Tak Ingin Tinggal di Indonesia, Sejumlah Warga Afghanistan Datangi Kedubes AS Sejumlah warga Afghanistan mendatangi Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/12) (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Sejumlah warga Afghanistan mendatangi Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/12). Massa hendak menyampaikan surat ke Kedutaan Besar AS terkait kondisi mereka sebagai pengungsi.

Massa yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa itu berbaris rapi di pinggir jalan. Meski memotong sebagian badan jalan, lalu lintas di Jl Merdeka Selatan lancar.

Baca Juga

PKS Dukung Presidential Threshold Nol Persen

"Kami minta bantu dari mereka. Karena di sini (Indonesia) kita sudah ada orang yang 10 tahun, 8 tahun, paling bawahnya 7 tahun. Nggak ada kejelasan gitu," ujar koordinator aksi, Muhammad Ali Fayazi.

Tampak beberapa atribut tuntutan yang dibawa massa demo. Diantaranya spanduk dan poster. "Resettle Afgan refugees from Indonesia, please!!," tulis salah satu poster yang dibawa massa aksi.

Baca Juga

Senator Daftarkan Gugatan Presidential Threshold Nol Persen ke MK

Beberapa massa menginginkan untuk mendapatkan penempatan di negara tujuan seperti Australia dan New Zealand.

"Kami tak ingin di Indonesia. Kami ingin segera ke negara tujuan," kata salah satu massa, Ihsan dengan logat Indonesia yang terbata-bata.

Baca Juga

Presidential Threshold Dianggap Perusak Persatuan Bangsa

Salah satu alasan mereka tak betah di Indonesia karena sulitnya mendapat pekerjaan, tak mendapat jaminan layak hingga beban hidup berat.

Aksi berjalan tertib dan massa langsung pergi dari Kedubes Amerika Serikat dengan teratur. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR RI Minta Kominfo Sosialisasikan Migrasi TV Analog ke Digital Secara Masif
Indonesia
DPR RI Minta Kominfo Sosialisasikan Migrasi TV Analog ke Digital Secara Masif

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyatakan pihak kominfo harus mensosialisasikan program tersebut secara masif.

Serang Orang Dewasa, Jumlah Probable Hepatitis Akut di Jakarta Jadi 21 Kasus
Indonesia
Serang Orang Dewasa, Jumlah Probable Hepatitis Akut di Jakarta Jadi 21 Kasus

Penyakit hepatitis akut tidak berpeluang menjadi pandemi sebab sebaran kasus secara global bergerak lambat.

Bawaslu Minta Harmonisasi UU Pemilu dan Pilkada
Indonesia
Bawaslu Minta Harmonisasi UU Pemilu dan Pilkada

KPU menyampaikan, telah menyusun tanggal pemungutan dan penghitungan suara untuk Pemilu Serentak pada 21 Februari 2024 dan untuk Pilkada Serentak pada 27 November 2024. (Pon)

Jasa Marga Peringatkan Potensi Kemacetan di Tol Japek Arah Jakarta
Indonesia
Jasa Marga Peringatkan Potensi Kemacetan di Tol Japek Arah Jakarta

Pengguna jalan diminta waspada potensi kemacetan yang mungkin terjadi selama masa perbaikan ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Jakarta.

Nama Klub Dewa United FC Resmi Disahkan
Indonesia
Nama Klub Dewa United FC Resmi Disahkan

PSSI telah merampungkan Kongres Biasa 2022 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (30/5) sore WIB.

Pras PDIP Buka Identitas Perempuan yang Cekcok dengan Arteria
Indonesia
Pras PDIP Buka Identitas Perempuan yang Cekcok dengan Arteria

Perempuan yang memaki ibu Arteria disebut sebagai istri dari Brigjen Zamroni mantan Komandan Kodim (Dandim) Jakarta Pusat.

Jaringan Ritel Asal UEA Berinvestasi di Kota Solo
Indonesia
Jaringan Ritel Asal UEA Berinvestasi di Kota Solo

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui salah satu perusahaan ritel atau peritel berinvestasi di Kota Solo, Jawa Tengah. Nilai investasinya mencapai Rp 58,6 miliar.

 Kasus COVID-19 Amerika Serikat Tembus 60 Juta, Terparah dalam Sejarah
Dunia
Kasus COVID-19 Amerika Serikat Tembus 60 Juta, Terparah dalam Sejarah

Angka korban jiwa yang disebabkan COVID-19 di Amerika Serikat telah melampaui pandemi flu Spanyol 1918.

Anak Yatim Piatu karena COVID-19 Bakal Dapat Jaminan Pendidikan
Indonesia
Anak Yatim Piatu karena COVID-19 Bakal Dapat Jaminan Pendidikan

Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta bakal menjamin pendidikan anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.

Indonesia Butuh Bandwidth 55 Terabit Per Detik pada 2025
Indonesia
Indonesia Butuh Bandwidth 55 Terabit Per Detik pada 2025

Pemerintah memproyeksikan kebutuhan kapasitas pita lebar bandwidth internet di Indonesia pada 2025 mencapai 55 terabit perdetik atau persecond (tbps).