Syarat Teranyar Naik Kereta Api Tanpa Tes COVID-19 Penumpang KA Jarak Jauh. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pelanggan Kerat Api Jarak Jauh (KAJJ) yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (lengkap) atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen pada saat proses boarding.

Kebijakan ini diberlakukan KAI untuk seluruh perjalanan KA jarak jauh mulai keberangkatan 18 Mei 2022. Sehingga, kewajiban tes bagi penumpang di Stasiun Gambir dan Senen ikut dihapuskan.

Baca Juga:

Sehari Pelonggaran Masker, 327 Kasus Baru COVID-19 Ditemukan

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menerangkan, aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022.

"Isinya tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi COVID-19 tanggal 18 Mei 2022,” terang Eva, Kamis (19/5).

Di bawah ini persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal terbaru:

1.Syarat Naik KA Jarak Jauh

  • Vaksin kedua (lengkap) dan ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening COVID-19
  • Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen 1x24 jam atau tes RT-PCR 3x24 jam
  • Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah disertai hasil negatif Rapid Tes Antigen 1x24 jam atau tes RT-PCR 3x24 jam
  • Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

2.Syarat Naik KA Lokal dan Aglomerasi

  • Vaksin minimal dosis pertama
  • Tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen atau RT-PCR
  • Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah
  • Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

Penumpang KAI. (Foto: MP/Patricia Vicka)
Penumpang KAI. (Foto: MP/Patricia Vicka)

Eva menambahkan, dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes COVID-19 pelanggan.

"Hasilnya data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, terkait syarat menggunakan masker pada moda transportasi publik, pelanggan tetap diwajibkan menggunakan masker selama dalam perjalanan kereta api dan saat berada di stasiun.

Adapun masker yang digunakan merupakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu. Pelanggan harus mengganti masker secara berkala setiap empat jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan.

"Calon penumpang juga diimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Pasien COVID-19 Wisma Atlet Bertambah di Tengah Pelonggaran Aturan Masker

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Airlangga Tegaskan Pemerintah Terus Mengakselerasi Percepatan Vaksinasi
Indonesia
Airlangga Tegaskan Pemerintah Terus Mengakselerasi Percepatan Vaksinasi

Vaksinasi dosis ketiga sebagai booster kepada tenaga kesehatan juga telah dilakukan kepada 713.068 orang sedangkan vaksinasi anak usia 12-17 tahun telah dilakukan kepada 2,77 juta anak dengan dosis pertama dan 1,9 juta anak dosis kedua.

Timbun Obat COVID-19, 3 Pemilik Apotek di Bogor Diciduk Polisi
Indonesia
Timbun Obat COVID-19, 3 Pemilik Apotek di Bogor Diciduk Polisi

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, menyebut, ditemukan obat-obatan jenis ivermectin, favipiravir, dan oseltamivir phosphate yang dijual hingga dua kali lipat dari harga pasaran.

Rabu (18/8), Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Lebih Tinggi dari Penambahan Kasus
Indonesia
Rabu (18/8), Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Lebih Tinggi dari Penambahan Kasus

Sementara itu, vaksinasi COVID-19 di Indonesia ditargetkan mencapai 100 juta pada akhir Agustus 2021

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dihina, Presiden AS Hanya Sambut PM Singapura
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dihina, Presiden AS Hanya Sambut PM Singapura

Presiden AS juga menyambut kedatangan Presiden Jokowi di tempat yang sama.

Jokowi Minta Waspadai Lonjakan Penambahan Pasien COVID-19 di ICU Luar Jawa
Indonesia
Jokowi Minta Waspadai Lonjakan Penambahan Pasien COVID-19 di ICU Luar Jawa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan keterisian ruangan ICU untuk pasien COVID-19. Khususnya di luar Pulau Jawa.

Cegah Penyebaran Omicron, Mendagri Tekankan Tiga Prinsip
Indonesia
Cegah Penyebaran Omicron, Mendagri Tekankan Tiga Prinsip

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan tiga prinsip untuk menghadapi varian omicron.

Mantan Bupati Banjarnegara Divonis 8 Tahun Penjara
Indonesia
Mantan Bupati Banjarnegara Divonis 8 Tahun Penjara

Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada Budhi.

Polisi Amankan 5 Pekerja Pasca Kebakaran Gedung BPOM
Indonesia
Polisi Amankan 5 Pekerja Pasca Kebakaran Gedung BPOM

Dari informasi yang dihimpun, ada lima orang yang diamankan.

Patuhi Inmendagri, Pemkot Solo Buka Mal dengan Syarat Tunjukkan Sertifikat Vaksin
Indonesia
Patuhi Inmendagri, Pemkot Solo Buka Mal dengan Syarat Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Dikatakannya, mal kalau harus buka harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Dengan aplikasi itu akan diketahui pengunjung apakah sudah divaksin atau belum.

Arab Saudi Kaji Vaksin Sinovac dan Sinopharm
Indonesia
Arab Saudi Kaji Vaksin Sinovac dan Sinopharm

Sementara Sinovac dan Sinopharm saat ini sudah diakui WHO