Surya Darmadi Disebut Bakal Tiba di Indonesia Siang Ini Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memasang pelang tanda sita ke bidang tanah milik PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Senin (8-8-2022). ANTARA/HO-Pusat Penerangan Hukum Kejaks

MerahPutih.com - Bos PT Duta Palma Group/Darmex Group Surya Darmadi alias Apeng dipastikan sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menghadapi proses hukum.

Diketahui, Apeng merupakan tersangka kasus korupsi penyerobotan lahan dengan kerugian Rp 78 triliun di Kejagung. Dia juga tersangka kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di KPK.

"Masih dalam Perjalanan," kata kuasa hukum Apeng, Juniver Girsang saat dikonfirmasi awak media, Senin (15/8).

Baca Juga:

Kejagung Persilakan Surya Darmadi Datang

Menurut Juniver, Apeng kemungkinan tiba sekitar 13.00 WIB. "Tiba sekitar jam 13.00 WIB, perkembangan ke mana nanti kita saling info," ujarnya.

Apeng sebelumnya sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan dari Kejagung untuk diperiksa. Kini, Apeng disebut telah siap kooperatif kembali ke Indonesia untuk menghadapi proses hukum.

Apeng merupakan buronan Kejagung terkait kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 78 triliun. Apeng juga merupakan buronan KPK terkait kasus dugaan suap.

Baca Juga:

Bos Duta Palma Surya Darmadi Dicegah ke Luar Negeri

Diketahui, KPK menetapkan anak usaha PT Duta Palma Group, yakni PT Palma Satu sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Selain korporasi, KPK juga menetapkan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma, Surya Darmadi alias Apeng dan Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta.

Adapun saat ini, Kejagung tengah mengusut dugaan penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan, perusahaan tersebut mengelola lahan 37.095 hektare secara melawan hukum dan pemiliknya yakni Apeng, menjadi buronan KPK.

Dari penyelewengan tersebut, perusahaan Apeng diduga untung Rp 600 miliar tiap bulannya.

Kini, Apeng telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut oleh Kejagung. Perbuatan Apeng dalam kasus ini diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 78 triliun. (Pon)

Baca Juga:

KPK Yakin Ekstradisi Surya Darmadi dari Singapura Lebih Mudah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BNPT Lakukan Sejumlah Cara Atasi Terorisme di Papua
Indonesia
BNPT Lakukan Sejumlah Cara Atasi Terorisme di Papua

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan lembaganya melakukan kontra narasi terkait penanganan terorisme di Papua.

Langkah Gibran Cegah Penyebaran Omicron di Kota Solo
Indonesia
Langkah Gibran Cegah Penyebaran Omicron di Kota Solo

"Solo belum terdeteksi Omicron. Tapi kita tetap waspada dengan mengirimkan puluhan sample pasien COVID-19 ke untuk diuji WGS ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang," kata Gibran di Balai Kota, Senin (24/1).

Penularan Cacar Monyet Diklaim Berbeda dengan COVID-19
Indonesia
Penularan Cacar Monyet Diklaim Berbeda dengan COVID-19

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut penularan cacar monyet atau monkeypox berbeda dengan COVID-19 yang sangat cepat.

Geser Libur Maulid Nabi, Wapres tak Mau Indonesia Terperosok lagi seperti India
Indonesia
Geser Libur Maulid Nabi, Wapres tak Mau Indonesia Terperosok lagi seperti India

Kebijakan ini diklaim sebagai langkah antisipasi peningkatan kasus COVID-19.

Sudin Kesehatan Jakpus Pastikan 3 Anak Negatif Hepatitis Akut
Indonesia
Sudin Kesehatan Jakpus Pastikan 3 Anak Negatif Hepatitis Akut

Warga yang diduga terinfeksi tersebut berasal dari Kecamatan Sawah Besar dan Kemayoran.

Satgas BLBI Kembali Sita Aset Milik Debitur Capai Triliunan Rupiah
Indonesia
Satgas BLBI Kembali Sita Aset Milik Debitur Capai Triliunan Rupiah

Aset yang disita berupa 159 bidang tanah dengan luas total 1,9 juta meter persegi.

PDIP Nyatakan tak akan Pilih Capres Berdasarkan Popularitas
Indonesia
PDIP Nyatakan tak akan Pilih Capres Berdasarkan Popularitas

PDIP menyatakan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menjadi pusat untuk menentukan siapa yang akan dipilih pada Pilpres 2024.

[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Soekarno Bersama Ayah Rizieq Shihab
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Soekarno Bersama Ayah Rizieq Shihab

Akun Facebook dengan nama pengguna “Khalimo Cokro” mengunggah sebuah foto yang menunjukkan Presiden Soekarno bersama dengan Jenderal Soedirman dan satu pria lainnya.

Demokrat Terus Bangun Koalisi Hadapi Pilpres 2024
Indonesia
Demokrat Terus Bangun Koalisi Hadapi Pilpres 2024

Sejumlah partai politik mulai memetakan mana kawan mereka saat Pemilu 2024 nanti. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut partainya harus berkoalisi untuk menghadapi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024.

Irjen Napoleon Bonaparte Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan M Kece
Indonesia
Irjen Napoleon Bonaparte Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan M Kece

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membeberkan kronologi penganiayaan