Tak akan Jadi King Maker, Pilpres 2024 The Last Battle Bagi Prabowo Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Foto: Facebook/Partai Gerindra

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memprediksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden 2024.

"Prabowo sudah dipastikan akan maju lagi, 99,9 persen akan maju lagi," kata Ujang saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/8).

Baca Juga

Keponakan Prabowo Minta Pelaku Pemerkosaan di Bintaro Dihukum Berat

Apalagi, kata Ujang, Prabowo yang menjabat Menteri Pertahanan itu telah mendapatkan dukungan dari kader partainya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra beberapa waktu lalu.

"Oleh karena itu, langkah pertama menjadi Ketum Gerindra lagi dan kedua massanya atau kader Gerindra memintanya maju jadi capres lagi," ujarnya.

Ujang meyakini Prabowo tidak akan menjadi "king maker" di Pilpres 2024 dengan mendukung tokoh lain. Pasalnya, Pilpres 2024 menjadi kesempatan terakhir bagi Prabowo, untuk menjadi orang nomor satu di RI.

"Prabowo tak akan jadi king maker di 2024. Di Pilpres 2024 adalah the last battle bagi Prabowo," ungkapnya.

Prabowo
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Foto: Facebook/Partai Gerindra

Menurut Ujang, tidak ada kata malu dalam politik, meski Prabowo sudah tiga kali maju dalam kontestasi Pilpres. Terlebih, aturan hukum tidak melarang seseorang maju sebagai capres dalam empat kesempatan.

"Tak ada kata malu dalam politik. Makanya akan maju lagi. Pertama, tak ada aturan yang melarang. Kedua, penasaran belum pernah menang, Ketiga, di Pilpres 2024 tak ada incumbent," ujarnya.

Meski saat ini Prabowo belum menentukan sikap untuk maju atau tidak sebagai capres di Pilpres 2024. Namun, bukan berarti Prabowo tidak percaya diri menjadi capres. Menurut Ujang, eks Danjen Kopassus itu masih menunggu momentum yang tepat untuk menjawab keinginan kader Gerindra.

Baca Juga

Kasus Fetish Jarik Bukti Pelecehan Seksual Tak Melulu Sasar Perempuan

"Bukan belum percaya diri. Itu strategi. Strategi agar tak terlihat ambisi. Jadi seolah-olah dukungannya dari arus bawah," tutup pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH