Tak Mudah Bersekolah ke Luar Negeri, Nih yang harus Dipersiapkan! Sekolah ke luar negeri bukan hanya permasalahan akademik saja. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEKOLAH di luar negeri menjadi impian banyak orang. Selain mendapatkan suasana baru, menempuh pendidikan di luar negeri juga meningkatkan soft skill kita dan membuat jaringan kita lebih luas. Tak heran begitu banyak pelajar berlomba-lomba untuk mendaftarkan diri sekolah di luar negeri, terutama yang ingin kuliah.

Persiapan untuk menempuh pendidikan jenjang perkuliahan cukup panjang. Ada begitu banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebelum akhirnya diterima di universitas impian. Mulai dari skor TOEFL atau IELTS, motivation letter, dan lain-lain. Tak hanya persiapan secara akademis, kamu yang tertarik untuk berkuliah di luar negeri juga harus mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan perbankan.

"Sepanjang hidupnya, manusia tak bisa lepas dari aktivitas perbankan bahkan saat di luar negeri," ujar Head of Customer Value Management PT Bank HSBC Indonesia, Dewi Tuegeh saat ditemui di peluncuran HSBC Premier Next Gen, Rabu (18/9).

Baca Juga:

'Toxic Positivity', Merusak Mental

Bagi para orang tua dan anak, ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan saat merencanakan pendidikan di luar negeri. Menurut Head of Marketing Retail Banking and Wealth Management, PT Bank HSBC Indonesia, tahapan yang berkaitan dengan finansial terbagi atas empat bagian; persiapan, satu hingga tiga bulan setelah di luar negeri, menetap di atas tiga bulan, dan setelah lulus. Berikut tahapan finansial yang harus diperhatikan saat akan kuliah di luar negeri:

1. Persiapan

uang
Orangtua harus menyiapkan finansial anak yang akan bersekolah ke luar negeri. (Foto: Pixabay/Bru-nO)

Beberapa waktu sebelum keberangkatan, atau bahkan sebelum mendaftarkan diri ke perguruan tinggi anak dan orang tua mempersiapkan diri sesuai kapasitas masing-masing. "Persiapan anak tentu saja belajar Bahasa Asing sementara persiapan yang dilakukan orang tua berkaitan dengan urusan finansial seperti mempersiapkan uang untuk keperluan anak," jelas Kallista. Jika anak akan menempu pendidikan singkat, siapkan dokumen untuk proses visa pelajar.

2. Satu hingga Tiga Bulan Pertama

uang
Anak harus mempunyai akun bank lokal. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Tiba di negara tujuan, anak tentu membutuhkan uang untuk memenuhi bebagai keperluannya. Mulai dari keperluan sehari-hari, keperluan studi, hingga, makan. "Selain menyiapkan uang yang sudah ditukar ke mata uang negara tujuan, anak juga harus membuka akun di bank lokal. Namun proses pembukaan rekening tak selalu mudah. "Di beberapa bank di luar negeri kita tak bisa langsung membuka rekening setibanya di sana," ungkap Dewi. Carilah informasi beberapa bank yang memberi kemudahan untuk calon nasabah. Jika sulit mencari informasi tentang bank lokal, bukalah rekening di bank yang memiliki jaringan internasional. Kamu takkan dipersulit untuk pemrosesan setelah tiba di sana.

Baca Juga:

Pernah Merinding Saat Mendengar Lagu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

3. Tiga Bulan ke Atas

kartu
Kartu debit atau kredit jadi solusi bila tidak memperoleh akun bank lokal. (Foto: Pexels/pixabay)

Jika tak berhasil membuka akun bank di tiga bulan ke atas, alternatif yang biasanya dipilih oleh orang tua adalah dengan memberikan kartu kredit atau kartu debit milik mereka. Namun perlu diingat, saat melakukan penarikan ada biaya ekstra yang harus kamu keluarkan. "Biasanya ada biaya ekstra juga setiap kali konversi mata uang Rupiah," ujar Dewi. Segera cari profil bank lokal atau pilihlah bank internasional yang bisa memberi kemudahan dan minim resiko.


4. Setelah Lulus

sekolah
Setelah lulus sekolah harus menutup akun bank. (Foto: Pexels/pixabay)

Ketika lulus, artinya kita harus menutup rekening kita di bank lokal. Alasan utamanya yakni kita sudah tak lagi bertransaksi di negara tersebut setelah pulang ke Indonesia. Selain itu kita juga akan kesulitan untuk memindahkan uang yang ada di rekening tabungan saat tiba di Indonesia. Pihak bank juga akan menarik uang simpanan kita untuk biaya pelayanan. Namun menutup akun bank tak selalu berjalan mulus. "Yang sering terjadi saat seseorang ingin menutup akunnya adalah mereka harus membayar biaya ekstra," tutur Kallista. Siapkan uang ekstra untuk mempermudah proses penutupan akun. (avia)

Baca Juga:

Cara Mahasiswa Indonesia di Philadelphia Mencintai Budaya Tanah Air

Kredit : iftinavia


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH