Tabrak Ambulans Hingga Jenazah di Dalamnya Mental, Sopir Mobil Boks Jadi Tersangka Ilustrasi, kecelakaan lalu lintas. (ANTARA/Ist)

Merahputih.com - Polisi resmi menetapkan sopir mobil boks berinisial LF yang menabrak mobil ambulans hingga jenazah di dalamnya terpental keluar di depan Polda Metro Jaya sebagai tersangka.

LF dijerat dengan Pasal 310 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca Juga:

Kecelakaan Kapal Waduk Kedung Ombo, Nahkoda dan Pemilik Warung Jadi Tersangka

“iya kita tetapkan sebagai tersangka. Pasal 310 ayat (2),” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar saat dihubungi wartawan, Rabu (19/5).

Meski ditetapkan sebagai tersangka, LF tidak ditahan karena hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Seperti diketahui, Sebuah mobil ambulans Paguyuban Perantau Desa ditabrak mobil boks di depan Halte Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Akibatnya, jenazah di dalam peti yang terdapat di ambulans tersebut terpental keluar. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/5) pukul 04.00 WIB subuh tadi.

Ilustrasi Ambulans. Foto:agddinkes.jakarta.go.id

“Tempat kejadiannya Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Barat tepatnya di dekat Halte Mapolda Metro Jaya,” kata Fahri.

Fahri menuturkan peristiwa itu bermula ketika mobil boks Daihatsu Delvan yang dikemudikan LF melaju dari arah Timur ke Barat Jalan Gatot Subroto.

Sesampainya di depan Halte Mapolda Metro Jaya LF diduga mengantuk hingga menyerempet MFH sopir ambulans Paguyuban Perantau Desa dan EP kenek ambulans Perindo. “Mereka berdiri di samping kiri jalan sedang serah terima jenazah,” ujar Fahri.

Baca Juga:

Polda Metro Gagalkan 64.612 Kendaraan Hendak Mudik

Akibat insiden itu, Fahri menyebut jenzah terpental hingga ke jalan. Sedangkan, MFH, EP dan PN keluarga jenazah yang berada di dalam ambulans mengalami luka-luka.

“Ambulance Paguyuban Perantau Desa yang berada di depannya sedang berhenti sementara untuk memindahkan jenazah. Kemudian terdorong ke depan hingga jenazah keluar dan jatuh ke jalan,” pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkes Siap Tambah Hotel Berbintang Buat Isolasi Orang Tanpa Gejala
Indonesia
Menkes Siap Tambah Hotel Berbintang Buat Isolasi Orang Tanpa Gejala

Menurut Terawan, kamar hotel untuk isolasi itu terdiri dari hotel bintang 2 dan 3.

UMP Jateng 2021 Naik, SBSI Solo: Ideal Upah Rp3 Juta
Indonesia
UMP Jateng 2021 Naik, SBSI Solo: Ideal Upah Rp3 Juta

"Kebutuhan ideal upah di Solo berada di kisaran Rp3 juta. Belum lagi kondisi pandemi COVId-19 membuat kebutuhan makin membengkak," ujar Endang

Keputusan Mulyadi-Ali Kembalikan SK PDIP Dinilai Hanya Kepentingan Politik Jangka Pendek
Indonesia
Keputusan Mulyadi-Ali Kembalikan SK PDIP Dinilai Hanya Kepentingan Politik Jangka Pendek

Mulyadi-Ali Mukhni mendaftar ke KPU Sumbar, Minggu (6/9) dengan hanya diusung Demokrat dan PAN

Kapolri Perintahkan Kapolda Sulteng Berkantor di Poso
Indonesia
Kapolri Perintahkan Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Kebijakan ini berlaku mulai Selasa (1/12) selama proses perburuan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Jokowi Janji Longgarkan PPKM Darurat Pada 26 Juli
Indonesia
Jokowi Janji Longgarkan PPKM Darurat Pada 26 Juli

Dihari terakhir PPKM Darurat pertama, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus terkonfirmasi positif di Indonesia bertambah 38.325 orang, sedangkan yang sembuh bertambah 29.791 orang hingga Selasa pukul 12.00 WIB.

Pam Swakarsa Bentukan Listyo Sigit Bakal Dibekali Alat Komunikasi
Indonesia
Pam Swakarsa Bentukan Listyo Sigit Bakal Dibekali Alat Komunikasi

Pengamanan swakarsa tersebut telah diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

Keterisian ICU Capai 94 Persen, Wagub DKI: Warga Harus Taat Prokes
Indonesia
Keterisian ICU Capai 94 Persen, Wagub DKI: Warga Harus Taat Prokes

"Ini kalau liat data tempat tidurnya sudah mencapai 91 persen, ruang ICU sudah mencapai 94 persen. ini angkanya sudah tinggi sekali rata-ratanya," kata Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria

Kapitra Ampera Tuding Aksi 1310 Hanya Tunggangi Isu UU Cipta Kerja
Indonesia
Kapitra Ampera Tuding Aksi 1310 Hanya Tunggangi Isu UU Cipta Kerja

Padahal sejatinya, agenda utamanya adalah menolak RUU HIP.

Laode M Syarif Berharap Hakim MK Kembalikan Fitrah UU KPK
Indonesia
Laode M Syarif Berharap Hakim MK Kembalikan Fitrah UU KPK

Pimpinan KPK periode 2015-2019 ini mengatakan hanya kearifan Hakim Konstitusi yang dapat mengembalikan UU KPK kembali pada fitrahnya.

Anies Minta Para Konten Kreator Tak Buat Citra Jakarta yang Kejam
Indonesia
Anies Minta Para Konten Kreator Tak Buat Citra Jakarta yang Kejam

Anies mencontohkan, pembangunan JPO Sudirman dimana kreator konten mampu mendokumentasikan infrastrukstur tersebut dari berbagai persepektif yang menarik.