Tak Adakan Ibadah Saat Pandemi, Gereja Diminta Sabar dan Tahan Diri Umat Katolik melaksanakan ibadah misa harian dengan menjaga jarak di Gereja Maria Ratu Damai, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/ama.

Merahputih.com - Sekretaris Umum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt. Jacky Manuputty berharap gereja bisa menjadi pusat edukasi dan literasi COVID-19.

Menurutnya, salah satu persolan saat ini dalam menangani COVID-19 adalah terbatasnya edukasi yang secara simultan dilakukan untuk mendorong ketaatan publik.

Baca Juga:

Hasil Rapid Test Negatif Bukan Jaminan Orang Bebas COVID-19

“Paling utama, bagaimana menjadikan gereja sebagai pusat edukasi dan literasi publik terhadap COVID-19,” terangnya, Jumat (19/6).

Jacky mengaku pihaknya melalui gugus tugas di PGI menyikapi sangat kritis dan serius.

“Kita masih mengimbau gereja untuk menahan diri melangsungkan ibadah. Juga terus melakukan koordinasi dengan gugus tugas lokal untuk mengetahui perkembangan epidemologi. Ada sejumlah pengetahuan yang harus dimiliki gereja,” jelasnya.

Arsip Foto - Petugas PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan di GPIB Immanuel, Depok, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Arsip Foto - Petugas PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan di GPIB Immanuel, Depok, Jawa Barat, Selasa (17/3/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Kalaupun dimungkinkan untuk keluar surat keterangan aman COVID-19 dari Gugus. Tugas setempat, gereja harus tetap menerapkan protokol kesehatan. PGI sudah keluarkan panduan protokol yang sangat detil.

“Untuk orang tua dan anak-anak, kami masih mengimbau untuk tidak ikut ibadah jemaat tapi perlu cara kreatif agar mereka bisa beribadah di rumah,” ujarnya.

Baca Juga:

KLB Corona, KPU Solo Batal Lantik 162 Anggota PPS Pilwalkot

Ditanya tentang Sekolah Ninggu, Pdt Jacky mengaku masih disarankan untuk digelar secara online. Menurutnya, saat ini banyak gereja yang telah membuat paket pembelajaran online untuk Sekolah Minggu.

“Dibutuhkan tim pembinaan anak untuk memikirkan cara pembelajaran kreatif dan banyak gereja yang sudah melakukan itu,” tandasnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH