Survei SMRC: 14 Persen Masyarakat Percaya PKI Bakal Bangkit, Mayoritas dari Pemilih Prabowo-Sandi Arsip: Prabowo bersama PA 212 dalam sebuah acara di Kertanegara, Jakarta Selatan (MP/Ponco Sulaksono)

Merahputih.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei mengenai persepsi publik terhadap isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hasilnya, mayoritas responden tidak percaya terhadap rumor tersebut.

Hasil survei SMRC yang diumumkan di Jakarta, Jumat, menunjukkan 84 persen responden dari total 981 orang tidak setuju dengan pernyataan PKI bangkit di Indonesia.

"Yang setuju hanya 14 persen, yang tidak menjawab dua persen," kata Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad saat peluncuran hasil survei secara virtual, Jumat (1/10).

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Jumat akibat Dikuasai PKI

SMRC juga meneliti lebih detail kelompok mana yang percaya PKI bangkit di Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap isu itu terkait dengan pilihan politik pada Pemilihan Presiden 2019.

"Warga yang percaya sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI lebih banyak (ditemukan) pada massa pemilih Prabowo-Sandi (jumlahnya) sampai 27 persen. Dari sisi massa pemilih partai, yang percaya kebangkitan PKI lebih banyak datang dari massa pemilih PKS, Gerindra, dan Demokrat," tutur Saidiman Ahmad.

Setidaknya ada 34 persen responden pendukung PKS yang percaya isu kebangkitan PKI, kemudian ada 27 persen pendukung Gerindra, dan 26 persen pendukung Partai Demokrat.

Dari kelompok yang percaya terhadap isu PKI bangkit, 49 persen di antaranya menilai itu jadi ancaman bagi negara, sementara 24 persen berpendapat kebangkitan PKI tidak terlalu mengancam keutuhan negara.

Tangkapan layar Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad menerangkan hasil survei terkait persepsi publik terhadap Pancasila secara virtual sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube SMRC TV di Jakarta, Jumat (1/10/2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Walaupun demikian, merujuk pada penelitian SMRC dalam enam tahun terakhir sejak 2015-2021, isu kebangkitan PKI tidak banyak direspon oleh publik, kata Saidiman.

"Isu tentang kebangkitan PKI tidak banyak direspon warga. Dalam 6 tahun terakhir, Oktober 2015 sampai September 2021, yang percaya hanya berkisar 10 sampai 16 persen. Tidak banyak berubah," papar peneliti SMRC itu.

Terkait isu itu, SMRC lanjut meneliti persepsi publik terhadap isu Presiden RI Joko Widodo bagian dari PKI. Hasil survei menunjukkan 75 persen responden tidak percaya terhadap isu itu.

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Ketum PBNU Anak Aktivis PKI

Namun, ada 8 persen responden yang percaya, sementara 16 persen sisanya memilih tidak menjawab. “Yang percaya dengan isu tersebut tidak banyak berubah dari 2017 sampai 2021, hanya berkisar 3 sampai 8 persen,” ucap dia.

Walaupun demikian, SMRC menganalisis bahwa komitmen warga negara terhadap Pancasila tidak terkait dengan persepsi terhadap isu kebangkitan PKI.

"Warga yang percaya maupun yang tidak percaya dengan isu kebangkitan PKI memiliki komitmen yang relatif sama terhadap negara yang dijalankan berdasarkan Pancasila," ujar Saidiman. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Meningkat, Pemda DIY Targetkan 20 Ribu Vaksin COVID-19 Per Hari
Indonesia
Meningkat, Pemda DIY Targetkan 20 Ribu Vaksin COVID-19 Per Hari

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menaikkan target vaksinasi COVID-19 menjadi 20.000 suntikan per hari.

MUI Tak Ingin Ekonomi Masyarakat Terpukul Gegara Penyebaran Omicron
Indonesia
MUI Tak Ingin Ekonomi Masyarakat Terpukul Gegara Penyebaran Omicron

Pasien Omicron pertama terkonfirmasi pada Kamis lalu atas inisial N

[HOAKS atau FAKTA]: WHO Anjurkan Tutup Masjid Selama Bulan Puasa
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: WHO Anjurkan Tutup Masjid Selama Bulan Puasa

Gambar tersebut adalah hasil suntingan atau teks telah dimodifikasi oleh oknum dengan menggunakan fitur ‘inspect element’

Nadiem Perintahkan Rektor Tidak Persulit Mahasiswa Ikuti Program Kampus Merdeka
Indonesia
Nadiem Perintahkan Rektor Tidak Persulit Mahasiswa Ikuti Program Kampus Merdeka

Dirjen Dikti Prof Ir Nizam menargetkan ada 150.000 mahasiswa berpartisipasi di MBKM dan Matching Fund sebanyak 5 kali lipat.

Presiden Kunjungi Sulawesi Selatan Tinjau Vaksinasi dan Resmikan Bendungan
Indonesia
Presiden Kunjungi Sulawesi Selatan Tinjau Vaksinasi dan Resmikan Bendungan

Pemerintah menargetkan peningkatan laju vaksinasi COVID-19 hingga cakupan 2,5 juta penyuntikan per hari pada September 2021.

Polisi Belum Tindak Pelanggar Ganjil Genap di 10 Titik Baru
Indonesia
Polisi Belum Tindak Pelanggar Ganjil Genap di 10 Titik Baru

Saat ini hanya pelanggar ganjil genap di kawasan Sudirman, Thamrin dan Rasuna Said saja yang dilakukan penindakan

Aturan Baru PPKM Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Bisa Buka
Indonesia
Aturan Baru PPKM Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Bisa Buka

Pemerintah Kota (pemkot) Bandung menerbitkan peraturan baru tentang PPKM. Terdapat relaksasi di sejumlah bidang, muali pusat perbelanjaan, mal, ritel dan sektor usaha lainnya.

[HOAKS atau FAKTA]: BNPB Buka Donasi Kaos Oblong Bagi Tenaga Medis COVID- 19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BNPB Buka Donasi Kaos Oblong Bagi Tenaga Medis COVID- 19

BNPB juga mengimbau kepada masyarakat bijak dalam menyikapi atau pun menyebarluaskan berita

5 Juta Dosis Sinovac Tiba, Stok Vaksin COVID-19 Indonesia di Atas 200 Juta
Indonesia
5 Juta Dosis Sinovac Tiba, Stok Vaksin COVID-19 Indonesia di Atas 200 Juta

Vaksin produksi perusahaan Tiongkok ini mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada Senin (23/8).

Mendes Harap Program TEKAD Berikan Kontribusi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa
Indonesia
Mendes Harap Program TEKAD Berikan Kontribusi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini berharap, program TEKAD memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat desa dan masyarakat di kawasan transmigrasi.