Tak Cukup Bukti, Anggota Dewas KPK Indriyanto Seno Adji tidak Disidang Etik Tangkapan layar pelantikan Indrianto Seno Adji sebagai anggota Dewan Pengawas KPK - Youtube/Sekretariat Presiden

MerahPutih.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan laporan para pegawai KPK terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan anggota Dewas KPK, Indriyanto Seno Adji, tidak cukup bukti sehingga tidak bisa dilanjutkan ke sidang etik.

"Kami berempat secara musyawarah dan mufakat, menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan Saudara ISA sebagaimana dilaporkan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku tidak cukup bukti, sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke sidang etik," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean dalam jumpa pers, Jumat (23/7).

Baca Juga

Novel Baswedan: Indriyanto Seno Adji Bukan Pimpinan KPK

Tumpak menjelaskan Dewas sudah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Indriyanto. Dari pemeriksaan tersebut, Dewas menilai tidak ada bukti yang kuat yang menyatakan Indriyanto melanggar etik.

Adapun saksi-saksi yang sudah diperiksa yakni, Ketua KPK Firli Bahuri, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Sekjen KPK Cahaya Harefa, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dan pelapor Giri Suprapdiono, Novel Baswedan, dan Dewa Ayu Kartika, serta terlapor Indriyanto.

Diketahui sebanyak 75 pegawai KPK melaporkan Indriyanto Seno Adji ke Dewas, Senin (17/5). Para pegawai yang dinyatakan tak memenuhi syarat dalam asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) itu melaporkan Indriyanto atas dugaan pelanggaran etik.

Indriyanto Seno Adji. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Indriyanto Seno Adji. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko, yang mewakili para pegawai mengatakan, laporan dilayangkan lantaran Indriyanto dinilai sudah berpihak pada pimpinan KPK terkait polemik hasil asesmen TWK.

"Dewas itu secara kelembagaan harus tetap kita jaga. Hari-hari ini Dewas dirasakan sudah berpihak terhadap pimpinan, padahal selain dia punya fungsi pengawasan Dewas itu adalah fungsi hakim etik," ujar Sujanarko di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin.

Indriyanto hadir dalam rapat keputusan dan konferensi pers yang digelar pimpinan KPK pada 5 Mei 2021. Padahal, menurut Sujanarko, sebagai anggota Dewas, Indriyanto yang baru dilantik pada 28 April 2021 seharusnya menjalankan fungsi pengawasan.

"Sehingga kalau ada perbuatan-perbuatan pimpinan-pimpinan yang melanggar kode etik mereka harus bersikap adil," imbuhnya. (Pon)

Baca Juga

Dilaporkan ke Dewas, Begini Respons Indriyanto Seno Adji

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Budi Gunadi Sadikin Minta Gerakan Bersama dalam Tangani Pandemi COVID-19
Indonesia
Budi Gunadi Sadikin Minta Gerakan Bersama dalam Tangani Pandemi COVID-19

Budi Gunadi Sadikin ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Kesehatan (Menkes) menggantikan Terawan Agus Putranto.

Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker 3 Lapis Saat Libur Natal-Tahun Baru
Indonesia
Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker 3 Lapis Saat Libur Natal-Tahun Baru

"Wajib menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut serta menggunakan face shield dari stasiun keberangkatan, dalam perjalanan sampai stasiun tujuan," paparnya.

Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati
Indonesia
Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati

Antasari, kata Wanto, menyebut Muhamad orang baik dan punya komitmen pemberantasan korupsi dan komitmen kebangsaan yang tinggi.

Surat Edaran Larangan Warga India Masuk Indonesia Segera Terbit
Indonesia
Surat Edaran Larangan Warga India Masuk Indonesia Segera Terbit

Pemerintah bakal segera menerbitkan larangan masuk ke Indonesia bagi warga negara India atau yang pernah mengunjungi negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari.

Jakarta Diprediksi Hujan Disertai  Angin Kencang Hari Ini
Indonesia
Jakarta Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Hari Ini

Prakiraan cuaca di wilayah Jakarta Selatan diprediksi hujan pada malam hari dengan intensitas ringan, sementara pada pagi cerah dan dini hari cerah berawan.

Polisi Gandeng Kelompok Pengusaha Vaksinasi Warga di Jakpus
Indonesia
Polisi Gandeng Kelompok Pengusaha Vaksinasi Warga di Jakpus

Hingga kini, proses vaksinasi di Jakarta masih terus berlangsung

Pasien Corona Meningkat, PMI Solo Darurat Plasma Konvalesen dan Oksigen
Indonesia
Pasien Corona Meningkat, PMI Solo Darurat Plasma Konvalesen dan Oksigen

"Permintaan plasma konvalesen tidak hanya datang dari Solo saja, tetapi luar Kota Solo. Kami belum bisa memenuhi permintaan itu karena stok kosong," ucap dia.

KPK Lelang Satu Set Perhiasan Rp245,1 Juta
Indonesia
KPK Lelang Satu Set Perhiasan Rp245,1 Juta

Perhiasan tersebut merupakan barang rampasan dari terpidana Syahrul Rajasampurnajaya yang telah berkekuatan hukum tetap.

Penyerahan Penembak Laskar FPI ke Kejaksaan Tertunda, Ada Apa?
Indonesia
Penyerahan Penembak Laskar FPI ke Kejaksaan Tertunda, Ada Apa?

Untuk pelimpahan tahap dua menunggu salah satu tersangka itu negatif

Siklus Kekerasan Bisa Bikin Trauma Generasi Muda Papua
Indonesia
Siklus Kekerasan Bisa Bikin Trauma Generasi Muda Papua

Pendekatan kekerasan malah justru berpotensi memunculkan lingkaran kekerasan baru yang menimbulkan trauma.