Syahganda Nainggolan Cs Dinilai Tak Pantas Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Lieus Sungkharisma. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Penangkapan sejumlah pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan menunjukkan mereka ke depan publik dengan baju tahanan menuai kritikan.

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma mengkritik perlakuan polisi terhadap mereka.

Lieus berpendapat, pemakaian baju tahanan dengan mengikat tangan mereka menggunakan borgol itu sangat merendahkan martabat dan terkesan sengaja dilakukan polisi sebagai tindakan dengan maksud menghinakan para tersangka.

Baca Juga:

Petinggi KAMI Diborgol dan Dipamerkan ke Publik, Fadli Zon: Belanda Lebih Manusiawi

Padahal, menurut Lieus, belum pernah ada koruptor di negeri ini yang sudah terang-terangan merugikan negara miliaran bahkan triliunan rupiah diperlakukan seperti itu oleh polisi.

“Tidak ada koruptor yang ditangkap polisi dan dipamerkan ke publik dengan tangan diborgol,” kata Lieus dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Jumat (16/10).

Ia menyebut, perlakuan polisi itu sungguh disayangkan. Mereka ini bukan koruptor. Juga bukan pelaku kriminal. Mereka ditangkap hanya karena menyatakan pendapat yang berbeda dengan kehendak pemerintah.

"Kenapa mereka diperlakukan seperti itu? Ini jelas perlakukan yang sangat tidak adil dari aparat kepolisian dalam penegakan hukum,” tegasnya.

Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (tengah) saat akan menjenguk rekannya yang ditahan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (tengah) saat akan menjenguk rekannya yang ditahan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Apalagi, lanjut Lieus, para aktivis itu jangankan diborgol ditahan saja tidak pantas.

“Masak sih di negeri yang katanya menganut demokrasi, orang ditahan hanya karena menyatakan pendapat yang berbeda dari kehendak pemerintah?” tanyanya.

Salah satu deklarator KAMI ini menyebut, selain dari pendapat Syahganda cs yang berbeda dengan kehendak pemerintah, para aktivis yang ditahan itu adalah orang-orang baik.

“Saya sangat yakin kecintaan mereka pada bangsa dan negara ini sangat besar. Karena itulah mereka berani mengambil risiko meski harus berhadap-hadapan langsung dengan penguasa,” ujarnya.

Baca Juga:

Insiator KAMI Diperlakukan bak Teroris, Jimly: Penjara Bukan untuk yang Beda Pendapat

Karenanya, Lieus meminta polisi menghentikan semua tindakan represif terhadap pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah.

“Polisi berhentilah menjadi alat kekuasaan. Jadilah aparat keamanan yang mengayomi seluruh warga negara dengan adil,” pungkas Lieus.

Seperti diketahui, Syahganda Nainggolan, Junhur Hidayat, Anton Permana langsung ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sangkaan itu mengakibatkan mereka langsung ditahan dengan dipakaikan baju tahanan, lengkap dengan borgol plastik yang mengikat tangan mereka. Perlakukan polisi inilah yang mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. (Knu)

Baca Juga:

Gatot dan Din Syamsudin Diminta Siapkan Bantuan Hukum untuk Petinggi KAMI yang Ditangkap

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemda DIY Siapkan TPU dan Petugas Khusus Pemakaman Pasien Corona
Indonesia
Pemda DIY Siapkan TPU dan Petugas Khusus Pemakaman Pasien Corona

TPU khusus ini akan tersebar di kabupaten dan kota dalam wilayah DIY.

Update Kasus COVID-19 di DKI Rabu (6/5): Positif 4.709 Orang, 713 Sembuh
Indonesia
Update Kasus COVID-19 di DKI Rabu (6/5): Positif 4.709 Orang, 713 Sembuh

Ada 2.194 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Jokowi Sesalkan Kebijakan Kerja dari Rumah Justru Jadi Ajang Liburan
Indonesia
Jokowi Sesalkan Kebijakan Kerja dari Rumah Justru Jadi Ajang Liburan

Jokowi menyesalkan masyarakat yang menyalahgunakan kebijakan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah.

Jokowi Kucurkan Rp100 Triliun Buat Jaminan Modal Kerja UMKM
Indonesia
Jokowi Kucurkan Rp100 Triliun Buat Jaminan Modal Kerja UMKM

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, maka itu program penjaminan kredit harus segera direalisasikan dan terasa manfaatnya.

PRA Luqman Zulkaedin Naik Tahta sebagai Sultan Sepuh Ke-XV Keraton Kasepuhan Cirebon
Indonesia
PRA Luqman Zulkaedin Naik Tahta sebagai Sultan Sepuh Ke-XV Keraton Kasepuhan Cirebon

Penobatan PRA Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh ke-XV melalui upacara ritual adat jumenengan yang berlangsung di Bangsal Prabayaksa.

Serangan Pada Sawit Indonesia Dinilai Tidak Berdasar
Indonesia
Serangan Pada Sawit Indonesia Dinilai Tidak Berdasar

Deforestasi ini sebenarnya bukan hanya perkebunan sawit, melainkan karena ada kegiatan lain yang dilakukan manusia seperti pembukaan lahan untuk permukiman, pertanian dan lainnya.

DPRD DKI Kritik Metode Anies Distribusikan Bansos COVID-19
Indonesia
DPRD DKI Kritik Metode Anies Distribusikan Bansos COVID-19

Hal itu ia ungkapkan setelah dirinya memantau dan menanyakan langsung kepada RT/RW mengenai penyaluran bantuan sembako Pemda DKI itu.

Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Hingga Besok
Indonesia
Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Hingga Besok

Dua wilayah administratif Jakarta, yakni Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu cerah berawan pada pagi hari

Puncak Arus Balik Libur Tahun Baru di Tol Japek Terjadi Kemarin
Indonesia
Puncak Arus Balik Libur Tahun Baru di Tol Japek Terjadi Kemarin

Angka ini sebagai puncak arus balik libur Tahun Baru setelah sebelumnya pada 1 Januari 2020 tercatat 53.331 kendaraan

Hendak Aksi di Depan Kedubes Prancis, Sejumlah Orang Dibubarkan Polisi
Indonesia
Hendak Aksi di Depan Kedubes Prancis, Sejumlah Orang Dibubarkan Polisi

Polisi membubarkan beberapa massa aksi di kawasan Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/10).