Tahu Bedanya A/T dan CVT? Ini Jawabannya Transmisi otomatis digemari karena tidak membuat lelah. (Foto: Pexels/Pixabay)

TRANSMISI otomatis sudah bukan hal yang asing lagi saat ini. Malahan popularitasnya kian menggeser transmisi manual. Kenyamanan transmisi ini terasa bila jalanan macet. Apalagi perjalanan jauh membuat badan tidak cepat letih.

Laman KabarOto membeberkan transmisi otomatis ternyata ada dua jenis, A/T dan CVT. Nah apalagi nih?

Baca Juga:

Mau Beli Kodok? Periksa Jangan Ada Keropos!

mobil
Transmisi otomatis terus mengelami perkembang. (Foto: Pixabay/viganhajdari)

Keduanya memang sama masih dalam lingkungan transmisi otomatis. Perbedaannya memang teknis saja, bagi orang awam tidak akan bisa membedakannya. Kedua jenis transmisi otomatis ini secara garis besar memiliki cara kerja yang berbeda. Bahkan CVT dinilai lebih halus ketimbang A/T.

Transmisi A/T sudah ada sejak zaman dahulu dan perkembangannya kian membaik dari tahun ke tahun. Transmisi ini sebenarnya tidaklah berbeda dengan yang manual. Hanya saja perpindahannya dilakukan bertingkat secara otomatis, dari satu, dua, tiga dan seterusnya.

Biasanya perpindahannya terasa. Ini karena adanya ratio pada masing-masing gigi. Percepatan otomatis pada awalnya hanya tiga atau empat saja plus R atau Reverse yang berarti mundur. Pada perkembangannya transmisi otomatis memiliki 9 percepatan dan R.

Baca Juga:

4 Klasik Supercar yang Tidak Populer

mobil
Mobil kelas menengah ke atas biasanya memakai CVT. (Foto: Pexels/Mike)

Secara teknis A/T berbasis gir untuk menciptakan rasio gigi 1, 2, 3, 4, dan seterusnya serta R. Susunan ini yang disebut dengan istilah planetary gir set. Satu set planetary terdiri atas gigi matahari, gigi cincin, gigi pinion, dan carrier atau disebut juga rumah gir.

Sementara untuk satu unit girboks matik step A/T umumnya menggunakan 2 set planetary gir, baik disusun terpisah maupun menyatu. Bertambahnya jumlah percepatan membuat perpindahan gigi menjadi lebih cepat, sehingga A/T juga tak kalah halus dengan CVT.

Transmisi otomatis CVT, umumnya diaplikasikan pada kendaraan menengah keatas. Di Indonesia, CVT termasuk teknologi baru karena masuk di sekitar tahun 2000. Padahal teknologi ini sudah ada sejak 1980-an. Berbeda dengan A/T, perpindahan gigi pada CVT terasa lebih halus. Sehingga ketika pengendara melakukan percepatan maka tidak akan terasa perpindahannya seperti pada transmisi A/T.

Secara teknis CVT basisnya menggunakan puli dan sabuk baja sebagai komponen utama penggerak transmisi. Rationya dapat dikatakan rapat membuatnya jadi tidak terasa perpindahan percepatannya. Hanya saja kalau perbaikan CVT memang lebih mahal. Namun perawatan antara keduanya tidak berbeda. (psr)


Baca Juga:

Mobil Klasik Inggris yang Berstatus Koleksi

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH