Tak Lengah di Masa New Normal, Gerakan Pakai Masker Diluncurkan Memakai masker amat penting saat masa new normal. (foto: istimewa)

MASA kenormalan baru setelah berbulan-bulan pembatasan segala kegiatan dimulai. Meski aktivitas harian sudah bisa dilakukan kembali, hal itu tak berarti kebebasan penuh. Ada standar protokol kesehatan yang harus ditaati. Memakai masker saat di luar rumah salah satunya.

Memakai masker amat penting di masa kenormalan baru. Hal itu bisa menghindarikan kita dari gelombang kedua COVID-19. Untuk itulah, Gerakan Pakai Masker (GPM) diluncurkan. “Sampai saat ini kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya mengenakan masker belum merata. Padahal, dengan disiplin menggunakan masker, penularan COVID-19 bisa dicegah hingga 75%," ujar Sigit Pramono, inisiator sekaligus ketua Gerakan Pakai Masker (GPM), saat peluncuran gerakan itu secara daring di Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (27/6), seperti rilis yang diterima Merahputih.com.

BACA JUGA:

Frozen Food, Bisnis Enggak Cengeng di Tengah Pandemi

Ia menjelaskan target utama sosialisasi GPM untuk saat ini ialah para pedagang pasar dan konsumen mereka. Hal itu dilakukan mengingat ada kecenderungan para pedagang di sejumlah pasar tradisional tidak disiplin mengenakan masker saat beraktivitas dan berhubungan dengan banyak orang. “Bahkan ada petugas kesehatan yang diusir dari pasar ketika hendak melakukan test COVID-19 kepada para pedagang. Ini sangat ironis,” kata Sigit.

Akibatnya, menurut Sigit, jumlah pedagang di pasar-pasar tradisional yang terpapar terus meningkat dan dikhawatirkan akan menjadi gugus baru penularan COVID-19.

GPM menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), yang beranggotakan 9.200 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Program ini juga didukung penuh oleh Rumah Zakat, Yayasan Summarecon Peduli, GEMAS, dan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP).

Gerakan Pakai Masker, kata Sigit, bukan saja berupa sosialisasi pentingnya memakai masker, melainkan juga diikuti pembagian masker kepada masyarakat.

gerakan pakai masker
GPM serukan pentingnya pakai masker di pasar tradisional. (foto: istimewa)

Sejumlah perusahaan, organisasi profesi, komunitas, yayasan, dan tokoh Indonesia juga ikut mendukung GPM, di antaranya Mustofa Bisri (Gus Mus), Goenawan Mohamad, Agus Martowardojo, Yusuf Mansur, Romo Mudji Sutrisno, Butet Kertaradjasa, Peter F Gontha, Yenny Wahid, Andy F Noya, Surya Pratomo, Eko B Supriyanto, Pandu Riono, Rosan Roeslan, Hariyadi Sukamdani, Benny Soetrisno, Aviliani, Pradjoto, Sri Adiningsih, dan Erry Ryana Hardjapamekas.

Sigit menyebut GPM merupakan gerakan yang inklusif. Gerakan ini membuka peluang partisipasi masyarakat, perusahaan, oraganisasi, komunitas bahkan individu untuk bersama-sama mendorong semua pihak agar memiliki kesadaran akan pentingnya disiplin mengenakan masker dalam melakukan aktivis di ruang publik. "Justru dengan berkolaborasi dan bersinergi, upaya untuk menurunkan jumlah orang yang terpapar COVID-19 bisa lebih efektif," ujarnya.

Senada, Ketua Asparindo Joko Setiyanto menyambut baik dan mendukung inisiasi edukasi penggunaaan masker yang dilakukan GPM di pasar-pasar tradisional. “Saat ini dengan jumlah pasar tradisonal yang kami naungi, dengan jumlah pedagang dan pembeli yang berinteraksi, kedisiplinan memakai masker merupakan suatu keharusan. Dengan demikian, baik pedagang maupun konsumen akan merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi di pasar,” ujarnya.

Dalam menjalankan kegiatannya, GPM membuka peluang donasi dan penggalangan dana bekerja sama dengan platform crowdfunding BenihBaik.com, Peduli Sehat, dan aplikasi Semua Peduli. "Bagi semua pihak yang ingin mendukung dengan berdonasi, dapat melalui ketiga aplikasi tersebut. Dana yang terkumpul akan digunakaan untuk pengadaan masker dan alat pelindung diri lainnya,” tutup Sigit.(*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Studi Menemukan Penyebab Makan Lebih Banyak saat Karantina
Fun
Studi Menemukan Penyebab Makan Lebih Banyak saat Karantina

Makan secara emosional terjadi karena karantina.

(HOAKS atau FAKTA) : Baim Wong Adakan Give Away, Bagikan Uang Rp 100 Juta
Fun
(HOAKS atau FAKTA) : Baim Wong Adakan Give Away, Bagikan Uang Rp 100 Juta

Untuk mendapatkan hadiah tersebut, penerima pesan diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp

The Queen Lewat Lagu ‘Bohemian Rhapsody’ Raih Sertifikasi Berlian
Hiburan & Gaya Hidup
The Queen Lewat Lagu ‘Bohemian Rhapsody’ Raih Sertifikasi Berlian

Lagu ikonik gubahan Freddy Mercury tersebut secara resmi beroleh sertifikasi berlian RIAA

Kemenparekraf Ajak Musisi Berkarya dengan Inspirasi Budaya Indonesia
ShowBiz
Kemenparekraf Ajak Musisi Berkarya dengan Inspirasi Budaya Indonesia

Kemenparekraf mendorong para musisi yang ada di Indonesia, untuk menjadikan tradisi serta budaya khas Indonesia sebagai inspirasi mereka dalam menghasilkan sebuah karya.

Pentingnya Peran Ayah dalam Kehidupan Anak
Fun
Pentingnya Peran Ayah dalam Kehidupan Anak

Sebenarnya seberapa penting peran ayah di bagi kehidupan si kecil?

Trik agar Anak Mau Mengenakan Masker saat Bepergian
Fun
Trik agar Anak Mau Mengenakan Masker saat Bepergian

Bagi para orangtua, pasti tahu benar syarat ini sulit diterapkan untuk anak-anak

Kanye West Bikin Gim Bareng Nintendo
Fun
Kanye West Bikin Gim Bareng Nintendo

Sudah berkontribusi sejak 2016.

NASA Berminat Membeli Batu dari Bulan
Hiburan & Gaya Hidup
NASA Berminat Membeli Batu dari Bulan

Perusahaan diharapkan membayangkan merancang robot yang kemudian dapat diluncurkan NASA atau pemain sektor swasta utama.

Mengenal Kampung Muslim Loloan di Pulau Bali
Indonesiaku
Mengenal Kampung Muslim Loloan di Pulau Bali

Kampung Loloan merupakan kampung Islam terbesar di Jembrana.

Sempat Ditunda, Acara Khusus PlayStation 5 Dijadwalkan Kembali pada 11 Juni
Fun
Sempat Ditunda, Acara Khusus PlayStation 5 Dijadwalkan Kembali pada 11 Juni

Tanggal baru ini sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar PlayStation.