Di Tangan Anak Muda ini, Limbah Kulit Tampil Cantik Anting cantik dari limbah kulit (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

KUALITAS material kulit tak diragukan lagi. Selain membuat penampilan cantik dan stylish, bahan kulit juga memiliki daya ketahanan tinggi alias awet.

Bahan kulit banyak dijadikan ikat pinggang, dompet dan jaket. Produksi kulit secara masif rupanya juga menghasilkan limbah berupa sisa material kulit yang sangat banyak. Kemanakah sisa bahan tersebut?
Bahan kulit tersebut hanya akan berakhir di pembuangan. Padahal, material kulit merupakan salah satu bahan yang sulit terurai. Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk membuatnya terurai layaknya sampah plastik. Hal tersebut tentu mengancam lingkungan.
Kerajinan kulit
Daur ulang limbah material kulit (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)
Sadar akan dampaknya pada lingkungan, dua mahasiswa Universitas Pelita Harapan, Emily Evelyn dan Wenseslaus Guantana
mendaur ulang sisa bahan kulit menjadi produk bernilai jual. Keduanya membuat anting-anting dari sisa bahan kulit.
Kerajinan Kulit
Emily Evelyn dan Wenseslaus Guantana daur ulang kulit (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)
"Sampah kulit itu sulit terurai seperti sampah plastik tetapi masih sedikit sekali orang yang mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang bernilai jual. Jadi kami mengupayakan itu dan melihatnya sebagai peluang," ucap Wenseslaus Guantana yang akrab disapa Wens saat ditemui di acara Handmadenesia, di Sudirman Citywalk.
Keduanya mengatakan jika bisnis tersebut berawal dari sebuah proyek studi. Sebagai mahasiswa Desain Produk, Universitas Pelita Harapan keduanya diminta untuk membuat sesuatu. Mereka pun memilih daur ulang sisa kulit.
Sebelumnya, beberapa lembar material kulit ditumpuk menjadi beberapa lapis. Selanjutnya, dibentuk menjadi beberapa model. Model anting-anting yang mereka pilih adalah jajanan tradisional seperti martabak, kue ape, kue putu dan lain-lain.
Kerajinan Kulit
Anting lucu dari kulit (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)
"Kami pilih jajanan tradisional karena merepresentasikan Indonesia," jelas Emily.
Untuk membuat sebuah anting-anting dibutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit. "Tergantung tingkat kesulitannya. Semakin detil desainnya maka semakin lama," tutur Wens.
Meski baru menjalankan bisnis tersebut, keduanya berharap akan terus melanjutkan bisnis tersebut. Mereka juga berharap lebih banyak orang Indonesia yang concern akan sampah sisa-sisa bahan kulit untuk mengurangi sampah di lingkungan.
Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH