Pantau Bendung Katulampa Awasi Kiriman Banjir Bandang
Indonesia
Pemprov DKI Pantau Bendung Katulampa Awasi Kiriman Banjir Bandang

"BPBD memantau tinggi Muka Air di Katulampa," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, M Insaf