Tahun Depan, Anggaran Dana Desa Naik Jadi Rp 80 Triliun Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota-Program Inovasi Desa di

MerahPutih.com - Pemerintah Republik Indonesia mewacanakan akan menaikan anggaran dana desa pada 2019 dari Rp 60 triliun menjadi Rp 73 triliun hingga Rp 80 triliun.

"Mari kita doakan keuangan negara cukup untuk menaikan anggaran dana desa menjadi Rp80 triliun pada 2018," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (31/7)

Mendes Eko menyebutkan saat awal pencarian dana desa pada 2015 banyak mendapat perlawanan dari berbagai pihak, dengan alasan pemerintah desa belum siap. Namun, Presiden Joko Widodo tetap bersikeras tetap ada dana desa.

Mendes PDTT Eko Sandjojo bersama dengan sejumlah Menteri, Kepala Lembaga, dan tokoh nasional meninjau langsung laboratorium narkotika dan tempat pelatihan anjing pelacak khusus narkoba. Foto: Kemendes

Sampai saat ini, dana desa sangat bermanfaat terhadap pertumbuhan ekonomi desa dan percepatan pembangunan infrastruktur desa.

Adapun, besaran dana desa dari 2015 hingga 2018 berturut-turut, yakni Rp20,67 triliun dengan serapan 82,72 persen, Rp46,98 triliun dengan serapan 97,65 persen, Rp60 triliun dengan serapan 98,54 persen dan Rp60 triliun.

Dana desa tersebut mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Adapun manfaat dana desa aktivitas ekonomi masyarakat, yakni jalan desa 123.858 km, jembatan 791.258 meter, pasar desa 6.576 unit, tambatan perahu 2.960 unit, embung 1.971 unit, irigasi 28.830 unit dan sarana olahraga 3.111 unit.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo. Foto: Kemendes

"Dalam sejarah pembangunan jalan desa, baru terjadi dalam tiga tahun teraknir. Hal ini berkat adanya dana desa," ujarnya seperti dilansir Antara.

Selain itu, kata Eko, dana desa mampu menekan gini rasio ditingkat desa. Dibandingkan 2015, rasio gini 2018 diperdesaan mengalami penurunan, yaitu sekitar 0,010. Selanjutnya, pertama kali angka kemiskinan Indonesia hanya satu digit, terendah sejak 1998, yaitu mencapai 9,82 persen atau 25,95 juta jiwa.

"Tentu hal ini menjadi prestasi sendiri. Ke depan, dana desa akan ditingkatkan karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat di desa dan pelosok-pelosok," tambahnya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH