Survei Tingkat Kepercayaan, Jokowi Berada di Bawah TNI, Polri Ungguli KPK Presiden Jokowi memberikan bantuan sosial di Pasar Baru, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (20/4/2022). Foto: Twitter/@Setkab

MerahPutih.com- Penilaian masyarakat akan kinerja Presiden Joko Widodo, terpecah. Ada yang mengaku puas namun tak sedikit yang menyatakan sebaliknya.

Peneliti yang juga Deputi Direktur Eksekutif Populi Center, Rafif Pamenang Imawan, menyatakan bahwa kepuasan masyarakat terhadap pemerintah meningkat dari survei terakhir yang mereka lakukan pada Oktober tahun lalu.

Baca Juga:

5 Capres Pilihan Publik Versi Survei, Ada Prabowo hingga Sandiaga Uno

Jika tahun lalu, Populi mencatat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah berada di level 60,7 persen, maka dalam survei terbaru yang mereka lakukan pada Maret lalu nilai itu mencapai 62,4 persen.

“Ini temuan menarik dari survei kali ini, mengenai kinerja Presiden Jokowi, di mana mayoritas responden menyatakan kepuasannya,” ujar Rafif dalam diskusi virtual, Minggu (24/4).

Dari 62,4 persen itu, menurut Rafif, sebanyak 57,4 persen menyatakan sangat puas dan 5 persen masyarakat menyatakan puas.

Sebesar 32,8 persen (tidak puas 29,3 persen, sangat tidak puas 3,5 persen) menyatakan tidak puas.

“Adapun sebesar 4,8 persen responden menyatakan tidak tahu/ tidak jawab,” kata Rafif.

Hasil survei lainnya yang berkaitan dengan kepercayaan kepada lembaga negara, TNI merupakan lembaga negara dengan tingkat kepercayaan paling tinggi mencapai 78,6 persen.

Kemudian disusul Presiden 72,9 persen, Polri 67 persen, KPK 66,7 persen, KPU 64,1 persen, dan Bawaslu 61,4 persen.

"BPK 59,7 persen, MA 59 persen, Kejaksaan Agung 58,5 persen, MK 57,2 persen, DPR RI/DPRD 56,2 persen, DPD RI 53,9 persen, dan Partai Politik 51,2 persen," katanya.

Baca Juga:

Hasil Survei Elektabilitas Capres, Prabowo Jauh Tinggalkan Nama Calon Lain

Rafif memastikan bahwa survei ini bukan sebagai pesanan pihak tertentu. Menurut dia, Populi menggunakan dana internalnya untuk melakukan survei tersebut.

“Survei dilakukan dengan menggunakan pendanaan internal,” tutur Rafif.

Rafif menyatakan bahwa masyarakat menilai Presiden Jokowi cukup berhasil menjalani pemerintahan melewati massa sulit akibat pandemi COVID-19.

Meskipun demikian, hasil survei yang sama juga menunjukkan masyarakat tak sepakat jika masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang.

Hanya 27,6 persen masyarakat yang menyatakan setuju masa jabatan presiden diperpanjang menajdi tiga periode.

Ide tersebut ditentang oleh 64,4 persen masyarakat sementara 8 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab

Sekedar informasi, survei dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat.

Responden merupakan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 yang diambil dari 120 desa/kelurahan di 34 provinsi. Lalu, angka margin of error ± 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Knu)

Baca Juga:

Survei Charta Politika: Warga Kaltim Puas dengan Kinerja Pemerintah Pusat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penjualan Produk Nutrisi Mulai Turun Setelah COVID-19 Melandai
Indonesia
Penjualan Produk Nutrisi Mulai Turun Setelah COVID-19 Melandai

Seiring penurunan kasus terutama setelah Idul Fitri 2022, pembelian dua produk tersebut mulai menurun bahkan sama ketika sebelum masa pandemi.

Jokowi Ganti Mendag dan Menteri ATR/BPN, Seskab: Momentumnya Pas
Indonesia
Jokowi Ganti Mendag dan Menteri ATR/BPN, Seskab: Momentumnya Pas

Perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diklaim sudah melalui pertimbangan matang.

Pemprov Jatim Siapkan Santunan Bagi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan
Indonesia
Pemprov Jatim Siapkan Santunan Bagi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

Penanganan di RS Saiful Anwar akan ditanggung oleh Pemprov Jawa Timur.

Marak Aksi Tolak Kenaikan BBM, Gibran: Saya Tidak Melarang Silakan Sampaikan Aspirasi
Indonesia
Marak Aksi Tolak Kenaikan BBM, Gibran: Saya Tidak Melarang Silakan Sampaikan Aspirasi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tidak mempermasalahkan jika demo juga dilakukan di Kota Solo.

Tarif Bus Kota di Jabar Diusulkan Naik dari Rp 3.200 Jadi Rp 13.000
Indonesia
Tarif Bus Kota di Jabar Diusulkan Naik dari Rp 3.200 Jadi Rp 13.000

Penyesuaian tarif merupakan tindak lanjut dari dampak perubahan harga BBM beberapa hari lalu.

Kemenhub Tindak Lanjuti Instruksi Jokowi Terkait Mudik Lebaran
Indonesia
Kemenhub Tindak Lanjuti Instruksi Jokowi Terkait Mudik Lebaran

Kementerian Perhubungan segera menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan mudik Lebaran 2022.

 Indonesia Berpeluang Ambil Alih Distribusi Komoditas Minerba ke Eropa
Indonesia
Indonesia Berpeluang Ambil Alih Distribusi Komoditas Minerba ke Eropa

Saat ini, 30 persen total kebutuhan Gas Uni Eropa dipenuhi dari Rusia yang pengirimannya dilakukan melalui jalur pipa.

Dampak Perang Rusia Ukraina Berlanjut, Berbagai Negara Hadapi Resesi
Dunia
Dampak Perang Rusia Ukraina Berlanjut, Berbagai Negara Hadapi Resesi

IMF akan merilis pembaruan untuk Prospek Ekonomi Dunia pada pertengahan Juli.

Mendag Zulkifli Klaim Berhasil Stabilkan Harga Bahan Pokok
Indonesia
Mendag Zulkifli Klaim Berhasil Stabilkan Harga Bahan Pokok

"Alhamdulillah, dalam waktu dua minggu saya bertugas, harga minyak goreng kemasan sederhana mulai turun sesuai dengan HET yaitu sebesar Rp 14.000/liter," terangnya.

Satu Delegasi Pertemuan G20 Mundur Tatap Muka di Jakarta
Indonesia
Satu Delegasi Pertemuan G20 Mundur Tatap Muka di Jakarta

Penyebaran kasus varian baru COVID-19 Omicron memberi dampak pada pertemuan G20 di Jakarta.