Tak Cuma Dieng, Gunung Bromo juga Punya Salju Penggaet Wisatawan Hamparan embun es di Gunung Bromo. (Foto: instagram.com/nana_bromo)

DATARAN Tinggi Dieng lagi jadi pembicaraan di kalangan traveller karena fenomena embun es. Dinginnya hingga mencapai -9 derajat celcius. Orang berbondong-bondong datang ke Dieng untuk merasakan "salju" yang menambah dingin kawasan ini.

Tak cuma Dieng, fenomena serupa terjadi di Gunung Bromo. Frost atau embun upas di Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl menjadi salah satu daya tarik meningkatkan kunjungan wisatawan karena fenomena tersebut langka. Wisatawan penasaran untuk melihat butiran salju di lautan pasir berbisik gunung yang eksotis tersebut.


1. Embun upas terlihat di beberapa lokasi TNBTS

Hamparan embun es di Gunung Bromo. (Foto: instagram.com/akpas_)
Hamparan embun es di Gunung Bromo. (Foto: instagram.com/akpas_)

Fenomena embun upas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terjadi sejak 16 Juni 2019 karena memasuki musim kemarau dan suhu udara pada malam hari bisa mencapai nol derajat celsius.

"Embun upas dilaporkan terlihat di sejumlah titik di antaranya Resort Ranupani dan Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, Bukit Penanjakan dan lautan pasir berbisik Gunung Bromo," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat, seperti dikutip Antara.

Embun upas di Cemoro Lawang dan lautan pasir Gunung Bromo terlihat pada 17 Juni 2019 karena suhu di kawasan itu berkisar 10 hingga 12 derajat celsius pada siang hari.

"Sedangkan frost di kawasan Penanjakan dilaporkan pada 18 Juni 2019 dengan suhu mencapai 5 hingga 10 derajat celsius. Jika malam hari, suhu di puncak bukit yang biasanya dijadikan tempat melihat matahari terbit itu mencapai 0 derajat celsius," tuturnya.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Liburan di Ibu Kota? Ini 5 Tempat Wisata Keren yang Patut Kamu Tahu


2. Wisatawan membuldak

Wisatawan berfoto di hamparan embun es Gunung Bromo. (Foto: instagram.com/chafidhotin)
Wisatawan berfoto di hamparan embun es Gunung Bromo. (Foto: instagram.com/chafidhotin)

Kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo selama Juni 2019 mengalami peningkatan karena memasuki musim libur Lebaran dan dilanjutkan dengan liburan sekolah dengan total jumlah wisatawan sebanyak 94.000 orang dengan rincian 92.800 wisatawan nusantara dan 1.200 wisatawan mancanegara.

"Dengan embun upas di lautan pasir juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang penasaran akan fenomena langka musim kemarau di Gunung Bromo tersebut, sehingga tidak jarang wisatawan yang mengabadikan momen tersebut," kata Sarif.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, lanjut dia, jumlah kunjungan wisatawan selama Juni 2019 meningkat tajam dibandingkan pada Mei 2019 yang tercatat sebanyak 53.000 wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: 4 Langkah Pembuatan Kopi Tubruk ala Kafe, Wajib Dicoba Nih di Rumah


3. Larangan mendekati kawah Gunung Bromo

Gunung Bromo. (Foto: instagram.com/akpas_)
Gunung Bromo. (Foto: instagram.com/akpas_)

Ada tiga jalur untuk menuju kawasan Gunung Bromo yakni melalui pintu masuk Cemorolawang Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Tengger Laut Pasir, pintu masuk RPTN Wilayah Gunung Penanjakan, dan pintu masuk Coban Trisula RPTN Wilayah Coban Trisula.

"Kami imbau wisatawan untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tidak mendekat ke kawah aktif Gunung Bromo dengan radius 1 kilometer yang merupakan batas aman," ujarnya.

Gunung Bromo yang memiliki keindahan eksotis saat matahari terbit atau sunrise menjadi salah satu objek wisata favorit dan andalan di Jawa Timur karena tidak hanya wisatawan domestik yang berkunjung ke sana, namun wisatawan mancanegara juga tertarik untuk melihat sunrise dari puncak gunung. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tips Liburan Aman ke Pantai, Salah Satunya Kenali Spot Berbahaya



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH