berita-singlepost-banner-1
Tak Ada Oposisi Jadi Kesempatan Emas Anies Menuju Pilpres Anies Baswedan saat doa bersama atas kemenangannya sesuai hasil quickcount Pilgub DKI 2017, Masjid Istiqlal, Rabu (19/4). (MP/Rizki Fitrianto)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com – Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mengatakan bahwa situasi saat ini tidak ada pihak yang benar-benar berada di blok oposisi sebagai penyeimbang pemerintah.

Dan menurutnya, ruang kosong itu bisa diisi oleh sosok Anies Rasyid Baswedan yang saat ini tengah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga:

Momen Natal, Anies Ingatkan Keberagaman dan Persatuan

“Saat ini demokrasi kita agak aneh (karena) kita tidak punya oposisi. Bahkan tidak ada figur oposisi. Namun ini bisa diisi oleh Pak Anis,” kata Stanislaus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (28/12).

Kelompok oposisi yang sebelumnya diharap-harapkan justru sudah menjadi bagian dari kekuasaan politik. Kondisi ini yang membuat ruang oposisi saat ini menjadi terkesan hampa.

“Praktis sekarang kelompok oposisi sudah di dalam pemerintahan, tokoh oposisi sudah hilang,” ujarnya.

Situasi seperti ini menurut Stanislaus adalah kesempatan emas bagi Anies. Apalagi, kedudukan Anies Baswedan berada sejengkal dengan kekuasaan RI. Kesempatan tersebut seharusnya tidak boleh disia-siakan oleh Anies untuk merebut “tiket” calon presiden di 20204.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Katedral Jakarta dalam rangkaian silaturahmi dengan warga dalam perayaan Natal 2019. (Foto: MP/Kanugrahan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Katedral Jakarta dalam rangkaian silaturahmi dengan warga dalam perayaan Natal 2019. (Foto: MP/Kanugrahan)

“Pak Anis bisa menjadi kuda hitam. Dua tahun itu mau atau tidak Pak Anis harus mencari panggungnya,” jelas Stanislaus.

Selain itu, Stanislaus juga menyarankan agar Anies merangkul seluruh potensi kekuatan politik yang ada. Apalagi Anies belum memiliki kendaraan politik yang bisa melancarkannya maju dalam kontestasi pemilihan presiden.

Baca Juga:

Anies Puji Kebahagiaan Muncul di Jakarta saat Perayaan Natal

“Agar Pak Anis ada panggung mau tidak mau Anis harus merangkul suara lawan politiknya pada pilkada lalu,” tuturnya.

“Langkah yang sudah dilakukan adalah momentum Natal kemarin, tetapi ini harus hati-hati,” imbuh Stanislaus.

Stanislaus mengingatkan pula agar Anies tidak terhipnotis dengan angka matematis semata.

“Polarisasi yang terjadi pada pilkada kemarin, tugas Pak Anis adalah bagaimana cara merangkul 42 persen kemarin. Matematika tidak berlaku di politik,” tutupnya. (Knu)

Baca Juga:

Haji Lulung Puji Anies Copot Plt Kepala Disparbud DKI Terkait Colosseum


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6