Tak Hanya Terampil, Perusahaan Harus Mempekerjakan Karyawan yang Berpotensi Karyawan berpotensi akan loyal dengan perusahaan (Foto: Unsplash/Hunters Race)

MEREKRUT kandidat berpotensi sangat tepat untuk kebutuhan jangka panjang perusahaan. Tak hanya terampil, kandidat dengan potensi baik juga loyal, pandai, bahkan memiliki motivasi untuk memajukan perusahaan.

Menurut berita pers yang diterima merah putih.com, Robert Walters, perusahaan rekrutmen profesional spesialis, merangkum temuannya dalam buku panduannya berjudul Grow Your Talent: Hire Based on Potential.

Baca juga:

Teknologi Semakin Berkembang, Namun Indonesia Sepi Talenta Teknologi

Buku yang diterbitkan pada Rabu 30 Oktober 2019 lalu itu menggabungkan pandangan para pemimpin dalam dunia bisnis, pakar dalam bidang SDM, para manajer perekrutan dan profesional.

Robert Walters merilis buku panduan untuk perusahaan merekrut kandidat pekerja berkualitas (Foto: Istimewa)

Robert Walters membagikan kiat utama bagi perusahaan dalam merekrut talenta yang potensial. Sebagai strategi jangka panjang pengembangan talenta di dalam perusahaan dan sebuah solusi terhadap situasi yang kompetitif ini.

Hasil survey menunjukkan, 1 dari 2 (42%) manajer perekrutan di wilayah Asia Tenggara masih enggan untuk mengembangkan strategi rekrutmen untuk mempekerjakan talenta. Mereka tidak mau mempekerjakan karyawan yang hanya mengacu pada pengalaman dan keahliannya semata.

Padahal dalam merekrut, mengevaluasi dan kemudian mengelola karyawan yang kurang cocok dengan perusahaan juga membutuhkan sumber daya cukup besar. Namun, 94% manajer perekrutan di Asia Tenggara mengakui bahwa karyawan yang mereka pekerjakan berdasarkan potensi. Bukan sekedar dari pengalamannya semata. Hasilnya, pekerja yang telah direkrut berhasil menjadi karyawan yang berkualitas di perusahaannya.

Baca juga:

Pentingnya Pelatihan untuk Meningkatkan Kualitas SDM

Country Manager dari Robert Walters Indonesia, Eric Mary mengatakan bersaing untuk mendapatkan talenta terbaik akan menjadi pola berkelanjutan yang akan terus terjadi. "Pasalnya perusahaan kini tengah berlomba-lomba untuk mempercepat proses transformasi digital mereka," kata Mary.

Mary menambahkan ini juga berlaku pada permintaan terhadap profesional dengan keterampilan seperti di bidang terkait teknologi. Yang mungkin belum tersedia dalam satu dekade yang lalu. "Perusahaan-perusahaan kini menjadi lebih kompetitif dalam menarik minat talenta terbaik," ujarnya.

Di seluruh wilayah, para responden mengaku bahwa membutuhkan kandidat yang berpengalaman yang siap kerja. Namun, kurangnya pengetahuan terhadap cara menilai potensi seseorang menjadi alasan tidak merekrut profesional berdasarkan potensinya.

Perusahaan yang berhasil merekrut karyawan berpotensi merasakan manfaatnya (Foto: Unsplash/Alex Kotliarskyi)

Berdasarkan temuan Robert Walters, perusahaan-perusahaan di Indonesia butuh waktu lama untuk mencari kandidat berkualitas. Namun, perusahaan yang berhasil merekrut karyawan berdasarkan potensinya mengaku merasakan manfaatnya.

Lebih dari 67% perusahaan membutuhkan waktu 2 bulan atau lebih untuk menemukan kandidat yang dapat mengisi kekosongan dalam tim. Bagi perusahaan yang mempekerjakan kandidat berdasarkan potensinya, 96% terbukti mendapatkan karyawan yang berkualitas.

"Mereka (perusahaan) perlu lebih dari sekedar menyesuaikan benefit yang akan diberikan kepada para kandidat dengan mempertimbangkan strategi jangka panjang yang sifatnya berkelanjutan," pungkas Mary. (ikh)

Baca juga:

Empat Platform Bisnis Ini Bergabung untuk Dukung Operasional Bisnis UKM Indonesia

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH