Susur Sungai Berujung Maut, Enam Siswa SMP di Sleman Meninggal Diterjang Banjir Bandang Tim SAR dan relawan melakukan evakuasi siswa yang hanyut diterjang banjir bandang di Yogyakarta. (Foto: MP/Istimewa)

MeraPutih.com - Kegiatan outbond susur sungai para siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, DIY, berujung maut. Enam orang meninggal dunia karena tenggelam terseret banjir bandang.

Kepala Pusat Data, Logistik dan Operasional (Pusdalop) BPBD DIY Danang Syamsurizal menjelaskan, peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Jumat 21 Februari sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, para siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman tengah melakukan kegiatan pramuka susur sungai Sempor.

Baca Juga:

Begini Kata Ketua DPRD Soal Ahok Lebih Sukses Ketimbang Anies Atasi Banjir

"Tiba-tiba datang banjir bandang dari hulu. Banyak siswa yang hanyut tenggelam arus air yang kencang," jelas Danang melalui siaran pers di Yogyakarta, Jumat (21/02).

Info sementara, dari 249 siswa yang ikut, 239 siswa selamat, 6 siswa meninggal dunia, dan 4 orang lainnya masih dinyatakan hilang. BPBD beserta bekerja sama dengan tim SAR pihak kepolisian serta relawan hingga kini masih mencari siswa yang hilang.

Tim SAR dan relawan melakukan evakuasi siswa yang hanyut diterjang banjir bandang di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)
Tim SAR dan relawan melakukan evakuasi siswa yang hanyut diterjang banjir bandang di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)

Danang melanjutkan, para siswa yang selamat dirawat di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Sementara siswa yang meninggal dunia dibawa ke RS dan sebagian sudah dipulanglan ke orang tua.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sleman Makwan menjelaskan, saat kecelakaan sungai ini terjadi, kondisi cuaca di sekitar kejadian cerah. Namun, cuaca di hulu sungai hujan deras. Hal ini membuat debit air sungai meningkat tajam dalam waktu cepat.

Baca Juga:

Disebut 'Gubernur Rasa Presiden', Makanya Banjir Dimana-mana Salah Anies

Korban yang meninggal dunia adalah Sovie Aulia asal Srumbung, Arisma asal Ngentak, Nur Azizah
asal Sleman, Latifa asal Turi, Khoirunisa asal Girikerto dan Evita Putri asal Girikerto.

Sementara siswa yang hilang dan belum terkonfirmasi adalah Yasinta Bunga, Vanesa Dida, Zahra Imelda, dan Nadine Fadilah. (*)

Berita ini merupakan kiriman Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya Waduh, Calon Ibu Kota Baru Alami Banjir Bandang


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH