Tak Ingin Kecolongan, Kementerian Perhubungan Perketat Jalur Mudik Jelang Idulfitri Suasana aktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kementerian Perhubungan memperketat pengawasan transportasi menjelang (arus mudik) hingga pasca Hari Raya Idulfitri 1441 H (arus balik).

"Sesuai dengan kebijakan pemerintah yang sudah dengan tegas melarang mudik. Kemenhub bersama stakeholder terkait fokus untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi mulai masa menjelang Idulfitri (arus mudik) hingga masa setelah Idulfitri (arus balik),” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Jumat (22/5).

Baca Juga:

Update Corona DKI Jumat (22/5): 6.316 Positif, 1.558 Orang Sembuh

Adita menjelaskan, Menhub Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kemenhub yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan pengetatan pengawasan di lapangan dengan berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait seperti: Gugus Tugas, Kemenkes, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, Operator Transportasi, dan unsur terkait lainnya.

Berdasarkan evaluasi implementasi Permenhub 25/2020, hingga kini masih ada sejumlah masyarakat dan pelaku transportasi yang mencari celah dengan melakukan tindakan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan, seperti: mudik menggunakan travel gelap, mencari jalan tikus untuk mengelabui petugas, memalsukan surat sehat/bebas Covid-19, pemalsuan stiker khusus pada bus, dan lain sebagainya.

Pihaknya tidak ingin kecolongan dengan masih adanya sejumlah pihak baik masyarakat, operator transportasi, dan pihak lainnya, yang bersikeras mencari celah untuk mudik dan menyediakan sarana transportasi untuk kegiatan mudik.

"Untuk itu kesiapan semua petugas di lapangan untuk menegakan aturan sangat penting,” tambah Adita.

Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Aris Wasita)
Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Aris Wasita)

Pengetatan pengawasan transportasi, secara umum terbagi dalam tiga fase yaitu : fase jelang Idulfitri yang dimulai sejak ditetapkannya Permenhub 25/2020 pada 23 April 2020 s.d 23 Mei 2020, fase pada saat Idulfitri pada 24 s.d 25 Mei 2020, dan fase pasca Idul Fitri pada 26 s.d 1 Juni 2020.

Adita menambahkan, pengetatan pengawasan dilakukan dengan cara, di antaranya menambah jumlah personel di simpul-simpul transportasi, memberikan sanksi tegas bagi pelanggar, melakukan pemantauan langsung di lapangan, dan melakukan evaluasi secara berkala.

Penegakkan aturan secara tegas yang dilakukan yaitu misalnya dengan memutar balikan kendaraan yang melewati pos tersebut, menindak dengan tegas travel gelap yang membawa penumpang yang akan mudik dengan sanksi.

"Berupa tilang atau mobil dikandangkan, memperketat pengawasan jalan-jalan alternatif yang biasa dimanfaatkan oleh pemudik untuk mengelabui petugas, dan pemberian stiker khusus angkutan terbatas di terminal bus keberangkatan," jelas Adita.

Pada fase jelang Idulfitri, pengetatan pengawasan sudah terlihat di simpul-simpul transportasi seperti misalnya di Bandara Soekarno Hatta, Stasiun Gambir, Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Bus Pulogebang, dan di sejumlah prasarana transportasi lainnya di kota-kota besar selain Jakarta.

Baca Juga:

Berkaca dari Masjidil Haram dan Nabawi, Mahfud MD Ajak Muslim Indonesia Salat Id di Rumah

Selain itu, pengetatan pengawasan juga dilakukan di pos-pos cek poin yang tersebar baik di jalan tol, jalan nasional, jalan provinsi, hingga ke jalan kecil di daerah untuk menghalau kendaraan umum dan pribadi yang melakukan perjalanan untuk tujuan mudik.

Saat ini, para dirjen juga sudah turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan terkait pengetatan pengawasan berjalan dengan baik.

"Pak Menhub ingin memastikan para petugas dapat menegakkan aturan. Selain itu, beliau juga meminta partisipasi masyarakat untuk ikut membantu pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Adita.

Terkait pengawasan pada fase saat Idulfitri, pengawasan dikonsentrasikan pada lalu lintas di dalam Jabodetabek terhadap masyarakat yang bepergian dengan tujuan berkumpul untuk bersilahturahmi, dan penyekatan perjalanan jarak pendek seperti: Jakarta – Cirebon, Kuningan, Brebes/Tegal, dan Bandung.

Sementara, pada fase pasca Idulfitri (arus balik), Kemenhub melakukan antisipasi-antisipasi. Seperti melakukan koordinasi dengan tim gabungan yang berada di pos cek poin untuk melakukan pengetatan penyekatan lalu lintas keluar masuk Jabodetabek, pengaturan contra flow/one way di jalan tol sesuai kebutuhan, penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan yang akan masuk ke Jakarta, pengaturan rest area jalan tol, memastikan kesiapan kendaraan derek dan petugas jaln tol, dan antisipasi dibukanya tol elevated arah Jakarta. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441 H Jatuh pada 24 Mei 2020

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gempa Bumi di Pacitan Bangunkan Warga Wonogiri dan Sukoharjo, Sempat Dikira Erupsi Merapi
Indonesia
Gempa Bumi di Pacitan Bangunkan Warga Wonogiri dan Sukoharjo, Sempat Dikira Erupsi Merapi

"Saya tertidur tiba-tiba merasakan gempa yang kuat dan cukup lama. Kipas angin gantung yang dipasang di atas kasur terlihat bergerak-gerak," ujar warga Sukoharjo, Wijayanti

KPK Benarkan Saksi Penting di Kasus Edhy Prabowo Meninggal Dunia Tahun Lalu
Indonesia
KPK Benarkan Saksi Penting di Kasus Edhy Prabowo Meninggal Dunia Tahun Lalu

PT ACK merupakan satu-satunya perusahaan kargo yang mendapatkan izin untuk mengangkut benur ke luar negeri

PSI Desak Kemenhub Tutup Layanan Transportasi Publik ke Luar Jabodetabek
Indonesia
PSI Desak Kemenhub Tutup Layanan Transportasi Publik ke Luar Jabodetabek

Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 ke daerah lain.

DKI Gandeng Unilever Kelola Sampah Jadi Energi Terbarukan
Indonesia
DKI Gandeng Unilever Kelola Sampah Jadi Energi Terbarukan

Permasalahan sampah plastik merupakan isu pelik yang membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor, termasuk pihak swasta.

[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Risma Joget Abai Protokol Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Risma Joget Abai Protokol Kesehatan

Pada tanggal 2 Maret 2020 Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan temuan kasus COVID-19 pertama di Indonesia.

[HOAKS atau FAKTA]: Menkes Terawan minta Kematian Dokter Tak Dibesar-besarkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkes Terawan minta Kematian Dokter Tak Dibesar-besarkan

Di poster asli, teksnya berbunyi “Dokter Bukan Stok Gudang”, yang berasal dari kritikan anggota DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, terhadap pernyataan Terawan soal tenaga kesehatan cadangan di tengah pandemi Covid-19.

Miris, Jokowi Tegaskan Insentif Tenaga Medis COVID-19 tidak Berlaku se-Indonesia
Indonesia
Miris, Jokowi Tegaskan Insentif Tenaga Medis COVID-19 tidak Berlaku se-Indonesia

Jokowi menjelaskan para dokter akan diberikan insentif yang berbeda-beda

Petinggi Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Usung Denny Indrayana di Pilgub Kalsel
Indonesia
Kasus Pesta Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Mereka Tidak Diundang Tapi Datang Sendiri
Indonesia
Kasus Pesta Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Mereka Tidak Diundang Tapi Datang Sendiri

Polisi menyebut belasan tamu yang menghadiri acara ulang tahun ayah Sean Gelael, Ricardo Gelael termasuk Raffi Ahmad tidak ada yang diundang. Namun, mereka inisiatif datang sendiri.

Tampil Beda, Jaksa Pinangki Hadiri Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor
Indonesia