Tak Ada Protap Kesehatan dari WHO, Pemprov DKI Belum Berani Buka Diskotek Kepala Dinas Parekraf DKI, Ahmad Cucu Kurnia. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta mengaku kesulitan memutuskan protokol kesehatan di diskotek, lantaran pelaku hiburan malam belum mempunyai referensi kebijakan tersebut dari negara lain.

Meski demikian, Kepala Dinas Parekraf DKI, Ahmad Cucu Kurnia mengatakan, pihaknya masih mengkaji dan membahas aturan itu di tempat hiburan malam.

Baca Juga

Ketua MPR Desak Jokowi Tak Asal Bubarkan Lembaga Negara

"Sebenarnya waktu itu kita mintai juga follow up referensi protokol kesehatan dari negara-negara lain atau WHO, nah itu enggak ada feedback ke kita," kata Cucu di Jakarta, Jumat (24/7).

Cucu mengatakan, referensi dari negara lain itu penting agar pembukaan diskotek itu nantinya tam menjadi klaster baru penyebaran corona. Karena sudah mempunyai pengetahuan tentang protol kesehatan di diskotek.

"Semua protap kesehatan mengacu pada penerapan negara lain yang menjadi standar utama ialah WHO. Misalnya Singapura lah negara tetangga paling deket kayak apa udah bikin," paparnya.

Satpol PP) Jakarta Barat menyegel sementara tempat hiburan malam Diskotek, Bar dan Spa Top One di Jalan Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7). ANTARA/Devi Nindy)
Satpol PP) Jakarta Barat menyegel sementara tempat hiburan malam Diskotek, Bar dan Spa Top One di Jalan Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7). ANTARA/Devi Nindy)

Cucu menilai, dalam penyusunan protokol hampir tak mungkin menerapkan jaga jarak aman pada sektor hiburan malam. Ia juga mengakui bahwa belum ada negara yang berhasil menerapkan protokol kesehatan di hiburan malam seperti karaoke dan diskotek.

"Misalnya di tempat karaoke, itu bagaimana menjaga social distancing di dalam ruang kecil tersebut. Apalagi tempat-tempat kayak diskotik bagaimana caranya coba menjaga social distancing," ungkapnya.

Baca Juga

Djoko Tjandra 'Tepuk Tangan' Lihat Kegaduhan Penegak Hukum

Untuk itu, kata Cucu, pelaku hiburan malam harus memiliki referensi dari luar negeri yang sudah membuka.

"Ada gak referensi dunia tempat diskotik sudah dibuka dan seperti apa penerapan protokolnya," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH