Survei Ungkap Sejumlah Tokoh Milenial Layak Masuk Kabinet Mendatang Nadiem Makarim CEO PT Go-Jek Indonesia (Foto: MP/Venan Fortunatus)

MerahPutih.Com - Pemilihan Presiden 2019 tinggal sebulan lagi. Kedua capres-cawapres belum juga mengajukan kabinet bayangan kepada masyarakat.

Bagaimana masyarakat mengharapkan postur kabinet periode 2019-2024? Berdasarkan hasil survei dari lembaga Arus Survei Nasional (ASI), publik mengharapkan sejumlah tokoh milenial dari kalangan anak muda layak memegang jabatan menteri.

Survei yang dilakukan 26 Februari-12 Maret 2019 itu menunjukan kaum milenial bisa mengelola lembaga pemerintah dengan lebih baik.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rifan, M.Si dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan survei tersebut melibatkan 110 pakar yang menjadi penilai.

Mereka berasal dari berbagai profesi seperti akademisi, jurnalis, peneliti, partai politik, organisasi kemasyarakatan, pengusaha muda, mahasiswa, budayawan dan kalangan profesional.

Wagub Jatim Emil Dardak
Wagub Jatim Emil Dardak layak masuk kabinet mendatang (Antaranews)

Dari 32 figur kaum milenial yang saat ini cukup populer, muncul 12 nama yaitu enam nama dari politisi dan enam nama dari profesional sebagai figur paling pantas jadi menteri.

Mereka adalah, Emil Dardak (Wagub Jawa Timur) dengan total nilai 79,66, Nadiem Makarim (CEO Go-Jek) (78,88), Ahmad Zaky (CEO Bukalapak) (73,76), Merry Riana (73.02), Witjaksono (pemilik Dua Putra Utama Makmur (DPUM) (71,78), dan Inayah Wahid (70,58) persen.

Sedangkan dari milenial politisi, muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono (70,06) yang dinyatakan sebagai figur milenial partai yang layak menjadi menteri.

Figur lainnya, Ketum PSI Grace Natalie (68,62), Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (68,51), Ketum PKPI Diaz Hendropriyono (64,36), Wasekjen PKB Lukmanul Hakim (61,11), dan politikus PKS Prananda Paloh (60,91).

"Riset ini menggunakan metode uji kelayakan figur melalui tiga tingkat, yakni meta analisis, focus group discussion dan penilaian pakar itu sendiri," kata Ali Rif'an di Jakarta, Kamis (14/3).

Menurut Ali Rifan, riset yang membidik kalangan ini yang pertama kali dirilis oleh lembaga survey. "Kami mengukur kompetensi dan sebagai bonus demografi," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara, Ali Rifan juga menjelaskan, kalangan milenial yang masuk dalam jajaran top eksekutif pemerintahan juga mulai muncul di berbagai negara, seperti Malaysia Syed Sadik Syed Abdurrahman, 25), Kanada (Justin Trudeau, 31), Uni Emirat Arab (Shamma bin Suhail, 22).

"Isu milenial menjadi riset kami. Harapannya, di tangan milenial, politik menjadi cair dan menyenangkan. Tidak angker seperti yang terasa selama ini," pungkas Ali Rifan.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Diduga Bagian Jaringan Teroris Sibolga, Perempuan Asal Klaten Ditangkap Densus 88



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH