Susah Terapkan Protokol Kesehatan, MUI Minta Shalat Idul Adha Tidak di Lapangan Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningkrat, Jawa Tengah mengadakan salat berjamaah dengan protokol kesehatan. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah memperbolehkan umat Islam mengadakan Salat Idul Adha 1441 Hijriah berjamaah di masjid dan musala. Pelaksanaan Salat Idul Adha harus mempertahankan protokol kesehatan dalam penanganan COVID-19.

Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji mengungkapkan, setelah menggelar rapat bersama dengan sejumlah pihak mulai dari Kementerian Agama (Kemenag) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan perwakilan takmir masjid menghasilkan beberapa keputusan. Keputusan tersebut diantaranya memperbolehkan umat Islam di Jawa Tengah mengadakan ibadah Salat Idul Adha berjamaah di masjid dan musala.

"Silahkan umat Islam di Jawa Tengah mengadakan Salat Idul Adha berjamaah masjid dan musala. Jumlah jamaahnya harus dibatasi, serta mematuhi protokol kesehatan," ujar Darodji, Minggu (19/7).

Baca Juga:

Pemerintah DKI Janji Perpanjang dan Perlebar Jalur Sepeda

Pembatasan jumlah jamaah sangat diperlukan untuk menghindari adanya kerumunan. Ia mencontohkan, Masjid Raya Baiturrahman, Kota Semarang, yang memiliki kapasitas sampai 3.000 orang lebih, nantinya jemaah yang bisa ikut Shalat Idul Adha hanya sekitar 750 orang.

"Semua masjid besar di Jawa Tengah lainnya juga harus seperti itu. Jangan sampai masjid terjadi tempat berkerumun yang rawan jadi penyebaran COVID-19," kata dia.

Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji. (MP/Ismail)
Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji. (MP/Ismail)

Ia mengatakan, khusus bagi musala di tingkat kelurahan, desa, dan kampung yang boleh mengikuti salat berjamaa harus warga setempat. Diperbolehkannyan Salat Idul Adha berjemaah pada saat pandemi COVID-19 itu untuk memenuhi keinginan masyarakat, terutama umat muslim.

"Jadi Salat Idul Adha hanya diperbolehkan di masjid dan musala. MUI Jateng melarang pelaksanaan Salat Idul Adha di lapangan atau tempat terbuka lainnya karena penerapan protokol kesehatan akan sulit dilakukan," katanya.

Ia mengimbau pada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan baik saat pelaksanan salat berjamaah dan penyembelihan hewan kurban. Takmir masjid diharapkan bisa mengawasi dan memperingatkan jamaah yang melanggar protokol kesehatan. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Bangun Museum Nabi di Reklamasi Ancol, DKI Jakarta Bantah Mainkan Isu Agama


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH