Tak Ingin Ada Kelaparan, Alasan Anies Gelar Buka Bersama di 220 RW Kumuh Tajil buka bersama. Foto: Antara

MerahPutih.com - Beralasan tak ingin ada warga yang merasa kelaparan selama bulan Ramadan, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bakal menggelar buka puasa bersama di 220 Rukun Warga (RW) kumuh di ibu kota.

"Kita mulai sekarang di bulan puasa dengan menyiapkan buka puasa bagi semua. Dan sekarang dimulai dari RW yang masuk kategori padat, masyarakatnya mayoritas miskin dan jumlahnya kira-kira lebih dari 220 RW," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta pusat, Selasa (15/5).

buka bersama
Menu buka bersama Ramadan. Foto: Antara

Pemprov DKI menggandeng Dompet Dhuafa dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam penyelenggaraannya. Menurut Anies, ketimpangan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta merupakan masalah nyata. Ketimpangan itu dalam artinya ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang terdidik, ada yang belum terdidik, ada yang sudah bekerja, ada yang tidak bekerja.

"Juga ketimpangan itu ada restoran yang full booked 30 hari dan ada masyarakat yang kekurangan untuk bisa berbuka puasa, itu juga ketimpangan. Sisi lain kampung-kampung ada yang lengang karena buka puasa yang terbatas," imbuh Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Dengar Keluhan Warga

Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Gubernur menambahkan acara buka bersama ini dapat menjadi ajang bagi pejabat yang hadir, Wali Kota, Camat dan Lurah, mendengarkan langsung keluhan kaum marjinal ibu kota, sekaligus momentum untuk mendorong kerja bersama dengan masyarakat.

"Satu saat nanti masyarakat pun sudah punya menunya di mana masyarakat bisa terlibat langsung. Pemerintah tidak harus selalu berada di paling depan. Pemerintah bisa menjadi fasilitator di mana sesama warga terlibat," tutur Anies.

Sementara itu, warga bernama Rudi (33) berpendapat kegiatan yang akan dicanakan oleh Pemprov DKI bisa menjadi ajang silahturahmi satu dengan warga, dan membantu warga yang ekonominya di bawah rata-rata.

"Kegiatan ini juaga dapat mendekatkan masyarakat dengan lurah, camat dan wali kota. Jadi masyarakat biar kenal juga satu sama lain," kata Rulan. (Asp)

Kredit : asropih


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH