Tak Lagi Umumkan Penambahan Kasus COVID-19, Pemerintah Dinilai Tutupi Rasa Malu

Tak Lagi Umumkan Penambahan Kasus COVID-19, Pemerintah Dinilai Tutupi Rasa Malu Tim Relawan Indonesia Bersatu (RIB) menyelenggarakan "rapid test" gratis terhadap pengusaha hewan kurban. (ANTARA/HO-Humas RIB)

MerahPutih.com - Pemerintah tak lagi mengumumkan penambahan kasus COVID-19. Per Selasa (21/7), jumlah penambahan kasus mencapai angka 89 ribu dan hanya ditampilkan di media sosial.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, tak lagi diumumkannya penambahan kasus karena pemerintah sudah gerah dengan adanya penambahan kasus yang terus terjadi selama tiga bulan terakhir.

Baca Juga:

Jumlah Kumulatif COVID-19 di DKI Jakarta Per 21 Juli Tembus 17 Ribu Kasus

"Pemerintah sedang bingung dan pusing karena tak bisa atasi corona," jelas Ujang kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (21/7).

Ujang menambahkan, angka terinfeksi dan meninggal terus bertambah seakan membuat pemerintah malu hati jika diumumkan terus-menerus.

"Jika terus diumumkan dan angkanya terus naik, itu sama saja menampar diri sendiri," ungkap Direktur Indonesia Political Review ini.

Ujang melihat, kalau diumumkan terus menerus dengan grafik terus meningkat, pemerintah akan dianggap gagal oleh rakyat.

"Ujungnya rakyat tak akan percaya lagi ke pemerintah. Dan bisa juga membuat rakyat resah dan gelisah," sebut dia.

Dokumen: Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Drh. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB di Jakarta, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)
Dokumen: Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Drh. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB di Jakarta, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Ujang menyebut, seharusnya pemerintah tetap mengumumkan jumlah penambahan kasus. Dengan begitu, pemerintah bakal dianggap transparan soal penambahan kasus.

"Diumumkan saja. Jujur saja. Terbuka saja. Agar rakyat bisa mengantisipasi perkembangan penularan corona yang makin hari makin meningkat," tutup Ujang.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito tampil perdana menggantikan Achmad Yurianto.

Mulai Selasa (21/7), berbagai penjelasan tentang perkembangan COVID-19 di Indonesia disampaikan olehnya.

"Saya mewakili Satgas COVID-19 menyampaikan perkembangan terkini," ujar Wiku.

Baca Juga:

Baru Kerja 16 Hari, Pegawai KPU Positif COVID-19

Wiku melanjutkan, dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, maka aturan ini bertujuan menguatkan organisasi manajemen COVID-19.

Dia pun menyebutkan, pengumuman perkembangan kasus harian COVID-19 tidak lagi dipublikasikan secara paparan dalam konferensi pers. Sebagai gantinya, informasi itu bisa dilihat di laman resmi www.covid19.go.id.

"Terjadi perubahan pengumuman kasus harian yang sbelumnya diumumkan Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto untuk selanjutnya update kasus harian bisa langsung lihat di www.covid19.go.id," tambah Wiku.

Baca Juga:

Tunggu Vaksin COVID-19 Beredar 2021, Masyarakat Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Zulhas Minta Maaf Kepada Amien Rais Saat Penutupan Kongres V PAN
Indonesia
Zulhas Minta Maaf Kepada Amien Rais Saat Penutupan Kongres V PAN

Kadang-kadang juga keluarga yang terbawa terbuka, saya memohon maaf kepada pak Amin dan bu Amien dan keluarga atas apa yang terjadi," katanya.

Jepang Kirim Utusan ke Indonesia Diskusi Masalah Banjir
Indonesia
Jepang Kirim Utusan ke Indonesia Diskusi Masalah Banjir

Pemerintah Indonesia dan Jepang sedang menjalin kerja sama dalam pencegahan bencana banjir dengan studi bendungan

 Terungkap, Mayoritas Pelanggar PSBB Akui Malas Pakai Masker
Indonesia
Terungkap, Mayoritas Pelanggar PSBB Akui Malas Pakai Masker

"Pas diberhentikan, ditanya 'tahu gak harus pakai masker?' 'oh iya tahu'. Barulah masker keluar dari kantungnya, baru dia pakai. Dia tahu, tapi dia kurang perduli," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Malam ini Diprediksi Warga Jakarta Tinggalkan Ibu Kota
Indonesia
Malam ini Diprediksi Warga Jakarta Tinggalkan Ibu Kota

"Prediksi puncak kepadatan mulai nanti sore sampai malam sampai dengan Rabu pagi. Sedangkan, prediksi arus puncak sebaliknya Minggu siang sampai Senin," ujarnya

Ini Isi Bantuan 'Nasi Anjing' yang Resahkan Warga Warakas
Indonesia
Ini Isi Bantuan 'Nasi Anjing' yang Resahkan Warga Warakas

Dugaan sementara terjadi salah persepsi antara pembuat, pemberi nasi dan penerima nasi.

Demokrat Minta Pemerintah Cari Solusi Atasi Badai Ekonomi COVID-19
Indonesia
Demokrat Minta Pemerintah Cari Solusi Atasi Badai Ekonomi COVID-19

"Bangsa ini sedang uji oleh kerasnya situasi ini. Tidak ada jalan mudah, semoga Indonesia baik-baik saja," kata Sartono

Dinkes Kepulauan Riau Nyatakan Kondisi 238 WNI Observasi di Natuna Sehat
Indonesia
Dinkes Kepulauan Riau Nyatakan Kondisi 238 WNI Observasi di Natuna Sehat

Di lokasi observasi hanya petugas ring I yang memberikan pelayanan kepada warga yang diobservasi.

Kasus Sembuh COVID-19 Lebih Banyak Dilaporkan Daerah
Indonesia
Kasus Sembuh COVID-19 Lebih Banyak Dilaporkan Daerah

Presentase kesembuhan dari COVID-19 jauh lebih tinggi dibanding dengan kematian

Panglima TNI Mutasi 47 Pati, Ini Daftarnya
Indonesia
Panglima TNI Mutasi 47 Pati, Ini Daftarnya

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan mutasi jabatan perwira tinggi TNI di lingkungan TNI. Mutasi dilakukan di lingkungan TNI AD, TNI AU, dan TNI AL.

Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Indonesia
Indonesia
Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Indonesia

"Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur perempuan yang sangat mumpuni. Ibu Yenny merupakan komisaris independen, perwakilan publik yang dapat dipercaya," imbuh Erick