Tak Ada Tiang Gawang, Sandal Pun Jadi Indahnya masa-masa ketika bermain bola tanpa alas kaki dan gawang dari sandal (Foto: instagram @arya_ka)

KETIKA family gathering plesiran ke pantai, tetiba ada sejumlah anggota keluarga seumuran yang nyeletuk 'bete nih kita main bola yuk', lantas saja anggota keluarga besar yang masih terbilang anak muda menyahut 'yuk' main. Biasanya sesudah itu, mereka pete-pete alias patungan untuk membeli bola plastik yang dijual di warung atau toko terdekat.

Baca Juga:

Starling Sang 'Pemersatu Bangsa' di Negeri Aing

Setelah bola plastik dibeli, biasanya tim langsung dibagi dengan cara 'gambreng'. Jumlahnya biasanya tak terlalu banyak, sekitar lima lawan lima.

Meski tidak ada tiang gawang dari besi, tiang dari sandal pun tetap asik untuk bermain bola (Foto: instagram @fahrozisabila)

Pertanyaanya bagaimana bermain sepak bola bola dipantai sementara tidak ada gawangnya? Hal itu bukan menjadi soal bagi anak-anak generasi 90-an atau sebelumnya, karena mereka punya banyak cara untuk bisa bermain, salah satunya dengan menjadikan sandal sebagai gawang.

Tak ada sepatu bola? Bukan juga merupakan masalah, karena di Negeri Aing, nyeker pun jadi untuk bermain sepak bola. Justru banyak orang yang suka nyeker dengan harapan tendangan lebih kuat dan lari bisa lebih cepat.

Eits, tapi ingat, bola yang digunakan bola pelastik yah, bukan bola yang digunakan oleh pesepakbola profesional. Jadi ya, masih aman lah kaki.

Satu hal yang unik lagi, bagi penjaga gawang, memiliki sebuah sarung tangan dadakan. Namun sarung tangan yang dimaksud bukanlah sarung tangan kiper sungguhan, melainkan sandal yang dipakai di tangan untuk menepis bola agar tangan tidak sakit.

Momen-momen seperti itu, tak hanya dilakukan saat berlibur bersama saudara, tapi juga dilakukan saat di sekolah, dan di komplek perumahan.

Baca Juga:

Pelesir ala Orang Indonesia, Selalu Bawa Comfort Food

Kebersamaan bermain bola tanpa alas kaki, bola plastik, gawang dari sandal, sarung tangan dari sandal sangat memorable. Generasi 90-an dan sebelumnya pasti sangat merindukan hal tersebut.

Salah satu orang yang teringat momen tersebut ialah, Fahmi, anak generasi 90-an yang sangat rindu dengan masa-masa tersebut.

"Main bola plastik terus gawang dari sandal sih asik banget, tepatnya pas gue kelas 6 sd, tiap jam olahraga, jam istirahat dan sepulang sekolah, gue pasti main bola," tutur Fahmi.

Di Negeri Aing, sandal bisa berguna menjadi tiang gawang dan juga sarung tangan kiper (Foto: instagram @manggalayuda18

Pada masa-masa sering bermain bola plastik ketika duduk di sekolah dasar. Fahmi tak menampik jika dia kerap di marahi oleh orang tua, soal dampak dari bermain bola.

"Karena sering main bola, gue inget suka diomenlin ortu, dari mulai baju sobek lah gara-gara jatoh, kaki atau tangan luka-luka, sampai pulang telat karena abis sparing dengan sekolah laen pas pulang sekolah," tambahnya.

Namun meski kerap dimarahi orangtuanya, Fahmi tetap menjalani hobinya tersebut. Karena baginya olahraga merupakan sesuatu yang positif.

"Gue sih dimarahin udah kebal, yah namanya juga anak laki, yang penting gue ga aneh-aneh, cuma main bola aja kok," kata dia.

Melihat keseruan masa-masa bermain sepak bola dengan gawang sendal dan bola plastik, tampaknya sangat berbeda dengan masa kini. Dimana banyak anak-anak muda yang pergi ke coffee shop lalu 'tertunduk' di depan layar ponsel untuk main bareng (Mabar) game online.

Namun, kita tak bisa menyalahkan keadaan, di mana terpaan digital sudah merubah kebiasaan banyak orang. Kendati demikian, sejarah dan kenangan masa-masa indah tentunya tidak akan terlupakan. Setiap orang pasti ada masanya, dan setiap masa pasti ada orangnya. (Ryn)

Baca Juga:

Kerokan, Solusi Mujarab 'Masuk Angin' Orang Indonesia Sehabis Pelesiran

Rest Area Jelma Jadi Tempat Wisata
Travel
5 Manfaat Nostalgia untuk Otak
Fun
Rest Area Jelma Jadi Tempat Wisata
Travel
5 Manfaat Nostalgia untuk Otak
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penelitian: Tidak Makan Daging Lebih Berisiko Patah Tulang
Fun
Penelitian: Tidak Makan Daging Lebih Berisiko Patah Tulang

Ada tiga kelompok diet yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami patah tulang.

Robot Tangan 'Ringankan' Beban Jomlo
Fun
Robot Tangan 'Ringankan' Beban Jomlo

Peneliti Kembangkan Teknologi Simulasi Menggenggam Tangan Perempuan.

Jalan Berliku Produksi 'Captain America: The First Avenger'
ShowBiz
Jalan Berliku Produksi 'Captain America: The First Avenger'

Film ini menjadi salah satu film terpenting bagi MCU.

3 Langkah Mengendalikan Dorongan Belanja Daring
Hiburan & Gaya Hidup
3 Langkah Mengendalikan Dorongan Belanja Daring

Kamu tidak berpikir panjang ketika belanja daring.

Santuy Aja, Kamu tak Selalu Harus Bikin Orang Lain Senang
Fun
Santuy Aja, Kamu tak Selalu Harus Bikin Orang Lain Senang

Kamu bukan permen yang selalu manis.

Emoji Baru Siap Rilis Akhir 2021
Fun
Emoji Baru Siap Rilis Akhir 2021

Emoji baru yang bakal rilis bentuknya unik-unik.

Catchplay+ Hadirkan Film Blockbuster Sony Pictures
ShowBiz
Catchplay+ Hadirkan Film Blockbuster Sony Pictures

Kamu bisa menonton film keren 2020 seperti Bad Boys for Life dan Jumanji: The Next Level.

Pernahkah Kamu Merasa Semakin Aneh dan Receh Selama Pandemi? Ini Penjelasan Ahli
Fun
Pernahkah Kamu Merasa Semakin Aneh dan Receh Selama Pandemi? Ini Penjelasan Ahli

pernahkah kamu merasa pandemi COVID-19 membuatmu semakin aneh?

James Gunn Ungkap ‘Suicide Squad’ Versinya Lebih Emosional
ShowBiz
James Gunn Ungkap ‘Suicide Squad’ Versinya Lebih Emosional

Kembali menghadirkan para pemain di film pertama.

Turunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Minuman Ini
Fun
Turunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Minuman Ini

Konsumsi minuman ini di pagi hari agar tekanan darah tetap normal.