Tak Lagi Bahas Pilpres, Ijtima Ulama IV Lebih Fokus Pada Urusan Keumatan Ketua SC Ijtima Ulama IV Ustaz Edi Mulyadi (tengah) memberikan keterangan pers di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8) (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Ketua Steering Committee (SC) Itjima Ulama IV Ustaz Edy Mulyadi menyatakan bahwa agenda Ijtima Ulama IV hari ini tidak akan membahas tentang Pilpres 2019.

Menurutnya, persoalan politik Pilpres sudah selesai dengan putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga: PA 212 Klarifikasi Isu Ijtima Ulama 4

“Apakah ijtima ini akan sikapi peristiwa Lebak Bulus, atau Ulama kecewa dengan rekonsiliasi?. Saya jelaskan bahwa Ijtima Ulama ini kita bahas 11 Juli. Kita tidak mampu menerawang apa yang terjadi setelahnya (pertemuan Prabowo Jokowi di MRT ) dan kita putuskan akan selenggarakan Ijtima Ulama. GNPF, FPI dan PA212 putuskan pasca MK putuskan 01 dan 02 kita putuskan gelar Ijtima,” kata Edy dalam konferensi persnya di Lorin Hotel Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8).

Ia menyatakan jika Ijtima Ulama IV ini merupakan murni keinginan para ulama, habaib dan tokoh 212 untuk membahas persoalan dan kondisi bangsa.

“Jadi murni kepentingan untuk bangsa dan negara bukan soal Pilpres,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa agenda Ijtima Ulama kali ini penyelenggaranya adalah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) pimpinan Yusuf Muhammad Martak.

“GNPF menjadi penyelenggara Ijtima Ulama. Penanggungjawab adalah Ketum GNPF Yusuf Muhammad Martak,” ujarnya.

Ketua PA 212 Slamet Maarif
Ketua PA 212 Slamet Ma'arif usai diperiksa di Mapolresta Solo, Kamis (7/2) (MP/Ismail)

Sementara beberapa ormas lain seperti PA212, Front Pembela Islam dan beberapa ormas lain adalah pendukung saja.

“Berjalannya kita sejalan dengan FPI dan PA212 dan beberapa ormas lain yang ikut selenggrakan ini,” tambah Edy.

Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Ustaz Slamet Maarif menyatakan bahwa dalam Ijtima Ulama memiliki bidang Dakwah. Ia menyatakan jika memang dalam bidang Dakwah di Ijtima Ulama tersebut terdapat wacana untuk membentuk kelembagaan ulama tersendiri.

“Ijtima Ulama I ada keputusan pembentukan kelembagaan yang kami sebut Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPUI),” kata Slamet.

Dan dalam agenda Ijtima Ulama IV ini, ia mengatakan akan meminta laporan dari seluruh daerah apakah kelembagaan MPUI tersebut sudah terbentuk atau belum dan sudah berapa banyak provinsi yang sudah mendirikan lembaga tersebut.

“Sudah berapa provinsi yang udah kebentuk, MPUI itu perkembangannya bagaimana,” ujarnya.

Baca Juga: Ijtima Ulama Jilid III Dianggap Gerombolan Politik Berbau Agama

Karena bagi Ustaz Slamet, MPUI ini akan menjadi wadah tersendiri bagi ulama 212 melakukan rapat dan pengambilan sikap tertentu terhadap berbagai persoalan umat ke depannya.

“Ada satu majelis dimana rutin ulama-ulama kita melakukan rapat. Jadi kalau terbentuk MPUI nanti ada masalah-masalah umat akan difasilitasi dan dibahas oleh MPUI,” terang Slamet.

Namun saat ditanya apakah kelembagaan MPUI tersebut akan menjadi pesaing dari kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang selama ini sudah ada. Slamet membantahnya.

“Tidak semua ulama tercover di MUI. Kita bagi-bagi tugas saja lah. Kalau di Ulama kan gak ada istilah saingan. Kita hanya penyeimbang dan saling mengingatkan saja,” tutupnya.(Knu)

Baca Juga: Ijtima Ulama Ke-4 Akan Lebih Fokus Pada Sikap Politik Ormas Islam



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH