Tak Ada Indikasi Serangan Terorisme di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. (ANTARA/HO)

MerahPutih.com - Polisi belum menemukan bukti keterlibatan jaringan teroris di balik peristiwa penusukan terhadap penceramah Syekh Ali Jaber di Kota Bandar Lampung pada Minggu (13/9) kemarin.

“Ya sampai sejauh ini kita belum menemukan hal ke sana ya (jaringan teroris),” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad kepada wartawan, Senin (14/9).

Menurut Pandra, berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung, tersangka Alpin Adrian melakukan tindakan tersebut lantaran terbayang-bayang dengan wajah Syekh Ali Jaber.

Baca Juga:

Polisi Diminta tak Mudah Simpulkan Penyerang Syeikh Ali Jaber Alami Gangguan Jiwa

Kepada penyidik, pelaku mengaku sering melihat Syekh Ali Jaber di televisi.

“Pemeriksaan dari tersangka tadi malam, dalam pengakuannya, dia itu rasanya merasa sering melihat di televisi itu saja. Sehingga dia merasa terbayang-bayangi wujud atau fisik Syekh Ali Jaber, sehingga dia melakukan tindakan tersebut. Itu yang ada di alam pikiran dia,” ungkap Pandra.

“Makanya ini harus sesuai dong antara fakta yang terjadi maupun dari keterangan tersangka kan harus sesuai,” imbuhnya.

 Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Sementara itu, Pandra menyampaikan bahwa pihaknya pun telah berencana melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan tersangka.

Pasalnya, berdasar keterangan orang tua tersangka, pemuda berusia 24 tahun itu mengalami gangguan kejiwaan sejak 2016 silam.

“Tetapi tersangka termasuk barang bukti yang ada sudah diamankan, bahkan tersangka masih ditahan sampai saat ini. Kita tetap akan memproses secara hukum dan tentunya proses secara hukum ini didasari juga dalam keadaan sehat jasmani dan rohani terhadap tersangka,” pungkasnya.

Baca Juga:

DPR Nilai Penusukan Syekh Ali Jaber Berpotensi Jadi Ajang Provokasi

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk oleh orang tidak dikenal terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 17.20 saat melangsungkan program satu juta hafiz di Lampung di Masjid Falahuddin di Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Kota Bandarlampung.

Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian lengan sebelah kanan akibat tusukan senjata tajam pelaku.

Dari keterangan orang tua, pelaku mengidap gangguan jiwa sejak 2016 lalu. Namun, saat ini polisi belum memastikan apakah pelaku benar mengidap gangguan jiwa atau tidak. (Knu)

Baca Juga:

PAN Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Jangan Disimplifikasi Dilakukan Orang Gila

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemendag Bantu UKM Raih Pembiayaan Ekspor Disaat Pandemi
Indonesia
Kemendag Bantu UKM Raih Pembiayaan Ekspor Disaat Pandemi

Pembiayaan ekspor ini diharapkan dapat membantu ‘UKM Naik Kelas’ untuk tetap menggerakkan roda usahanya.

Resesi Ancam Indonesia, Pengusaha Sambut 12 Juta UMKM Dapat Modal Kerja
Indonesia
Resesi Ancam Indonesia, Pengusaha Sambut 12 Juta UMKM Dapat Modal Kerja

bantuan modal kerja bersifat hibah, yang tidak ada kewajiban mengembalikan, tidak dipergunakan untuk konsumtif keperluan pribadi atau rumah tangga.

 Hadapi Ledakan Pasien Corona, Erick Thohir Siapkan 35 Rumah Sakit BUMN
Indonesia
Hadapi Ledakan Pasien Corona, Erick Thohir Siapkan 35 Rumah Sakit BUMN

"BUMN mempunyai 65 rumah sakit, di mana 35 rumah sakit diantaranya sekarang sudah buat COVID-19," ujar Erick usai meninjau RS Pertamina Jaya

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19
Indonesia
Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Tanpa ada gejala demam, Twindy Rarasati langsung mengalami gejala sesak nafas.

Kapolri Pengganti Idham Harus Sosok Persuasif
Indonesia
Kapolri Pengganti Idham Harus Sosok Persuasif

Selain itu, Polri butuh sosok yang dalam menegakkan hukum secara adil dan tidak menimbulkan kontroversi.

Saudi Tutup Layanan Umrah, Jokowi Malah Bayar Influencer Biar Wisman Datang
Indonesia
Saudi Tutup Layanan Umrah, Jokowi Malah Bayar Influencer Biar Wisman Datang

Beda Arab Saudi dan Indonesia menyingkapi dampak wabah global virus corona.

KPK Garap Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
KPK Garap Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia

KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso sebagai tersangka

Solo Wajibkan Ibu Hamil Positif COVID-19 Harus Operasi Sesar
Indonesia
Solo Wajibkan Ibu Hamil Positif COVID-19 Harus Operasi Sesar

Pemkot Solo memastikan biaya operasi sesar bagi ibu hamil yang positif COVID-19 dijamin gratis

NasDem Tolak Sekolah di DKI Jadi Isolasi Kasus Corona
Indonesia
NasDem Tolak Sekolah di DKI Jadi Isolasi Kasus Corona

menurut dia, masih banyak gedung lain di Jakarta yang layak layak dijadikan tempat isolasi pasien terinfeksi COVID-19

KPK Dalami Aliran Duit Suap dan Gratifikasi Nurhadi Lewat Adik Iparnya
Indonesia
KPK Dalami Aliran Duit Suap dan Gratifikasi Nurhadi Lewat Adik Iparnya

KPK beres memeriksa adik ipar eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rahmat Santoso dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.