Susah Payah Menang 4-3 di Anfield, Klopp Puji Salzburg 'Adik' Liverpool Kegembiraan pemain Red Bull Salzburg saat sempat menyamaka kedudukan 3-3 di Anfield, kandang Liverpool, sebelum akhirnya kalah lewat gol Moh Salah. (Foto:standard.co.uk)

MerahPutih.com - Juara bertahan Liverpool harus susah payah mengalahkan Red Bull Salzburg 4-3 dalam laga kedua Grup E Liga Champions di Stadion Anfield Kamis dini hari ini. Tim tamu bahkan sempat menyamakan kedudukan setelah tertinggal 3 gol.

Empat gol kemenangan Liverpool dicetak Sadio Mane pada menit ke-9, Andrew Robertson pada menit ke-25, dan Mohammad Salah yang mencetak dua gol pada menit ke-36 dan 69. Sedangkan, tiga gol Salzburg dicetak Hwang Hee-Chan pada menit ke-39 dan ke-56, serta Erling Haland pada menit ke-60.

Baca Juga:

Hasil Liga Champions: Barcelona, Chelsea dan Liverpool Raup Tiga Poin

Tampil di kandang, Liverpool masih mempertahankan formasi ideal trio Firmino-Mane-Salah. Sebaliknya, Erling Haland penyerang andalan Salzburg, sekaligus pencetak hattrik dalam laga pertama Liga Champions, terpaksa duduk di bangku cadangan karena terserang penyakit.

Tak ingin mengulang kekalahan dari Napoli, Liverpool langsung mengurung pertahanan Salzburg. Menerapkan garis pertahanan ketat, membuat para pemain Salzburg sulit mengembangkan permainan.

Pada menit ke-9, pendukung tuan rumah bersorak usai Sadio Mane mencatatkan namanya di papan skor. Andrew Robertson menggandakan keunggulan The Reds menit ke-25. 11 menit berselang, giliran Mohammad Salah yang memperlebar jarak menjadi 3-0 setelah memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Firmino.

Liverpool. Foto: @LFC
Liverpool. Foto: @LFC

Tim tamu yang tak ingin menjadi bulan-bulanan Liverpool kemudian memeragakan penampilan agresif. Tuan rumah dipaksa memainkan bola di dalam garis pertahanan sendiri hingga menunggu mereka membuat kesalahan.

Hasilnya terbukti, Hwang Hee-Can memperkecil ketertinggalan enam menit jelang babak pertama berakhir. Hanya butuh 15 menit, Salzburg berhasil menyamakan kedudukan 3-3, lewat sepakan terukur Hwang Hee-Can serta wonderkid Erling Haland yang masuk di babak kedua.

Terus ditekan, Pelatih Liverpool Jurgen Klopp malah menambah daya gedor dengan memasukan Divock Origi yang menggantikan Wijnaldum dan mengganti Henderson dengan Milner.

Taktik Klopp ini ampuh ketika pada menit ke-69, Salah memulihkan keunggulan Liverpool menjadi 4-3. Usai gol Salah, kedua tim saling jual beli serangan, tetapi hingga wasit membunyikan peluit panjang, skor 4-3 untuk keunggulan The Reds tetap bertahan.

Baca Juga:

Liverpool 3 Kali Kalah Tandang, Klopp Kehilangan 'Mojo'

'Adik' Liverpool

Jurgen Klopp (Twitter)
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp (Twitter)

Kepada wartawan, Juergen Klopp mengakui ketangguhan Red Bull Salzburg. Bahkan, dia menyebut klub asal Austria itu seperti "adik" dari Liverpool karena memiliki gaya permainan yang mirip di bawah pelatih barunya, Jesse Marsch.

Sebelum tiba di Salzburg, Marsch sempat menghabiskan satu musim di klub satu kepemilikan, RB Leipzig, sebagai asisten Ralf Rangnick, yang mengembangkan model permainan serupa dengan gaya Klopp.

"Ralf Rangnick mengembangkan sesuatu yang berbeda di Jerman: semuanya tentang menekan lawan dan tekanan balik," kata Klopp dilansir laman resmi Liverpool, dikutip dari Antara, Kamis (3/10).

"Salzburg melihat diri mereka sangat dekat dengan Leipzig, namun filosofi permainan itu mirip dengan apa yang kami lakukan kala menangani FSV Mainz dan Borussia Dortmund, serta tentunya sekarang di Liverpool." imbuh arsitek asal Jerman itu.

"Bisa dibilang mereka seperti 'adik' kami. Itu juga yang membuat pertandingan sulit," tutup Klopp. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH