Tak Ada Partai yang Menang Telak di Pemilu Malaysia Tangkapan layar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia Abdul Ghani Salleh. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Tidak ada partai yang berhasil memperoleh lebih dari 50 persen kursi yang diperebutkan di Parlemen dalam Pemilihan Umum (Pemilu) ke-15 Malaysia, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia Abdul Ghani Salleh di Putrajaya, Minggu.

Hingga pukul 04.30 waktu setempat, ia mengatakan keputusan yang diperoleh oleh calon-calon legislatif yang mewakili partai politik (parpol) dan Bebas yakni Pakatan Harapan (PH) mendapat 76 kursi di parlemen, Perikatan Nasional (PN) 51 kursi, Barisan Nasional (BN) 30 kursi, Gabungan Partai Sarawak (GPS) 22 kursi.

Baca Juga:

Pemilu Malaysia: Sejumlah Tokoh Amankan Kursi Penting

Begitupun dengan Partai Islam Se-Malaysia (PAS) 22 kursi, Partai Gabungan Rakyat Sabah (GRS) enam kursi, Partai Tindakan Demokratik (DAP) lima kursi, Partai Warisan tiga kursi, Ikatan Demokratik Rakyat Malaysia (MUDA) satu kursi, Partai Bangsa Malaysia (PBM) satu kursi, dan Bebas dua kursi. Sehingga jumlah keseluruhan menjadi 219 kursi, kata Abdul Ghani.

Ia mengatakan terdapat tiga kursi dalam Pemilu ke-15 Malaysia yang tidak dapat diumumkan kali ini yaitu Parlemen P 107 Padang Serai karena salah seorang calon legislatif meninggal dunia, P 168 Kota Marudu karena masalah cuaca, serta P 220 Baram karena tidak dapat mengadakan Pemilu juga disebabkan masalah cuaca.

“Berdasarkan keputusan yang diperoleh tersebut, tidak ada partai mana pun yang berhasil memperoleh mayoritas melebihi 50 persen dari jumlah kursi yang diperebutkan,” kata Abdul Ghani.

Ia mengatakan 100 persen pemungutan suara untuk DPR adalah 73,89 persen tanpa pengecualian tiga parlemen yang tidak dapat diputuskan tadi.

Sedangkan keputusan untuk 41 kursi Dewan Negeri Pahang yang telah diperebutkan partai politik dan non-partai dalam Pemilu ke-15, ia mengatakan, adalah PN mendapat 17 kursi, BN 16 kursi, PH delapan kursi. Ada satu kursi tidak dapat diumumkan yakni N 42 Tioman sebab kematian salah seorang calon legislatif.

Baca Juga:

Pengadilan Belanda Sebut Malaysia Airlines MH17 Ditembak Rudal Buatan Rusia

Dengan keputusan tersebut maka ia mengatakan tidak ada partai yang menang mayoritas lebih dari 50 persen dari jumlah kursi yang diperebutkan, karena 100 persen untuk pemilihan Negeri Pahang mencapai 70,48 persen.

Sementara itu, keputusan Pemilu ke-15 untuk kursi dewan di Negeri Perak, ia mengatakan untuk 59 kursi yang dipertandingkan oleh calon parpol dan non-parpol yakni PN mendapat 26 kursi, PH 24 kursi, BN sembilan kursi.

Berdasarkan keputusan tersebut ia mengatakan juga tidak ada partai manapun yang secara mayoritas mendapatkan kursi lebih dari 50 persen kursi yang dipertandingkan. Jumlah 100 persen untuk pemilihan Negeri Perak adalah 66,71 persen.

Masyarakat Malaysia telah melaksanakan Pemilu atau Pilihan Raya Umum ke-15 (PRU 15) pada Sabtu (19/11), guna menentukan pemerintahan lima tahun ke depan. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Malaysia Ditolak Jokowi saat Ingin Jadi Anggota G20

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Siapkan Langkah Darurat Evakuasi, Indonesia Siapkan Paspor Khusus WNI di Ukraina
Indonesia
Siapkan Langkah Darurat Evakuasi, Indonesia Siapkan Paspor Khusus WNI di Ukraina

Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan langkah terhadap warga yang berada di Ukraina pasca-invasi Rusia pada Kamis (24/2) kemarin.

Kementerian Agama Lobi Arab Saudi untuk Keberangkatan Ibadah Haji 2022
Indonesia
Kementerian Agama Lobi Arab Saudi untuk Keberangkatan Ibadah Haji 2022

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terus mengupayakan agar tahun 2022 dapat memberangkatkan jemaah haji Indonesia.

Update COVID-19 Nasional, Kasus Harian Bertambah 2.400
Indonesia
Update COVID-19 Nasional, Kasus Harian Bertambah 2.400

Pemerintah mendeteksi 2.400 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir hingga Rabu (6/4) pukul 12.00 WIB.

Usut Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Direktur RSUD Kota Bekasi
Indonesia
Usut Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Direktur RSUD Kota Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur RUSD Kota Bekasi, Kusnanto, dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Kota Bekasi.

DPR Mesti Dalami 5 Hal kepada Calon Panglima TNI Yudo Margono
Indonesia
DPR Mesti Dalami 5 Hal kepada Calon Panglima TNI Yudo Margono

Komisi I DPR RI menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan kepada Laksamana Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI, Jumat (2/12).

Pemerintah Diminta Atasi Kesenjangan Pendidikan di Indonesia
Indonesia
Pemerintah Diminta Atasi Kesenjangan Pendidikan di Indonesia

Kesenjangan di bidang pendidikan, terutama di tingkat perguruan tinggi mendapat sorotan dari Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti. Menurutnya, masalah yang muncul antara lain biaya kuliah sangat mahal.

Prabowo Perintahkan Seluruh Kader Gerindra Beri Bantuan Korban Gempa Cianjur
Indonesia
Prabowo Perintahkan Seluruh Kader Gerindra Beri Bantuan Korban Gempa Cianjur

Partai Gerindra menyalurkan bantuan kepada para korban terdampak bencana gempa bumi yang melanda kawasan Cianjur dan sekitarnya pada Senin (21/11) siang kemarin.

Ketua DPRD DKI Sebut Raperda ERP Masuk Program Prioritas
Indonesia
Ketua DPRD DKI Sebut Raperda ERP Masuk Program Prioritas

Rancangan peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE) bakal dibahas DPRD bersama Eksekutif DKI Jakarta.

Eks Wali Kota Yogyakarta Ditetapkan sebagai Tersangka Suap
Indonesia
Eks Wali Kota Yogyakarta Ditetapkan sebagai Tersangka Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti sebagai tersangka.

 Dispensasi Perpanjangan SIM Tinggal Satu Pekan
Indonesia
Dispensasi Perpanjangan SIM Tinggal Satu Pekan

Seluruh kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Korlantas Polri akan memprioritaskan pengurusan perpanjangan SIM yang masa berlakunya pada 29 April sampai 8 Mei.