Headline
 Tak Ingin Enzo Allie Jadi Kontroversi, TNI Selidiki Dugaan Taruna Akmil Terpapar Khilafah Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Kontroversi taruna Akmil Enzo Zenz Allie yang diduga simpatisan HTI menjadi bola panas untuk institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pasalnya, dalam penelusuran jejak digitalnya Enzo Zenz Allie beberapa kali dalam akun Facebooknya memasang bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang selama ini dikenal getol memperjuangkan ideologi khilafah di Tanah Air.

Baca Juga: Taruna Akmil Enzo Zenz Allie Diduga Simpatisan HTI, Menhan Perintahkan Ini

Bukan hanya itu, ibunda Enzo, Siti Hajah Tilaria yang berasal dari Sumatera Utara dalam postingan FB sempat menghina Presiden Jokowi.

Menanggapi hal itu, Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi menyatakan pihaknya akan menelusuri jejak digital tersebut. Bukan hanya kepada taruna tapi juga keluarganya.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menyatakan pihaknya akan menyelidiki dugaan taruna Akmil yang terpapar khilafah
Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menyatakan pihaknya akan menyelidiki dugaan taruna Akmil yang terpapar khilafah (Foto: antaranews)

"Karena konsepnya bersih diri dan bersih lingkungan dari ideologi non-Pancasila. Bersih diri itu yang bersangkutan, bersih lingkungan itu keluarga, bisa adik, orang tua, saudara. Kan bisa jadi terpengaruh juga dari lingkungan," kata Sisriadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/8).

Sisriadi mengatakan TNI juga melakukan penelusuran digital lewat alat yang dipunya. Hal ini dilakukan seiring kemajuan zaman.

"Itu (akun ibu Enzo) kita juga lakukan penelusuran elektronik. Intinya kita terus lakukan pemantauan. Karena sekarang teknologi sudah canggih, kita punya teknologi juga untuk menelusuri, itu yang kita sebut intelligent technology, intelligent signal, intelligent geospacial. Kita tetap lakukan itu," ungkapnya.

Jenderal bintang dua ini memastikan TNI melakukan penyaringan secara berlapis. Dia mengatakan jika ditemukan hal yang mengindikasikan seorang taruna memiliki paham radikal, maka TNI akan langsung mencoret.

"Tujuan utamanya, TNI tak mau kemasukan prajurit atau pemimpin yang anti-Pancasilais. Tidak Pancasilais itu radikal kanan, radikal kiri, radikal lainnya contohnya ultra liberalis. Itu juga kita cegah masuk TNI," sambung Sisriadi.

Sebelumnya, TNI sempat diingatkan warganet terkait foto-foto Enzo dan ibunya yang membawa benera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Sebagian kalangan mengkhawatirkan TNI disusupi pihak-pihak yang pro khilafah.

Enzo Zenz Allie mengenakan bendara HTI
Foto profile Enzo Allie dengan bendera khilafah yang kerap digunakan HTI (Foto: screenshot FB Enzo)

Sisriadi menegaskan proses penjaringan di TNI dilakukan secara terus-menerus. Penjaringan tidak hanya dilakukan kepada taruna yang masih mengikuti akademi. Sisriadi mengatakan penjaringan dilakukan terus ketika seseorang sudah menjadi TNI aktif.

"Namun demikian, sistem penjaringan kita, salah satu di antaranya dan itu sangat penting adalah penelusuran mental ideologi, itu salah satu materi seleksi TNI. Itu sangat ketat," ujarnya.

Baca Juga: Panglima TNI Pastikan Enzo Zenz Allie Penuhi Syarat Jadi Prajurit TNI

Mayjen Sisriadi mengatakan penelusuran ini dilakukan terhadap semua taruna. Bagi taruna yang ketahuan menganut paham radikal, maka TNI akan langsung mencoret.

"Jadi sasaran kita bukan Enzo atau siapa. Tapi sasaran kita adalah mencegah orang radikal, orang antipancasilais. Radikal kiri, radikal kanan, dan radikal lainnya. Radikal kiri itu komunisme-leninisme, jangan dikira tidak ada itu. Itu akan ketahuan di penelusuran MI (mental ideologi). Kemudian radikal kanan yang ingin mendirikan khilafah juga akan ketahuan di penelusuran jika berbohong. Kalau ketahuan langsung dicoret," ujar Mayjen Sisriadi.

Foto mirip Enzo di jagad dunia maya yang sedang membawa bendera tauhid. Foto tersebut diunggah akun Twitter bernama @Dwiyana_DKM.

Akun tersebut mengunggah foto Enzo yang menggendong tas ransel serta bendera tersebut. Akun tersebut mengindikasikan jika Enzo sebagai simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).(Knu)

Baca Juga: Pesan Panglima TNI di HUT ke-67 Kopassus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Novel Baswedan tidak Hadiri Sidang Perdana Kasusnya
Indonesia
Novel Baswedan tidak Hadiri Sidang Perdana Kasusnya

"Kita pantau betul apakah persidangan jalan atau pengadilan ini penuh dengan tekanan," kata Saor

Sri Sultan Bakal Pidanakan Pelaku Demo Anarkis di Malioboro
Indonesia
Sri Sultan Bakal Pidanakan Pelaku Demo Anarkis di Malioboro

Sri Sultan Hamengku Buwono X geram dan menyesalkan aksi anarkisme dalam demo menolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja pada Kamis (08/10).

Pulihkan Ekonomi, BI Beli Surat Berharga Negara Rp147 Triliun
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BI Beli Surat Berharga Negara Rp147 Triliun

Pembelian SBN secara langsung tersebut sebagai bagian pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan public goods dalam APBN oleh BI.

69 Pasien di Jawa Timur Pulih dari COVID-19, Tingkat Kesembuhannya Capai 17 Persen!
Indonesia
69 Pasien di Jawa Timur Pulih dari COVID-19, Tingkat Kesembuhannya Capai 17 Persen!

Secara rinci, jumlah pasien sembuh atau terkonversi negatif adalah 35 orang berasal dari Kota Surabaya

Pemerintah Proses Surat Pemecatan Wahyu Setiawan sebagai Komisioner KPU
Indonesia
Pemerintah Proses Surat Pemecatan Wahyu Setiawan sebagai Komisioner KPU

"Pemberhentian tetap anggota KPU saudara WS (Wahyu Setiawan) sesuai perundang-undangan, sedang diproses," kata Jubir Istana Fadjroel Rachman

DPRD DKI Minta Anies Terapkan New Normal di Jakarta
Indonesia
DPRD DKI Minta Anies Terapkan New Normal di Jakarta

Menurutnya, masyarakat tak perlu lagi takut terhadap virus corona

RS Sanglah Rawat Belasan Pasien 'Dalam Pengawasan', Didominasi WNA
Indonesia
RS Sanglah Rawat Belasan Pasien 'Dalam Pengawasan', Didominasi WNA

Sudah disiapkan 18 kamar untuk pasien dalam pengawasan COVID-19

Ini Alasan Bareskrim Ambil Alih Penanganan Kasus Rizieq Shihab
Indonesia
Ini Alasan Bareskrim Ambil Alih Penanganan Kasus Rizieq Shihab

Bareskrim Polri turun tangan mengusut dugaan pelanggaran protokol kesehatan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jakarta.

KSAD Suplai Vitamin dan Madu untuk Anak Buahnya yang Berjuang Tangani COVID-19
Indonesia
KSAD Suplai Vitamin dan Madu untuk Anak Buahnya yang Berjuang Tangani COVID-19

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh provinsi untuk penanganan kasus virus corona.

KPK Menangis Ketika Tangkap Pejabat Negara
Indonesia
KPK Menangis Ketika Tangkap Pejabat Negara

"KPK itu menangis sesungguhnya ketika menangkap para pejabat negara, KPK juga bersedih," kata Ghufron