Tak Mau Ikutan Perang, Spanyol Tutup Wilayah Udaranya bagi Pesawat AS

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
 Tak Mau Ikutan Perang, Spanyol Tutup Wilayah Udaranya bagi Pesawat AS

Donald Trump (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SPANYOL tak mau terlibat dalam perseteruan AS-Israel dengan Iran. ‘Negeri Matador’ menutup wilayah udara mereka bagi pesawat Amerika Serikat yang terlibat dalam perang Iran, Senin (30/3). Penutupan ini menjadi langkah terbaru dari negara Eropa yang mengkritik keras terhadap aksi militer AS dan Israel dalam konflik dengan Iran yang telah berlangsung selama sebulan tersebut.

Seperti dilansir The Korea Times, Spanyol sebelumya telah menyatakan AS tidak dapat menggunakan pangkalan militer yang mereka bersama dalam perang dengan Iran. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyebut penggunaan pangkalan militer bersama AS itu sebagai tindakan yang ilegal, ceroboh, dan tidak adil. Sanchez termasuk salah seorang kritikus paling vokal terhadap tindakan Israel dalam perang di Gaza. Ia bahkan beberapa kali menuai kritik dari pemerintah Israel.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menambahkan logika yang sama juga berlaku untuk penggunaan wilayah udara Spanyol. “Hal ini sudah dijelaskan dengan sangat gamblang kepada militer Amerika dan pasukannya sejak awal. Oleh karena itu, pangkalan militer tidak diizinkan digunakan, dan tentu saja wilayah udara Spanyol juga tidak diizinkan digunakan untuk tindakan apa pun yang terkait dengan perang di Iran,” katanya. Robles menegaskan konflik di Iran sebagai hal yang sangat ilegal dan sangat tidak adil.

PM Sanchez menyeru kepada AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang tersebut. “Tidak bisa menanggapi satu tindakan ilegal dengan tindakan ilegal lainnya, karena dari situlah bencana besar umat manusia bermula,” katanya awal bulan ini.

Baca juga:

Ogah Terlibat Serang Iran, AS Beri Sinyal Keluar Dari NATO



Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan para pemimpin Spanyol membanggakan diri atas keputusan menutup wilayah udara mereka meskipun Washington telah berjanji untuk membela negara anggota NATO tersebut. Ia mengatakan aliansi militer trans-Atlantik itu berguna bagi AS karena memungkinkan penempatan pasukan, pesawat, dan senjata di berbagai bagian dunia yang biasanya tidak memiliki pangkalan AS, termasuk di sebagian besar wilayah Eropa.

“Namun, jika NATO hanya berarti kami membela Eropa jika mereka diserang, tetapi kemudian mereka menolak hak penggunaan pangkalan ketika kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang baik,” kata Rubio, dikutip Al Jazeera pada Senin.

Setelah pemerintahan Sanchez menolak penggunaan pangkalan militer Rota dan Moron di Spanyol Selatan oleh AS, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus perdagangan dengan Madrid. Washington juga pernah mengancam perdagangan tahun lalu, ketika Sanchez mengatakan pemerintahnya tidak akan meningkatkan belanja pertahanan sesuai dengan kesepakatan yang dicapai anggota NATO lainnya setelah tekanan dari Trump.

Saat itu, pemerintahan Sanchez menyatakan Spanyol masih bisa memenuhi komitmen militer mereka dengan mengalokasikan 2,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan, bukan 5 persen seperti yang disepakati negara-negara lain dalam aliansi militer yang beranggotakan 32 negara tersebut.

Keputusan baru Spanyol terhadap sekutu NATO sebenarnya jarang terjadi. Meskipun begitu, keputusan ini bukan tanpa preseden. “Sekutu NATO beroperasi dengan asumsi kerja sama, tetapi tentu saja mereka tetap memiliki kedaulatan,” kata Daniel Baer, Direktur Program Eropa di Carnegie Endowment for International Peace dan mantan duta besar AS untuk Organization for Security and Cooperation in Europe.

Keputusan Spanyol mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di antara sekutu tradisional AS sejak Trump kembali menjabat. “Hubungan dengan AS memang sudah tegang. Sekutu biasanya dapat diandalkan, tetapi mereka tidak bisa dianggap pasti akan selalu mendukung,” kata Baer.

Meski demikian, ia meragukan negara-negara Eropa lain akan mengikuti langkah Spanyol.

“Sebagian besar negara Eropa fokus untuk mempertahankan tingkat kerja sama AS dalam mendukung Ukraina sehingga kecil kemungkinan negara lain ikut melakukan hal yang sama, meskipun mereka menyuarakan kekhawatiran mengenai kurangnya kejelasan tujuan strategis AS di Iran,” jelasnya.(dwi)

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Ungkap Rencana Ambil Alih Minyak Iran, Upayakan Rebut Pulau Kharg

#Donald Trump #Amerika Serikat #Spanyol
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan