Syaikh Yusuf, dari Makassar hingga Dibuang ke Cape Town Azyumardi Azra di Konferensi Kebudayaan Banten 2016 pada 3-4 Oktober lalu. (Foto: MerahPutih/Ctr)

MerahPutih Budaya - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten menggelar Konferensi Kebudayaan Banten 2016 pada 3-4 Oktober lalu. Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Azyumardi Azra. Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta tersebut membedah warisan kultural keagamaan masyarakat yang lahir dari Kesultanan Banten.

Ada tiga argumen pokok yang menjadi jantung dari pembahasannya. Pertama, warisan religio-intelektual Banten sejak masa Kesultanan Banten adalah bagian integral dari dinamika Islam nusantara secara keseluruhan. Kedua, Kesultanan Banten yang dihapuskan oleh Inggris melalui tangan Thomas Stanford Raffles merupakan salah satu pusat perdagangan bebas internasional yang membuatnya terkoneksi dengan seluruh nusantara dan negara-negara lainnya di dunia. Ketiga, Banten adalah lokus masyarakat kosmopolitan yang datang dari seluruh dunia.

Ia menyebutkan, salah satu tokoh besar yang merupakan salah satu ulama abad 17 yang berjejaring dengan Nurudin Arraniri dan Abdul Rauf Assinkilli adalah Syeikh Yusuf Al-Makassari yang merupakan salah satu ulama kepercayaan Sultan Ageng Tirtayasa. Syeikh Yusuf belajar dari banyak ulama kosmopolitan di Mekkah khususnya Ahmad Al-Qusyaisyi dan Ibrahim Al-Kurani.

"Bahkan, kemudian ia diambil menantu oleh Sultan Ageng Tirtayasa," katanya.

Syaikh Yusuf lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 3 Juli 1626 dan meninggal di Cape Town, Afrika Selatan, 23 Mei 1699. Syaikh Yusuf mendampingi Sultan Ageng Tirtayasa hingga pada tahun 1684 karena ditangkap Belanda. Ia lalu dibuang ke Sri Lanka. Pada 1693, Syekh Yusuf dibuang ke Cape Town, Afrika Selatan.

Hingga hari ini, banyak warga negara Afrika Selatan yang berkunjung ke Banten untuk menelusuri jejak nenek moyangnya sang syeikh, sekurangnya setahun sekali. (Yni)


BACA JUGA:

  1. Warisan Religio-Intelektual Banten Dalam Politik
  2. Konferensi Kebudayaan Banten 2016 Bahas Gejolak Identitas Kebantenan
  3. Fasih Baca Tulis Quran, Kebudayaan Banten yang Mulai Luntur
  4. Konferensi Kebudayaan Banten 2016 Lahirkan 33 Rekomendasi
  5. 7 Rekomendasi Komisi Sumber Daya Manusia di Konferensi Kebudayaan Banten 2016

 

 



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH