Tahapan Pemilu Dirancang 22 Bulan Sampai 25 Bulan TPS. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah, KPU, dan Komisi II DPR belum mencapai kesepakatan terkait durasi tahapan pemilu. Saat ini, diasumsikan tahapan mencapai 25 bulan. Dampak dari panjangnya tahapan pada anggaran yang dibutuhkan penyelenggara.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan mengatakan, dasar dari asumsi tersebu adalah menyediakan waktu persiapan yang lebih panjang bagi para pihak penyelenggara pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.

Baca Juga:

Jelang Pemilu Makin Panas, DPR Peringatkan Jenderal Andika sebagai Panglima TNI

Namun, apabila seluruh pihak terkait telah mencapai kesepakatan tahapan pemilu dengan durasi 22 bulan, maka pihak penyelenggara akan menyesuaikan, terutama terkait anggaran.

"Jadi, kalau nanti sudah final diputuskan tahapan 22 bulan, tentu kami akan menyesuaikan, karena tahapan lebih pendek,” ujar dia.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) berjanji, bakal mengefisienkan anggaran setelah adanya kepastian tahapan pemilu. Selain itu, kondisi keuangan negara juga akan menjadi pertimbangan saat menyusun anggaran pemilu, dengan prinsip efektif, efisien, dan akuntabel.

Pilkada Tangerang Selatan. (Foto: Antara)
Pilkada Tangerang Selatan. (Foto: Antara)

"Prinsip kami adalah efektif, efisien, dan akuntabel. Itu yang kami pegang dalam rangka menyusun anggaran pemilu maupun pemilihan kepala daerah 2024 ini. Anggaran tersusun dari dua hal, pemilu ada di APBN, dan pilkada ada di APBD," ujar Abhan.

Salah satu efisiensi anggaran yang akan dilakukan oleh Bawaslu adalah dengan hanya membentuk satu tim pengawas untuk mengawasi dua pelaksanaan pemilihan, yakni pemilu dan pilkada, bukan membagi pengawasan menjadi dua bagian untuk masing-masing pelaksanaan.

"Apakah perlu dibentuk pengawasan jadi dua? Saya kira tidak efektif. Jadi, satu saja. Itu yang nanti akan melakukan pengawasan dua, pengawasan pemilu dan pilkada. Itu akan lebih efektif dan efisien," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Aturan Tidak Berubah, Polarisasi Ala Pemilu 2019 Berpotensi Berulang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Perkuat Penelusuran dan Tes COVID-19 Sampai Empat Kali Lipat
Indonesia
Pemerintah Perkuat Penelusuran dan Tes COVID-19 Sampai Empat Kali Lipat

Pemerintah akan memperkuat tracing dan testing atau penelusuran dan pemeriksaan COVID-19 menjadi tiga sampai empat kali lipat dari yang dilakukan sejauh ini.

Bareskrim Mulai Selidiki Kasus Dugaan Paspor Palsu Adelin Lis
Indonesia
Bareskrim Mulai Selidiki Kasus Dugaan Paspor Palsu Adelin Lis

Dirtipidum sudah berkoordinasi dengan SLO Polri di Singapura terkait masalah tersebut

Pengalaman Empat Srikandi Unpad Selamatkan Gibran yang Hilang di Gunung Guntur
Indonesia
Pengalaman Empat Srikandi Unpad Selamatkan Gibran yang Hilang di Gunung Guntur

Gunung Guntur, Garut, salah satu gunung api besar di Jawa Barat, memiliki medan yang tak mudah diarungi para pendaki.

Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua
Indonesia
Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua

Ada 11-13 operasi militer yang dilakukan pada era Orde Baru sehingga melahirkan trauma

Modus Penipuan Rekrutmen Karyawan BNI dengan Iming-iming Gaji Rp10 Juta
Indonesia
Modus Penipuan Rekrutmen Karyawan BNI dengan Iming-iming Gaji Rp10 Juta

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap MTN, pelaku tindak pidana manipulasi rekrutmen karyawan Bank Negara Indonesia (BNI).

Kabar Terbaru Penanganan COVID-19, Angka Kesembuhan Harian di Atas Seribu
Indonesia
Kabar Terbaru Penanganan COVID-19, Angka Kesembuhan Harian di Atas Seribu

Kasus COVID-19 sembuh bertambah 1.141 orang pada Selasa (26/10).

KPK Selidiki Transaksi Perbankan Dugaan Suap Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Selidiki Transaksi Perbankan Dugaan Suap Azis Syamsuddin

KPK telah menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka

Tak Didampingi Ganjar, Puan Tinjau Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Boyolali
Indonesia
Tak Didampingi Ganjar, Puan Tinjau Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Boyolali

Ketua DPR Puan Maharani melakukan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Dapil V Jawa Tengah meliputi Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Solo, Rabu-Kamis (19-20/1).

Kasus COVID-19 di Jakpus Meningkat 6 Persen akibat Kerumunan Tanah Abang
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jakpus Meningkat 6 Persen akibat Kerumunan Tanah Abang

Kasus COVID-19 di wilayah Jakarta Pusat mengalami peningkatan hingga 6 persen seiring terjadinya kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang.

Viral Ojol Ditangkap setelah Antar Pesanan Miras, Kapolresta Bantah Tetapkan Tersangka
Indonesia
Viral Ojol Ditangkap setelah Antar Pesanan Miras, Kapolresta Bantah Tetapkan Tersangka

Viral di media sosial seorang driver ojek online (ojol) di Solo ditangkap tim Sparta Polresta Solo, saat mengantar pesanan yang ternyata berisi minuman keras jenis anggur.