Tak Mudah Lakukan Rem Darurat PSBB, Wagub DKI: Upayakan Cari Jalan Terbaik Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza). (ANTARA/Devi Nindy)

Merahputih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan tidak mudah untuk mengambil kebijakan rem darurat (emergency brake) di Ibu Kota pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

"Pilihan kita tidak mudah. Kalau kita kembali ke PSBB sebelumnya, semua aktivitas berhenti. Kita khawatir pelayanan (juga berhenti). Upayakan cari jalan terbaik dan memperpanjang PSBB transisi," ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/9).

Baca Juga

Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI

Riza meminta masyarakat senantiasa menjaga diri dari penyebaran pandemi akibat virus ini dan mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau 'hand sanitizer' serta menjaga jarak.

"Kita meminta masyarakat lebih peduli," ucapnya.

Riza Patria
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau aliran Kali Angke di kelurahan Kedoya Utara dan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (9/7). Foto: Istimewa

Dalam Pergub Nomor 80 Tahun 2020 tentang PSBB transisi di Bab V Pasal 13 disebutkan mengenai penghentian sementara masa transisi.

Baca Juga

Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI

Penghentian itu, sebagaimana dikutip Antara, dilakukan apabila terjadi lonjakan jumlah kasus positif COVID-19 secara signifikan. Dengan adanya penghentian masa transisi itu, PSBB akan kembali ke tahap awal dengan pengetatan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Banprov Indramayu, KPK Garap 4 Anggota DPRD Jabar
Indonesia
Kasus Banprov Indramayu, KPK Garap 4 Anggota DPRD Jabar

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat anggota DPRD Jawa Barat terkait kasus dugaan suap dana bantuan provinsi (banprov) untuk Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

Seraya Menangis, Panglima TNI Pastikan Seluruh Awak KRI Nanggala 402 Telah Gugur
Indonesia
Seraya Menangis, Panglima TNI Pastikan Seluruh Awak KRI Nanggala 402 Telah Gugur

Berita duka datang dari institusi TNI. Seluruh awak KRI Nanggala 402 dinyatakan telah gugur.

Tingkatkan Literasi Keuangan, Jokowi Perintahkan Bikin Berbagai Kelompok Usaha
Indonesia
Tingkatkan Literasi Keuangan, Jokowi Perintahkan Bikin Berbagai Kelompok Usaha

Presiden meminta TPAKD menggunakan cara-cara dengan unsur seni dan budaya, karakter kekinian, dan cara lainnya untuk tingkatkan akses keuangan masyarakat.

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Jaga Inflasi Tetap Rendah
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Jaga Inflasi Tetap Rendah

pemerintah dan BI menyepakati strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi. Diantaranya, menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3 persen – 5 persen persen.

PAN Minta APBN 2021 Harus Tepat Sasaran Gerakkan Perekonomian
Indonesia
PAN Minta APBN 2021 Harus Tepat Sasaran Gerakkan Perekonomian

Indonesia berada di persimpangan jalan yang kurang kondusif

Polda Metro Kembali Gelar Tes COVID-19 Massal di Petamburan
Indonesia
Polda Metro Kembali Gelar Tes COVID-19 Massal di Petamburan

"Ini kami lakukan untuk mencari kontak erat COVID-19," kata Heru

106 Hotel Bakal Jadi Lokasi Isolasi Mandiri Pasien COVID-19
Indonesia
106 Hotel Bakal Jadi Lokasi Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

Jadi hotel dan jumlah kamar cukup memadai untuk kepentingan mendukung isolasi mandiri

Penambahan Kasus Baru COVID-19 di DKI Hari Ini Capai 4.213 Jiwa
Indonesia
Penambahan Kasus Baru COVID-19 di DKI Hari Ini Capai 4.213 Jiwa

Dengan positivity rate 20,6 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 4.213 jiwa.

Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI
Indonesia
Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI

“Polda Metro Jaya akan transparan dan memberikan ruang kepada komnas HAM, agar hasil investigasi ini menjadi akuntabel di mata publik,” katanya

Kemenkes Diminta Cairkan Dana Insentif Nakes, Ganjar: Dananya Sudah Lama Ditunggu
Indonesia
Kemenkes Diminta Cairkan Dana Insentif Nakes, Ganjar: Dananya Sudah Lama Ditunggu

"Pak sebenarnya kami jadi nggak sih mendapatkan insentif? kapan dapatnya karena kami sudah kerja luar biasa," kata Ganjar menirukan keluhan nakes.