Syahganda Nainggolan Cs Diborgol Dinilai Tak Etis Rilis penangkapan petinggi KAMI di Mabes Polri. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Langkah Bareskrim Polri menampilkan Syahganda Nainggolan cs dengan baju tahanan terkesan kurang etis.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyebut, secara kesantunan publik, menampilkan Syahganda cs dengan baju tahanan seharusnya tak perlu.

"Harusnya saat konpers tak perlu ditampilkan. Apalagi ancaman hukuman rendah," kata Trubus kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (19/10).

Baca Juga:

Syahganda Nainggolan Cs Dinilai Tak Pantas Diborgol dan Pakai Baju Tahanan

Trubus melanjutkan, apa yang dilakukan Syahganda dan Jumhur Hidayat bukan kejahatan luar biasa. Mengingat mereka hanya menyampaikan kritik dan masukan.

"Semua orang diperlakukan sama saya setuju. Tapi tak perlu sampai diborgol dan dipakaikan baju tahanan" ungkap Trubus.

Sementara itu, terkait dengan barang bukti yang hanya Rp500 ribu, Trubus menyebut hal itu sudah masuk katagori pidana.

"Soal uang Rp500 ribu jangan dilihat jumlahnya, kalah secara hukum buktinya ada, ada penggalangan dana. Hukum itu gak lihat jumlah, tapi niatnya," sebut Trubus.

Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (tengah) saat akan menjenguk rekannya yang ditahan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (tengah) saat akan menjenguk rekannya yang ditahan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Langkah Polri menampilkan dan memborgol pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditetapkan sebagai tersangka saat jumpa pers kemarin menuai kritik di media sosial. Polri menjawab kritik itu.

Saat jumpa pers kemarin, para tersangka dugaan ujaran kebencian dan penghasutan terlihat mengenakan baju tahanan oranye dan kedua tangan diikat tali ties.

Perlakuan terhadap para tersangka itu menuai kritik dari sejumlah kalangan, salah satunya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini merupakan anggota DPD Jimly Asshiddiqie.

"Ditahan saja tidak pantas apalagi diborgol untuk kepentingan disiarluaskan. Sebaai pengayom warga, polisi harusnya lebih bijaksana dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yang sekedar 'salah'," cuit Jimly.

Baca Juga:

Tampilkan Syahganda Cs dengan Baju Tahanan dan Diborgol, Bareskrim Ingin Transparan

Bareskrim Polri memamerkan anggota dan petinggi KAMI yang menjadi tersangka terkait demo ricuh. Polri mengungkapkan ada 9 orang yang ditetapkan menjadi tersangka.

Dia membandingkan perlakuan ke para tersangka, di antaranya Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan, dengan teroris atau koruptor.

"Kapolri, Mas Idham Azis mungkin maksudnya memborgol Jumhur, Syahganda dkk supaya ada effek jera. Tetapi itu tidak akan effektif dan merusak image Polri, ternyata hanya jadi alat kekuasaan - it's to far off-side ! Mereka bukan terorist atau koruptor," cuit Rizal Ramli.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menjawab pertanyaan wartawan soal kritik tersebut. Awi menegaskan para pentolan KAMI itu diperlakukan sama seperti tersangka lain.

"Selama ini kita sampaikan, sama kan tidak ada perbedaan dengan tersangka lain kan," kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/10). (Knu)

Baca Juga:

Din Syamsuddin Akan Temui Kapolri Minta Syahganda Cs Dibebaskan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak-anak Dinilai Paling Rentan Jadi Korban Jika New Normal Diberlakukan
Indonesia
Anak-anak Dinilai Paling Rentan Jadi Korban Jika New Normal Diberlakukan

Berdasarkan data Covid.go.id, pada 2 Juni 2020 diketahui ada sebanyak 7,9 persen anak yang positif COVID-19.

AHY Diprediksi Bakal Produktif Jika Dapat Jatah Menteri
Indonesia
AHY Diprediksi Bakal Produktif Jika Dapat Jatah Menteri

Emrus mengatakan bisa saja AHY masuk karena "reshuffle" kabinet merupakan hak prerogatif Presiden

Pemberitaan dan Konten di Media Massa bakal Diawasi Selama Pilkada Serentak 2020
Indonesia
Pemberitaan dan Konten di Media Massa bakal Diawasi Selama Pilkada Serentak 2020

Dia mengatakan, kerja sama dengan para pemangku kepentingan pengawasan media massa dan lembaga penyiaran sangat dibutuhkan.

Kartu Pra Kerja Resmi Diluncurkan, Penerima Bisa Dapat Dana hingga Rp 7 Juta
Indonesia
Kartu Pra Kerja Resmi Diluncurkan, Penerima Bisa Dapat Dana hingga Rp 7 Juta

Pemerintah juga akan memberikan dana sebesar Rp500 ribu per orang

Update Kasus Corona DKI Sabtu (21/11): 125.822 Positif, 114.863 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Sabtu (21/11): 125.822 Positif, 114.863 Orang Sembuh

Dengan positivity rate 9,1 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.198 jiwa.

 Dituding Manipulasi Surat Rekomendasi Formula E, Sekda DKI Bela Anies
Indonesia
Dituding Manipulasi Surat Rekomendasi Formula E, Sekda DKI Bela Anies

“Kalau ada kekeliruan naskah, salah input yang mengetik kali ya, diperbaiki saja," ujar Saefullah

Omnibus Law Diminta Tak Ada Pasal Titipan
Indonesia
Omnibus Law Diminta Tak Ada Pasal Titipan

Presiden pun meminta jajarannya untuk terus mengkaji dan membahasnya

Pegawai Google Positif Corona
Indonesia
Pegawai Google Positif Corona

Google melarang karyawan mereka bepergian di tengah wabah virus corona

Jalan Depan Istana Negara Sempat Banjir, Warga: Malu Kalau Ada Turis Lewat
Indonesia
Jalan Depan Istana Negara Sempat Banjir, Warga: Malu Kalau Ada Turis Lewat

Banjir yang sempat terjadi di jalan depan Istana Negara akibat buruknya drainase.

Garut Diguncang Gempa 5,1 M, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Indonesia
Garut Diguncang Gempa 5,1 M, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa berkekuatan 5,1 Magnitudo mengguncang Garut pada Senin (6/1) pukul 06:12 WIB.