Tahun Politik 2018, PSI Harap Elite Politik Tak Asal Buru Kemenangan Ketua PSI Grace Natalie bersama kader PSI di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/9). (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Memasuki tahun 2018 publik tanah air akan disuguhkan dengan berbagai aktivitas politik di perhelatan Pilkada Serentak Juni mendatang.

Untuk itu, perlu pendewasaan dan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat agar pertarungan tidak menyisakan perpecahan dan keterbelahan antar kelompok.

Pendapat itu disampaikan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyikapi pertanyaan wartawan apa yang seharusnya dilakukan elit politik dalam menghadapi pesta demokrasi, Pilkada serentak 2018.

"Politik bukan saja soal strategi mendapatkan kekuasaan. Tapi juga proses pendidikan politik rakyat. Cara mendapatkan kekuasaan dalam konteks ini menjadi penting. Tidak asal menang, tapi politisi harus bertanya apakah strategi dan taktik politik mereka ikut mencerdaskan rakyat atau tidak," kata Raja di Jakarta, Senin (1/1).

Menurutnya, eksploitasi isu SARA dengan menyebar informasi bohong dan fitnah merupakan salah satu cara elit politik yang tidak beretika.

Cara-cara seperti ini, kata dia, merupakan startegis yang tidak sehat dan cenderung memecah-belah bangsa pada akhirnya.

"Penggunaan primordial, politisasi agama harus dijauhkan. Begitu pula mobilisasi berita hoax di media sosial harus dihentikan," imbaunya.

Dengan demikian, lingkungan masyarakat juga akan ikut sehat karena jauh dari provokasi isu agama dan Ras. Sehingga, pemilih pun akan memilih sesuai kehendak hati nurani.

"Ruang publik kita menjadi sehat. Politik lebih bermartabat. Pemimpin yang terpilih juga pasti yang terbaik," ucap dia. (Fdi)

Kredit : fadhli


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH