Syarief Hasan Sebut Moeldoko Tidak Punya Hak Pakai Atribut Demokrat Politikus senior Partai Demokrat Syarief Hasan. (MP/Ponco)

MerahPutih.com - Politikus senior Partai Demokrat Syarief Hasan buka suara menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang membawa nama Demokrat saat mengucapkan duka cita atas bencana alam yang terjadi di NTT dan NTB.

Wakil Ketua MPR ini menegaskan, Moeldoko tidak punya hak dan legalitas memakai atribut partai berlambang mercy tersebut.

"Apa lagi menamakan dirinya ketum (ketua umum)," kata Syarief Hasan kepada wartawan, Kamis, (8/4).

Baca Juga:

Kubu Moeldoko Diyakini 'Bedol Desa' Gabung Partai Lain

Pasalnya, kata Syarief Hasan, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM sudah menolak pengesahan Partai Demokrat pimpinan Moeldoko.

"Kemenkumham sudah menolak Moeldoko namun masih mengklaim dirinya berarti tidak taat hukum," tegas mantan menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat KLB Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/Endi Ahmad/Lmo/aww.
Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat KLB Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/Endi Ahmad/Lmo/aww.

Sebelumnya, KSP Moeldoko mengucapkan dukacita atas bencana alam yang terjadi di NTT dan NTB beberapa hari terakhir ini.

Dalam ucapan dukacitanya, Moeldoko mengatasnamakan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Baca Juga:

AHY Minta Kubu Moeldoko Cs Bikin Partai Baru

"Saya, Dr Moeldoko, Ketua Umum DPP Partai Demokrat beserta keluarga besar Partai Demokrat di seluruh tanah air menyampaikan dukacita mendalam kepada saudara-saudara kami di NTT dan NTB yang ditimpa musibah bencana alam," kata Moeldoko seperti tertulis dalam rilis yang diberikan oleh jubir kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, Selasa (6/4). (Pon)

Baca Juga:

Bikin Gaduh, Kubu Moeldoko Justru Disarankan Minta Maaf ke Presiden

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks Atau Fakta]: Seorang Ayah Aniaya Anak Karena Pakai Hijab
Indonesia
[Hoaks Atau Fakta]: Seorang Ayah Aniaya Anak Karena Pakai Hijab

BUKAN di Lampung dan tidak terkait dengan hijab. Kejadian di foto itu adalah seorang pria bernama Wei yang memukul anaknya.

Jubir COVID-19 Reisa Broto Asmoro Ternyata Miliki Gelar Bangsawan
Indonesia
Jubir COVID-19 Reisa Broto Asmoro Ternyata Miliki Gelar Bangsawan

Hal itu diungkapkan Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipokusumo yang tak lain adalah kakak dari suami Reisa, Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro

Wadirintel Polda Jatim Minta Gatot Nurmantyo Turun dari Atas Panggung Saat Acara KAMI
Indonesia
Wadirintel Polda Jatim Minta Gatot Nurmantyo Turun dari Atas Panggung Saat Acara KAMI

Wadirintel Polda Jatim, AKBP Iwan Kurniawan meminta, Gatot untuk segera turun.

RUU HIP Jangan Menyimpang dari Sejarah
Indonesia
RUU HIP Jangan Menyimpang dari Sejarah

"Sehingga ketika ada arah yang salah kita kritisi dan benarkan secara bersama-sama," jelas Jazuli.

DPR Minta Densus 88 dan TNI Dikerahkan ke Sigi Sulteng
Indonesia
DPR Minta Densus 88 dan TNI Dikerahkan ke Sigi Sulteng

Peristiwa di Sigi tersebut merupakan kejadian teror yang mengerikan sehingga negara harus segera bertindak tegas.

Polisi Cecar Maria Lumowa dengan 27 Pertanyaan
Indonesia
Polisi Cecar Maria Lumowa dengan 27 Pertanyaan

Penyidik mendalami substansi perkara tersebut dan seputar soal beberapa dokumen serta pernyataan yang pernah disampaikan Maria Lumowa.

Polda Metro Andalkan Kampung Tangguh untuk Tekan Penyebaran Corona
Indonesia
Polda Metro Andalkan Kampung Tangguh untuk Tekan Penyebaran Corona

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mendatangi Kampung Tangguh di Mangga Dua Selatan, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Orang Tua Siswa Mengaku Ribet Sekolah Online
Indonesia
Orang Tua Siswa Mengaku Ribet Sekolah Online

Orang tua murid mengaku kesulitan dengan sistem belajar mengajar online atau daring yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tahun ajaran 2020-2021.

Kudeta Myanmar Hilangkan Ratusan Nyawa, Jokowi Diminta Bersuara di ASEAN
Dunia
Kudeta Myanmar Hilangkan Ratusan Nyawa, Jokowi Diminta Bersuara di ASEAN

Indonesia memiliki posisi penting di kalangan negara ASEAN

Jokowi Dinilai Bakal Pakai Faktor 'Kedekatan' Tunjuk Calon Kapolri Pengganti Idham Azis
Indonesia
Jokowi Dinilai Bakal Pakai Faktor 'Kedekatan' Tunjuk Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Selain kedekatan, ada juga jalur lobi dan kerja-kerja profesional